BAB 7

1833 Words
Jiwaku seperti sedang tertimpa bebatuan yang sangat besar.. Belum lagi masalah dengan suamiku yang belum kelar di tambah lagi masalah lain datang.. Aku merasa hidup ku begitu sangat menderita kenapa kesialan selalu menghampiri ku.. Aku hanya berharap semua masalah ini akan cepat terselesaikan.. * * Setelah menunggu beberapa waktu dan mereka pun sudah selesai berdiskusi kini aku menunggu Jawaban dari semua orang yang datang dari rumahku, dan semoga jawaban ini setuju dengan apa yang aku pikirkan dan apa yang di mau oleh Oliver.. Saat - saat mendebarkan itu pun sedang menyelimuti hati dan pikiran ku, badanku yang menegang dan wajahku se akan akan menjadi sangat pucat , sungguh aku tak bisa berkata apa - apa lagi.. Lima menit aku menunggu mereka berdiskusi dan akhirnya suara dari pak RW yang mewakili mereka untuk berbicara,, Dan pak RW pak RT setuju dengan dana yang tawarkan oleh Oliver Sungguh hatiku lega, aku membuang nafasku dengan sangat cepat,, Oliver yang melihatku dengan tersenyum akhirnya masalah ini bisa terselesaikan juga.. Oliver janji akan memberikan dana kepada mereka dan kini mereka semua telah pergi dari rumahku,, Negosiasi yang sangat menguntungkan bagiku dan Oliver walaupun Oliver mengeluarkan uang yang sangat banyak tapi itu tidak masalah bagi Oliver aku sangat beruntung mengenal Oliver kini aku dan Oliver dengan bebas bisa berada di rumahku ataupun dirumah Oliver Kami menghabiskan waktu secara bersama-sama,, dalam sekejap aku bisa melupakan masalahku dengan suamiku, Oliver benar-benar membuatku tenang kala itu.. Kita menghabis kan waktu di rumah ku " Kamu sedang apa? " Tanyaku saat melihat Oliver yang sedang berada di dalam dapur milikku " Mau apalagi kalau disini? Ya masak lah " Jawab Oliver sambil memakai celemek di tubuhnya Aku menahan tawaku saat melihat dia memakai celemek yang bergambar wanita yang sedang memakai bikini saja " Kenapa kamu melihatku seperti itu? " Tanya Oliver kepadaku " Tidak hanya saja aku ingin tertawa melihatmu " Jawabku dengan malu - malu dan Oliver yang melihat ke arah celemek itu wajahnya seketika itu memerah dia seperti menahan malunya.. Wajah yang nampak sangat lucu bagiku, , " Mau kemana kamu? " Teriak Oliver saat melihatku yang menjauh darinya " Mau melihat televisi, aku tinggal ya? Boleh kan? " Sahut ku dari kejauhan " Enak saja pergi, kamu harusnya membantu disini " Ucap Oliver kepadaku " Hmmm egakk mau akh, aku lagi tidak ingin merasa lelah karena tadi malam aku sudah lelah di tambah lagi dengan kedatangan orang-orang disini rasanya otakku kayak mau pecah " Jawabku sambil memalingkan wajahku ke arah lain Aku berjalan menjauh darinya menuju ke ruang televisi dan saat aku ingin duduk di kursi sofa milikku aku merasakan Oliver sedang menangkap tubuhku dan membawaku ke dapur " Akkkkhhhh Oliver lepaskan " Teriakku saat berada di gendongan Oliver " Kamu harus menemani ku di dapur, aku tak akan membiarkan mu bersantai santai sendirian " Jawab Oliver dengan menggendong tubuh ku Dan saat sudah sampai di dapur milikku Oliver meletakkan tubuhku dan mendudukkan aku di meja deket deket kompor. " Pokoknya kamu harus selalu berada di sampingku " Sahutnya lirih tapi aku masih bisa mendengar dia berbicara dengan sangat jelas " Hmmmm tapi turunkan aku dari sini " Pintaku kepada nya " Ya turun saja sendiri masak tidak bisa " Sahutnya dengan nada yang menyebalkan " Kamu tidak lihat kakiku yang pendek ini bisa - bisa aku terjatuh saat memaksa turun dari sini " Jawabku kepada Oliver " Haha tapi kaki pendek itu menggemaskan bagiku " Sahutnya sambil melihat pahaku yang sedikit terbuka " Heh m***m melulu " Godaku pada Oliver " Apa m***m? Kalau aku lelaki m***m berarti kamu w************n " Ledek nya Oliver yang membuatku sedikit merajuk " Hmm awas ya kamu bilang aku w************n, aku tidak akan menghabiskan malam - malam yang lain denganmu " Jawabku kepada Oliver " Jangan ngambek begitu dong, aku hanya bercanda " Jawab Oliver sambil mengambil sesuatu dari dalam kulkas ku " Hmmm biarin, mau masak apa? " Tanyaku pada Oliver " Apa aja yang penting bisa di makan " Ucap Oliver " Loh kamu tidak bertanya padaku, aku ingin makan apa gitu? " Tanyaku pada Oliver " Ngapain? Kalau kamu tidak suka ya udah jangan di makan " Jawabnya dengan tenang sambil mengangkat bibirnya ke atas " Astaga dasar lelaki tak romantis, biasanya nih di telenovela tuh lelaki yang memasak untuk wanitanya dia akan bertanya "kamu mau makan apa nanti aku masakin" gitu kamu malah enggak " Jawabku yang mulai sebel dengan Oliver " Dasar wanita menyebalkan, kenapa setiap wanita sukanya hanya berbicara saja " Ucap Oliver " Kalau kamu tidak suka ya udh aku pergi saja, aku tidak akan menggangu mu lagi " Jawabku kepada Oliver " Baiklah baiklah cantik aku menyerah, kamu ingin makan apa? Biar aku masakin untukmu ya? " Jawab Oliver sambil menuju ke arahku dan dia mencium bibirku dengan cepat Cupp... Mataku seketika melotot ke arahnya " Nasi goreng " Jawabku singkat dengan nada yang menyebalkan " Yakin hanya ingin nasi goreng? Padahal aku ingin memasakkan kamu makanan yang begitu lezat dan sangat spesial? " Tanya Oliver kepada ku yang mulai merajuk " Apa? " Ucapku kepada nya " Apa aja aku yakin kamu pasti menyukai nya, oke deal? Tapi dengan satu syarat " Ucap Oliver sambil memandang wajahku " Apa? Ada syaratnya? Aku gak mau akhh nanti kamu minta yang aneh - aneh lagi " Jawabku kepada Oliver " Tidak, tidak akan mudah kok, mau apa gak? " Jawab Oliver " Apa dulu? Baru setuju " Ucapku kepada nya " Egk jawab dulu dengan setuju baru aku akan memberitahumu syarat yang aku ajukan, gmana? " Tanya Oliver kepada ku " Apa sih jangan membuatku penasaran dech, asal syarat nya gak aneh - aneh oke dech deal " Jawabku saat menyetujui syarat yang di berikan oleh Oliver " Oke deal " Sahut Oliver sambil menjulur kan tangannya ke arahku " Deal, apa sekarang ? " Tanyaku kepada Oliver " Kamu harus menjadi wanitaku selama sebulan, dan aku ingin kamu berpura - pura di depan Bulan kalau kamu adalah istri sirih ku " Jawab Oliver saat mengatakan syarat yang di ajukan " Apa? Aku harus berpura-pura menjadi istri siri mu hanya demi sesuap makanan enak , tidak mau kamu curang " Jawab ku kepada Oliver " Haha tidak, aku akan memberimu apapun yang kamu mau, gimana? " Tantang Oliver kepada ku " Memangnya siapa bulan? Itu istri sah mu ya yang kemarin ya? " Tanyaku pada Oliver " Hmmm, dia datang kemarin kerumah dia bilang ingin memperbaiki masalah yang terjadi di antara kita, tapi aku tidak mau dan aku juga sudah bilang pada bulan kalau aku sudah menikah lagi " Jawab Oliver " HAH gila kamu ya, terus jangan bilang aku adalah wanita yang sudah menikah dengan mu? " Tanyaku yang penasaran terhadap kata - kata Oliver " Iya benar, salah emang? Enggak kan? " Jawab Oliver dengan mudahnya " Ya salah lah JHon harusnya kamu minta persetujuan dulu padaku jangan mengambil keputusan secara sepihak? " Jawabku dengan Oliver " Tapi kamu mau kan? " Tanya Oliver lagi kepada ku Dia berusaha menyakinkan aku untuk setuju dengan ide gilanya, aku gak tahu harus bagaimana terhadap nya.. Aku baru mengenal nya beberapa hari yang lalu tapi sudah banyak sekali masalah yang telah menghampiri ku.. Biasa nya hari - hari aku lewati dengan biasa saja kini hari - hariku aku lewati dengan penuh banyak liku - liku.. Dulu aku berharap jika aku mempunyai rumah sendiri mungkin akan lebih bahagia lagi dan menyenangkan karena bisa menghabiskan waktu ku dengan semua yang aku senangin, aku bisa membaca novel sampai malam, aku bisa bermalas - malasan setiap hari tapi semua itu tak terjadi,, Kini kehidupan baruku telah di mulai bersama dengan tetangga baruku yang ganteng ini... Semua hal yang belum pernah aku lakukan sebelum nya kini aku telah melakukan nya dengan nya.. Setelah selesai dia memasak kita makan bersama di meja makan rumahku Tak terasa waktu berjalan sangat cepat, dia yang begitu romantis memperlakukan ku,, kini waktu sudah menujukan waktu sore hari,, senja mulai menampakkan sinarnya bertanda hari akan segera gelap.. Desahan yang keluar dari mulutku aku tak bisa lagi menahannya " Akkkkhhhh akkkkhhhh emmmbbbhhh ahhhh" Teriak ku saat dia mengajakku bermain dengan ku di kamar mandi Awalnya dia mengajakku mandi bersama dan aku menyetujui nya,, Dia merabaku dari ujung rambutku hingga ke ujung kakiku,, Tubuhku yang polos kini di penuhi oleh banyaknya sabun yang menempel di tubuh ku busa - busa yang membuatnya semakin b*******h saat melihat tubuh ku yang polos Tangannya se akan tak mau berhenti saat meremas dua gundukan ku yang besar ini,, Pusaka milik nya yang dia geser - geserkan ke paha mulus milikku dan bibir nya yang menjilati ku dengan sangat intens,, Aku tak bisa menahannya,, desahan itu pun tak sengaja lolos dari bibirku " Aaaahhhhh agggghhhhhhhh " desahan ku yang mewarnai kamar mandi ku.. Suara gemercik air yang dia keluarkan untuk membasahi tubuhku, kini rambutku telah basah karena guyuran air itu.. Kita bergelimang air dan bermain di bawah air yang mengalir.. Pengalaman dan hal yang baru yang belum pernah aku rasakan sebelum nya,, jemarinya yang telah melepas kan payudaraku kini dia bergantian mengusap - usap perutku yang rata hingga jemarinya berhenti di satu titik,,, Di tengah area sensitif ku.. Saat dia menyadari area lembab ku sudah sangat basah dia memasukkan pusaka milik nya yang sudah mulai bergerak membesar.. Aku melihat pusaka milik nya yang begitu menantang se akan siap untuk memasuki goa indah milikku.. Aakkkkkkkhhhhhhhhh " Desahan ku kembali saat merasakan pusaka milik nya yang menerobos masuk ke dalam goa indah milikku,, Aku tak bisa menahannya ingin rasanya aku berbaring saja merasakan nya tapi itu semua tak mungkin karena kita berada di dalam kamar mandi,, Dia memegang salah pahaku dan mengangkat nya lebar - lebar untuk memberi jalan yang luas agar pusaka milik nya bisa keluar masuk tanpa adanya hambatan Dia bergerak maju mundur memainkan pusaka milik nya dan membuat goa indahku sangat basah. Aku tak menyadari jika aku sudah beberapa kali mengeluarkan cairan termanisku,, cairan yang hanya bisa keluar saat goa indah yang aku miliki dia masuki oleh pusaka milik nya.. Dia bermain dengan sangat cepat hingga keluar suara " Caappppsssss caappppsssss " Kulit yang berbulu halus itu menyentuh pipi tembem ku bagian bawah.. " Aaaagggghhhhhhh" Teriak ku kembali dan aku menjambak rambut nya saat dia mengigit p****g milikku Dia menghisap dan mengigit nya, geli bercampur sakit itulah yang aku rasakan saat ini... Dan tangan yang satunya tetap setia memegangi paha ku agar terbuka sangat lebar.. Kini posisiku sudah berganti,, aku membukukan badanku dan sedikit menungging membelakangi tubuhnya,, Kini jemarinya memainkan kedua bokongku membelahnya dan melihat goa indah milikku,, tak butuh waktu lama dia memasukkan pusaka miliknya dari arah belakang,,, " Akhhhhhhh nikmat " Desahan yang dia keluar kan dari mulut nya,, Dia semakin bergerak secepat mungkin memaju mundurkan pusaka milik nya,, Hingga telah tiba waktunya dia mengerang dengan sangat hebat " Aaakkkkkkkkkhhhhh eeeeeeehhhhmmmmm " Teriak nya saat mengeluarkan cairan yang putih dan kental milik nya ke atas punggung ku Kini cairan itu muncrat ke segala arah, menjurus ke rambutku karena saking kencangnya...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD