Chapter 50

1649 Words

"Belum tidur?" suara Randra terdengar di telinga istrinya. Moti yang pura-pura tidur itu membuka mata dan tersenyum lebar ke arah sang suami. "Ini sudah jam sepuluh, ingat kata dokter, kamu harus istirahat lebih awal dan tidak boleh begadang, kalau tidak mau tidur nanti besok tidak bisa diskusi baju prewedding Alan dan Nisa," ujar Randra. Tangan kanan Moti memeluk sang suami dan berkata, "Ran, Momok nggak bisa tidur, tadi sudah banyak tidur. Bahkan tadi setelah makan siang, Momok tidurnya sampai jam lima baru bangun. Sekarang malah nggak ada rasa ngantuk." Randra mengusap sayang rambut merah bata sang istri yang sudah mulai beruban. Moti lebih dulu mendapatkan rambut putih, sementara suaminya belum beruban sama sekali. "Ingin duduk dulu sebentar?" tawar Randra. Moti menatap mata suam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD