Malamnya setelah Rina sampai ke rumahnya, dia mendekati suaminya. "Pa, Mama mau bicarakan hal penting sama Papa." Derian melirik ke arah sang istri dan dia mengangguk. Finisa yang dari beberapa saat lebih dulu ada di rumah, juga ikut duduk di ruang tamu. "Ada apa, Ma?" tanya Derian. Rina melihat ke arah suami dan anaknya, dia menjawab, "Ini tentang tempat sungkeman nanti. Bundanya Alan ingin agar tempat sungkeman itu di rumah perempuan, mengingat anak kita yang akan dibawa untuk menjadi menantu mereka. Tapi, tidak mungkin kita adakan acara sungkeman di sini, rumah ini tidak sebesar rumah Mamah. Tapi, kita juga tidak bisa bilang pada Bunda Alan bahwa kita telah pergi dari rumah Mamah. Bisa jadi masalah nanti." Derian mengangguk mengerti setelah mendengar jawaban dan penjelasan sang i

