Chapter 41

1570 Words

Moti terlihat senang berbicara dengan seseorang lewat panggilan telepon. "Mas Gun, nanti datang lagi ke rumah saya yah buat bikin baju nikah anak dan calon mantu saya," ujar Moti. "Baik, Nyonya. Kapan Anda ingin saya datang?" tanya pria di seberang. "Lebih cepat lebih baik. Bisa hari ini atau besok," jawab Moti. "Baik, Nyonya." Dari seberang menyahut. "Kalau begitu sampai di sini dulu yah saya telponnya, saya mau lihat-lihat referensi dekorasi nikah," ujar Moti. "Baik, Nyonya," sahut dari seberang. "Assalamualaikum," salam Moti. "Waalaikumsalam," balas dari seberang. Moti hendak meletakkan telepon rumah kembali ke tempatnya, namun telepon itu hampir jatuh ke lantai tapi justru menyentuh dan tersangkut di kakinya. "Aah! astagfirullahaladzim! aduh! untung aja Momok cepat!" ujar Mot

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD