Aletha terdiam dengan tatapan kosong di Lapangan, ia masih bingung mengapa akhir-akhir ini ia sering merasakan pusing yang hebat dan selera makannya berkurang, Ia berencana untuk pergi ke dokter besok untuk mengecek keadaannya apakah ia baik-baik saja atau tidak.
“Nih minum lo” Edgar datang membuyarkan lamunan Aletha.
“Wih tau aja yang gue mau, Thanks” Aletha langsung meminum jus alpukat kesukaannya yang Edgar beli di seberang Lapangan. Edgar mengetahui apapun tentang Aletha kecuali keluarganya, karena sejak kecil Aletha memang tidak pernah bercerita tentang apapun ke Edgar tetang keluarganya, yang Edgar tahu hanya orang tua Aletha sudah berpisah sebelum Aletha pindah ke Jakarta selain itu Aletha tidak pernah bercerita tentang apapun.
“Ya tau lah kita udah temenan dari kecil masa iya gue nggak tau apa-apa tentang lo” balas Edgar.
“Wih berarti lo sering merhatiin gue ya, hebat juga ada yang diem-diem merhatiin gue” Aletha gantian menyombongkan dirinya.
“Idih ngapain juga gue merhatiin lo” Edgar bergidik geli. Aletha tidak menggubris ucapan Edgar, ia terlalu fokus dengan jus alpukat miliknya.
Setelah selama satu jam mereka berdua di Lapangan, akhirnya Aletha mengajak Edgar untuk pulang ketika hari sudah mulai sore, karena nanti malam Aletha dan Edgar agar pergi untuk menonton film.
"Udah sore nih, pulang yok ntar malem kita kan mau pergi juga." ajak Edgar kepada Aletha yang sedang menikmati jus alpukat dan camilannya yang barusan ia beli.
"Yaudah yok." ujar Aletha mengiyakan ajakan Edgar untuk segera pulang ke rumah.
Mereka berdua kemudian pulang ke rumah masing-masing.
“Mbok, Mama belum pulang?” tanya Aletha.
“Udah sayang, Mama udah pulang” saut Dewi sebelum Mbok Ning menjawab pertanyaan Aletha.
“Mamaaa” Aletha berjalan memeluk Mama nya yang baru pulang dari luar kota untuk urusan pekerjaan.
“Kamu habis dari mana?” tanya Dewi kepada anaknya itu.
“Tadi ke Lapangan sebentar sama Edgar” jawab Aletha setelah melepaskan pelukannya.
“Oh iya Mama udah jarang ketemu Edgar” ucap Dewi.
“Nanti malem Edgar mau kesini kok Ma, mau jemput aku katanya dia mau ngajak nonton film” balas Aletha.
“Yaudah sana siap-siap gih dandan yang cantik kan mau ketemu Edgar” ucap Dewi.
“Hahaha Mama Mama, kalau Aletha dandan yang ada Edgar malah ngetawain Aletha, tuh orang kan seneng banget kalo suruh ngeledek Aletha” ucap Aletha heran.
“Hahahah, yaudah semau kamu aja” balas Dewi sambil tertawa.
Bel rumah Aletha berbunyi. Dewi langsung pergi ke depan untuk membukakan pintu.
“Edgar” ucap Dewi sambil tersenyum.
“Tante Dewi” balas Edgar.
“Udah lama nggak ketemu, ayok masuk Aletha lagi siap-siap” Dewi mengajak Edgar untuk menunggu di dalam rumahnya sembari menunggu Aletha selesai bersiap-siap.
“Sebentar ya, Tante panggilin Letha dulu” ucap Dewi lalu pergi menghampiri kamar Aletha.
“Sayaaang, Edgar udah dateng” panggil Dewi dari balik pintu kamar Aletha.
“Iya Maaa, ini aku udah selesai kok” Aletha membuka pintu kamarnya lalu ia menghampiri Edgar bersama Mama nya.
“Tante, Edgar pergi dulu ya sama Letha” pamit Edgar kepada Dewi.
“Iya hati-hati ya Gar” balas Dewi.
“Pergi dulu ya Ma” Aletha melambaikan tangannya ke arah Dewi dan dibalas lambaian tangan oleh Dewi.
Edgar dan Aletha pergi ke bioskop menggunakan motor milik Edgar. Aletha membonceng Edgar sambil menikmati udara malam ini. Setelah sampai di bioskop, Aletha langsung memilih film yang akan mereka tonton.
“Mau nonton apa?” tanya Aletha.
“Horor berani nggak lo?” tantang Edgar.
“Berani lah, yang ada lo yang takut” balas Aletha menyombongkan dirinya.
“Enak aja, yaudah langsung pesen tiketnya” ucap Edgar.
Setelah dua tiket mereka dapatkan. Mereka terlebih dahulu membeli popcorn untuk teman cemilan mereka saat di dalam bioskop. Edgar dan Aletha memilih tempat duduk di paling atas sendiri. Saat film sudah mulai di putar mereka berdua sangat menikmati film itu sesekali ada adegan yang membuat semua penonton kaget tak terkecuali Edgar dan Aletha. Di pertengahan saat mereka sedang menonton film, Aletha merasakan ada cairan yang keluar dari hidungnya, Aletha kemudian mengusap hidungnya dan dilihatnya seperti cairan darah, Aletha mimisan saat berada di dalam bioskop, untung saja lampu bioskop sudah padam jadi Edgar yang ada di sebelahnya tidak tahu kalau ia sedang mimisan, Aletha langsung mengusapkan darah yang keluar dari hidungnya ke baju nya.
“Keren banget tuh film nya” ucap Edgar setelah keluar dari bioskop.
“Halah tadi lo aja takut liat film nya” balas Aletha.
“Hahaha namanya juga kaget” ucap Edgar membela dirinya.
“Udah ah, makan aja yok gue laper” ajak Aletha.
“Boleh tuh gue laper juga” balas Edgar.
Mereka berdua memilih makan nasi goreng yang ada dipinggir jalan yang juga menjadi tempat favorit mereka berdua. Saat sedang menyantap nasi gorengnya, pandangan Edgar mengarah ke baju Aletha, ia melihat ada bercak merah di baju Aletha.
“Itu di baju lo apa merah merah?” tanya Edgar yang membuat Aletha terdiam sejenak seperti sedang memikirkan jawaban.
“Oh ini, anu tadi gue mau pake liptint tapi gajadi yaudah gue usapin ke baju gue aja” balas Aletha berbohong karena bercak itu adalah bercak dari mimisannya yang ia usapkan ke bajunya.
“Makanya nggak usah sok sok an pake apa tuh namanya merah merah di bibir nggak tau” ucap Edgar.
“Haha biarin napa” balas Aletha.
“Oh jangan-jangan lo mau dandan ya di depan gue?” tanya Egar dengan tatapan seperti sedang menelisik.
“Idih ogah banget” balas Aletha bergidik geli.
Setelah selesai, Edgar lalu mengantarkan Aletha pulang ke rumah karena besok mereka berdua harus berangkat kuliah.
“Thanks Gar” ucap Aletha setelah sampai di depan rumahnya.
“Oke, eh besok mau gue jemput nggak?” Tanya Edgar. Aletha tampak berpikir sejenak.
“Mmmm nggak usah deh besok gue berangkat sendiri aja” balas Aletha sembari tersenyum.
“Tumben, biasanya minta jemput” ucap Edgar.
“Gapapa, besok gue masuk siang soalnya, lo kan pagi, gue males ke Kampus pagi-pagi” balas Aletha.
“Yaudah kalo gitu gue pulang dulu ya salamin Tante Dewi, Bye” Edgar pergi meninggalkan rumah Aletha.