.
Aaakkkkkkkkkhhhhh eeeeeeehhhhmmmmm "
Teriak nya saat mengeluarkan cairan yang putih dan kental milik nya ke atas punggung ku
Kini cairan itu muncrat ke segala arah, menjurus ke rambutku karena saking kencangnya...
*
*
Ke esokan harinya aku yang telah menjadi istri palsunya,,
Aku setuju dengan nya untuk membantunya agar bisa terhindar dari istri Sah nya,,
Aku juga tak tahu apa yang akan terjadi jika suamiku tau apa yang aku lakukan,,
Saat aku berdiam diri di ruang tamu,, aku mendengar suara getaran yang berasal dari ponsel ku
" Drrrtttttttttt.......
Drtttt....
Getaran itu terus berbunyi dan aku mengambil ponsel ku yang tak jauh ku letakkan di meja tepat di depanku
Aku melihat suamiku memanggilku siang itu
Aku masih berfikir antara mengangkatnya atau tidak,, hatiku bimbang dan ragu di pikiran ku yang masih mengingat dengan jelas saat dia sedang bermesraan dengan wanita lain sungguh mengingatkan aku akan sakit hatiku..
Karena dia karena ulah dia aku menerima setiap perlakuan tetangga ku..
Dan aku yang kini telah memegang ponsel ku aku berniat untuk mengangkat telpon darinya
" Halo " Ucapku dengan nada ketusku
" Lagi apa? " Tanya nya dari sebrang telpon genggam ku
" Duduk " Jawabku dengan singkat karena aku masih merasakan malas untuk berbicara dengan dirinya
" Sayang maafkan aku atas kejadian tempo hari yang tiba-tiba meninggal mu begitu saja, aku begitu merasa lelah dengan pekerjaan ku yang membuatku jauh darimu " Kilahnya padaku
Dan aku yang mendengar kan penjelasan darinya aku tak tahu harus bersikap seperti apa,, haruskah aku mengatakan dengan jujur jika aku telah mengetahui dia sedang bersama dengan yang lain ataukah aku yang harus bersikap jujur jika aku juga sudah berselingkuh dan tertarik dengan gairah tetangga ku..
Dan aku
" Iya tidak apa-apa maafkan aku juga jika aku masih belum bisa membuatmu bahagia bersama ku " Jawabku dengan nada yang biasa saja
Aku memutuskan untuk menyimpan rapat - rapat apa yang telah terjadi padaku dan dirinya
" Kapan kamu akan pulang? " Tanyaku dari sebrang telpon milikku
" Baiklah aku bersyukur jika kamu ternyata tidak marah padaku, mungkin lusa kalau tidak minggu depan aku bisa pulang dan bertemu denganmu " Jawabnya padaku aku mendengar suaranya seperti orang yang sedang kelelahan
Hatiku begitu hancur saat mendengar nya,, aku yang begitu mencintai suamiku tapi aku juga tidak tahu kenapa aku bisa tergoda oleh tetangga baruku, perasaan yang saat ini sedang menggeluti hatiku
" Ya sudah aku tutup telfon nya ya " Ucap ku padanya saat aku tak ingin lagi berbicara dengan dirinya yang telah berselingkuh dariku
Aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya aku hanya sedang menikmati apa yang telah terjadi dan menikmati setiap alurnya
Biarlah seperti ini kisah ku dengan dirinya dan kisahku dengan tetangga baruku yang sangat menggoda imanku , aku akan siap menerima apa yang akan terjadi selanjutnya
Tak lama kemudian setelah aku menutup telepon genggam milikku dan mengakhiri panggilan telepon ku dengan suamiku,,
Aku mendengar jika ada orang yang sedang berjalan mendekat ke arah ku
Aku menoleh ke arah suara itu dan ternyata oliver sudah ada di belakang ku saat ini
" Ada apa? " Tanyaku yang terkejut saat melihat kedatangan dia dengan tiba-tiba
" Hmm ayo kita pergi menemui istri sah ku dan jangan lupa akan rencana kita yang kemarin ingat kamu sudah berjanji jika akan menjadi istri sirihku yang pura-pura " Ucap ajakan oliver kepadaku
Aku menghela nafasku dalam - dalam dan menghembuskan nya dengan sangat kasar
"Hwuuuuuhhhhhhhhh " Suara dari hempasan nafasku
Aku melihat raut wajah oliver yang menyeringai kepadaku
" Ada apa ? " Tanyaku ketus padanya
" Tidak hanya sedikit lucu saja " Jawab oliver dengan memandang wajahku yang cemberut
" Apa nya yang lucu, jangan becanda dech habis ini kita akan menjemput masalah antara aku kamu dan dia " Ucapku pada oliver
" Santai saja, dan jangan gugup jika kamu tidak mau ketahuan oleh Sabrina" Ucap oliver padaku
" Loh siapa sih namanya kemarin kamu bilang namanya Bila sekarang Sabrina jangan membuat ku semakin binggung, nanti bisa-bisa aku mengacaukan semuanya olehnya " Tanyaku pada oliver
" Iya namanya adalah Sabrina bila dan aku biasa memanggilnya dengan sebutan Bila o'on" Jawab oliver dengan menarik tanganku agar aku segera berdiri dan pergi dengan dirinya
" Ow bilang dong biar aku gak banyak bertanya gini, eh iya Tunggu dulu masak aku berpakian seperti ini " Sahutku pada Oliver
" Gpp udah pakai baju seperti itu saja jangan berlebihan, sudah di tunggu Sabrina di resto nanti kita terlambat lagi, aku ingin segera menyelesaikan masalahku dengan dirinya aku tidak mau berlarut-larut dalam masalah ini " Ucap Oliver
"Hmmm ya sudah terserah kamu saja Baiklah kalau begitu ayo kita pergi oh iya tapi nanti jika terjadi suatu hal yang tidak kita ingin kan aku tidak bertanggung jawab atas semua itu ya " Tanyaku pada Oliver yang masih gugup dan takut jika akan terjadi hal buruk
" Iya iya haduh bawel banget sih cewek yang satu ini, bikin aku pusing aja " Jawab Oliver sambil mencubit kedua pipiku dengan jemarinya
Aku merintis kesakitan dan mencoba melepaskan jemarinya yang terus saja mencubit pipiku
Setelah bebrapa saat menit telah berganti menit kini aku dan Oliver sudah berada di dalam mobil Oliver,, aku lebih memilih memandang ke arah jendela yang memperlihatkan kiri jalan dengan banyak pepohonan yang rindang, saat aku mengendarai mobil dengan Oliver jalanan yang menuju ke tempat Sabrina yang telah menunggu nya tidak begitu macet hingga hanya butuh waktu lima menit saja untuk sampai disana
Saat ini aku dan Oliver sudah berada di depan rumah makan yang sangat besar..
