Chapter 42

1635 Words

Gea dan Gaishan berjalan ke ruang tunggu di mana ada Liham yang tidak lagi menangis, namun matanya tetap memerah dan masih ada sisa-sisa air mata. "Nisa, bagaimana?" tanya Gea pada Nisa. Finisa melirik ke arah Gea. Sementara itu Derian dan Rina baru saja tiba di kantor polisi setelah menerima kabar dari anak mereka. Wajah Derian dan Rina terlihat pucat pasi saat berjalan menuju anak mereka. "Nisa," panggil Rina dengan suara bergetar. Mata Finisa memerah. Di dalam ruang khusus interogasi. "Saya yang kembalikan serangannya hingga pisau itu menusuk ke dalam perutnya, namun itu hanya refleks karena dia menyerang dengan sangat cepat dari bagian sisi luar kanan perut menembus ke luar kiri hingga baju saya robek, saya tidak sempat berpikir dan dia ingin mengiris bagian perut saya namun saya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD