Aku melihat beberapa orang yang sedang mendatangi rumahku dan sekarang mereka sedang berdiri di ambang pintu.. Mereka mencoba menerobos masuk rumahku.. Tapi dengan badanku yang kecil aku mencoba sekuat tenaga untuk menghalangi mereka yang ingin masuk dengan paksa ke dalam rumahku
Tapi semua usahaku gagal.. Aku gagal mempertahankan mereka,, pak RT dan segenap anak buahnya telah menerobos masuk..
Aku tak bisa berkutik karena aku telah tertangkap basah oleh mereka,, aku ketahuan memasukkan orang yang bukan suamiku untuk masuk dan tidur di dalam rumahku..
Mereka segera menuju ke dalam kamarku dan melihat Oliver yang masih tertidur pulas di dalam ranjang ku,, yang lebih parahnya lagi Oliver saat ini sedang tak memakai baju sama sekali..
Sungguh malunya diriku saat tertangkap basah saat ini dan semua orang kini berada di dalam kamarku dan sedang mencoba membangun kan Oliver yang masih tertidur pulas
" Oliver _ Oliver " Ucap salah satu warga komplek ku
Dan Oliver yang baru bangun itu seketika terkejut saat melihat banyak orang yang sedang mengelilingi nya..
" Ada apa ini kenapa semua orang sedang berkumpul disini? " Tanya Oliver yang baru tersadar dari tidurnya dia mengusap kedua matanya yang masih terdapat banyak belek
" Kamu masih tanya lagi " Bentakan dari salah satu orang dari warga
Dan Oliver berlagak seperti orang yang tak mempunyai dosa, dia menoleh ke kanan dan kiri sambil sekilas menatap kedua mataku yang sedang berkaca - kaca, aku takut hal yang buruk akan terjadi padaku..
Hatiku resah melihat semua ini semua orang seperti sedang menghardik ku dan ada salah satu warna perempuan yang bilang jika aku adalah wanita murahan
" Baru saja pindah kesini sudah membuat onar " Ucap seorang wanita yang ikut ke dalam rumahku
Aku yang mendengar ucapan dari mereka hanya menunduk lesu dan tak berdaya..aku hanya berdoa semoga TUHAN masih berada di pihakku saat ini..
" Maaf aku telah membuat onar disini " Ucap Oliver dengan menutupi badannya dengan selimut ku
" Maaf katamu, kamu harus mempertanggung jawabkan semua ini " Ucap pak RT yang menghardik Oliver saat ini
" Berikan aku waktu untuk berganti pakaian dulu dan kita semua akan bicara di ruang tamu " Pinta Oliver kepada semua orang yang berada di dalam kamarku
" Tidak bisa se enaknya saja " Sahut seorang wanita di belakang pak RT
" Tidak bisa bagaimana, aku hanya meminta waktu lima menit saja, kenapa kamu menyulitkan ku atau apakah kalian mau melihat tubuhku saat ini " Jawab Oliver yang mulai beranjak dari tempat tidur
" Baiklah baiklah kamu boleh memakai bajumu tapi usahakan hanya sebentar saja, aku tidak mau menunggu mu lama - lama " Ucap pak RW yang dari tadi hanya diam saja memperhatikan aku diam - diam
" Oke cuma lima menit tidak lebih dan aku mohon bapak - bapak dan ibu semua nya tolong keluar dari kamar ini " Ucap Oliver yang mengusir kedatangan warga
Dan mereka lalu pergi meninggalkan kamar tidurku.. Di ikuti oleh aku yang di gandeng oleh istri dari Pak Rt
Aku menoleh ke arah Oliver dan aku melihat Oliver seperti tak mempunyai beban sama sekali bahkan dia mengedipkan salah satu matanya ke arahku..
Aku tak mengerti kode yang dia berikan aku hanya menanggapi nya dengan mengerutkan wajahku sambil berjalan keluar kamar..
Beberapa waktu sudah berlalu dan kini Oliver telah keluar dari kamar ku dia berjalan menuju ke ruang tamu dimana kita semua telah menunggu nya
Dia duduk tepat di sebelah ku.. Dan menatapku sekilas
Semua orang kini telah memperhatikan aku dan Oliver hingga pak RT memulai awal pembicaraan dan maksud dari kedatangannya kerumahku
" He'emb,, baik saya selaku bapak RT di komplek ini ingin mengatakan sesuatu jika saya telah mendengar bapak Oliver ini telah melakukan tindakan yang tidak senono kepada IBu Aurora apakah semua ini benar? " Ucap Bapak RT
" tidak pak, saya tidak mungkin melakukan hal yang buruk dan menodai warga di komplek ini " Jawab Oliver
" Jika anda tidak melakukan hubungan yang tidak senono dengan ibu Aurora apa maksud dari semua ini?Kenapa anda bisa tidur dirumah ibu Aurora ? " Sahut Bapak RW yang berada duduk di sebelah Bapak RT
" Semua ini hanya salah faham " Ucap Oliver
" Salah faham apa? Sudah jelas - jelas anda melakukan perbuatan hina tapi anda masih saja tidak mengakui nya " Sahut istri dari Bapak RW
" Betul - betul " Sahut beberapa warna yang ikut serta menggrebek di kediaman ku
Aku hanya tertunduk malu dan tak berani mengucapkan salah satu kalimat pun
" Tunggu dulu, saya belum selesai berbicara kenapa sudah di potong saja? " Jawab Oliver yang menenangkan warga
Keadaan saat ini masih terbilang kondusif dan tak begitu kacau menurutku..
" Semalam seperti nya aku mabuk berat dan tak sadar jika aku salah masuk ke dalam rumah dan ibu Aurora ini telah membantu ku karena bajuku tadi malam yang nampak sudah basah dan kotor karena saat aku meminum minuman keras aku terjatuh di tanah dan membuat bajuku basah " Ucap Oliver yang mencoba menenangkan keadaan, dia terpaksa berkilah dengan semua yang terjadi karena tak ingin membuat masalah ini menjadi semakin besar
" Halah jangan berbohong kamu, ternyata lelaki setampan kamu memang suka berbohong ya? " Ucap Bu sari
" Tidak aku tidak berbohong kalian bisa tanya sendiri kepada Aurora dan aku meminta maaf dengan apa yang telah terjadi hari ini kepada kalian semua " Ucap Oliver kepada semua orang yang telah menghakimi nya siang ini
" Sudah jujur saja dari pada masalah ini akan membuat kamu dan Aurora semakin panjang dan lebar " Ucap Pak RW yang memojokkan aku kala itu
Aku yang melihat tatapa mereka seperti hewan buas yang akan menerka lawannya seketika itu tanganku bergetar karena ketakutan dan detak jantung hatiku yang berdetak tak beraturan
" Apa benar yang di katakan oleh Oliver itu " Tanya pak RT kepada ku
" Be.. Be. Benar pak " Ucapku dengan gugup " Aku tidak kuat jika harus membawa tubuhnya untuk keluar dari rumahku dengan keadaan dia yang sedang mabuk berat jadi aku membiarkan nya tidur di kamarku dan aku tidur di ruang tamu gara - gara dia " Sahut ku saat mencoba menjelaskan dengan apa yang terjadi
Aku terpaksa mengikuti kebohongan yang telah di buat oleh Oliver karena aku lihat keadaan saat ini yang sudah tidak kondusif lagi..
" BOHONG " teriak Bu sari kepada ku
Dan aku seketika itu melihat kedua matanya yang seolah-olah akan keluar dari matanya..
Wajahnya memerah dan kedua tangannya yang mengepal erat seperti ingin sekali memukul wajahku..
Embun yang berdiam diri di kelopak mataku seketika itu terjatuh membasahi pipiku..
Aku meneteskan air mataku saking takutnya,, tidak ada seorang pun yang percaya akan penjelasan kita,, hingga akhir nya Oliver yang melihat ku dengan rasa kasian pun dia angkat bicara
" Baik lah baik lah, jangan di perpanjangan lagi masalah ini, apa yang bisa aku lakukan untuk kalian semua agar kalian bisa memaafkan aku dan Aurora? " Tanya nya Oliver kepada semua orang
" Kami hanya ingin kamu menikahi Aurora TITIK. " jawab pak Rw
" Tidak bisa pak, kalian semua disini juga tau kalau kita sudah sama - sama menikah bukan? Masak hanya masalah sepele dan masalah salah faham ini aku jadi menikah Aurora, dan aku yakin pasti Aurora juga tidak akan setuju? Iya kan Ra? " Jawab Oliver dan memandang ke arah wajahku saat ini
" Benar pak atau ibu ini semua hanyalah salah faham yang terjadi di antara kita semua, saya minta maaf dengan sebesar-besarnya " Ucapku yang memantabkan jiwaku yang ingin membuat semua orang percaya akan kata - kata ku
Tak mudah bagi kami mengelabui semua orang disini, disini di rumahku terdapat sekitar 10 orang yang mendatangi rumahku dan menghakimi aku dan Oliver
" Katakan jika ada solusi lain yang bisa kami berikan untuk kalian " Ucap Oliver
" Tidak ada solusi lain, solusi nya cuma satu yaitu kamu menikahi Aurora sudah beres " Jawab Bu sari kembali
" Tidak Bu, aku yakin akan ada solusi lainnya, jika aku memberi kalian uang apakah itu bisa menjadi solusi untuk kalian semua? " Tanya Oliver kepada semua orang
" Tidak bisa " Ucap Pak RW
" Ayolah pak jangan memperburuk masalah ini, aku akan menawarkan dana 10 jt untuk setiap orang yang ada disini " Tawar Oliver kepada semua orang
Kini semua orang yang sedang berkumpul dirumahku mereka semua saling pandang satu sama lain
Termasuk dengan aku yang terkejut saat mendengar Oliver berbicara seperti itu..
Aku dan Oliver dengan tegang menunggu jawaban dari mereka..
Hingga beberapa saat salah satu warga mengucapkan satu kata yang memecahkan keheningan yang terjadi beberapa menit ini..
*
*
Aku yang nampak kaget dan tak percaya akan semua ini,, sungguh ini adalah hari yang paling buruk yang aku alami, kemarin aku mendapati suamiku yang sedang berselingkuh di belakang ku dan malam harinya aku bercinta dengan tetangga baruku dan ke esokan harinya yaitu hari ini aku berada di titik ini..
Jiwaku seperti sedang tertimpa bebatuan yang sangat besar.. Belum lagi masalah dengan suamiku yang belum kelar di tambah lagi masalah lain datang..
Aku merasa hidup ku begitu sangat menderita kenapa kesialan selalu menghampiri ku..
Aku hanya berharap semua masalah ini akan cepat terselesaikan..