Sabrina memilih makanan korean food untuk mengajak kami bertemu disini..
Aku melangkah kan kakiku untuk masuk ke dalam restoran itu bersama dengan Oliver, dia menggandeng tanganku dan aku yang tak ingin berjalan bebarengan bersama dirinya aku lebih memilih untuk berjalan di belakang nya seperti seorang kakak yang sedang nenggadeng tangan adiknya
Aku dan postur tubuh Oliver sangatlah berbeda dia dengan tubuh kekarnya yang tinggi dan besar dan aku yang mempunyai tubuh yang kecil tapi p******a dan b****g yang aku miliki sangat besar..
Oliver melihat lambaian tangan dari Sabrina yang menandakan aku dan Oliver untuk mendekati nya,,
" Hai " Sapa Sabrina kepada Oliver dan dia melakukan ciuman kanan dan kiri nya kepada Oliver
Sabrina melirik matanya padaku dengan sekilas seolah mengisyaratkan aku untuk pergi saja dari mereka
Aku tidak memperdulikan nya,, aku membuang wajahku untuk lebih tak menghiraukan nya
Dan saat Sabrina ingin memeluk tubuh Oliver, Oliver segera mendorong tubuh Sabrina untuk menjauh dari tubuh nya..
Kami bertiga kini duduk bersama di meja makan yang telah di pilih oleh Sabrina
Dan Sabrina yang tak menganggap kehadiran ku sedikitpun dia lebih memilih mengacuhkan aku..
" Kamu mau pesan apa sayang? " Tanya Sabrina kepada Oliver
" Terserah kamu saja, kamu mau pesen apa Rora ? Tanya Oliver padaku dan dia lebih memilih untuk mengacuhkan Sabrina ,,
" Apa aja yang kamu pesan aku juga mau kok " Jawabku karena aku tak tahu apa yang ada di menu korean food itu
Jujur saja aku tak pernah sekali pun pergi ke tempat mewah seperti ini bagiku ini adalah makanan baru yang akan aku makan siang ini
" Yakin kamu mau apa saja, oke aku akan pilihkan makanan yang terbaik di sini " Jawab Oliver dengan nada tenang dia tahu kalau aku sedang gugup saat ini
" Kenapa kamu tidak memperdulikan aku? Aku masih istri SAH mu aku masih berhak atas dirimu " Sahut Sabrina yang di acuhkan oleh Oliver
" Aku tidak peduli lagi dengan dirimu bukankah kamu yang lebih dulu untuk mengacuhkan aku, dan aku hanya membalas setiap perlakuan kamu saja " Jawab Oliver kepada Sabrina
" Jangan seperti itu aku tau kamu marah padaku, bukankah aku sudah minta maaf padamu kemarin kenapa kamu seperti ini tega sekali kamu membawa gundikmu ini bersama dengan kita " Ucap Sabrina dengan begitu jahatnya seperti tak mengharapkan kehadiran ku disini
Aku melihat nya dengan sangat sarkas,, aku memandang kedua bolanya yang lentik itu, sungguh aku ingin menjambak rambutnya yang halus itu tapi aku merasakan jemari Oliver yang menggenggam ku yang berada di atas pahaku..
Dan dia berbisik padaku " Jangan termakan ucapan Sabrina "
Dan kau yang mendengar ucapan Oliver aku segera mengalihkan pandangan ku ke arah lain dalam hati aku berusaha menenangkan diriku sendiri,, aku yang nampak bodoh di depan Sabrina dan aku mau maunya menuruti apa yang di minta oleh Oliver kemarin, aku jadi merasa menyesal telah datang kesini dan ini adalah kesalahan terbesar ku
Aku seperti menjemput mautku sendiri..
Wanita yang aku hadapi di depan ku ini adalah orang yang sangat menakutkan bahkan mulutnya saja yang berbicara bisa menusuk ke dalam hatiku
Setelah beberapa menit makanan yang kami pesan akhirnya datang juga,,
Pelayan yang membawa makanan kami begitu banyak dan ada beberapa minuman yang pelayan sajikan termasuk ada SOJU,, di salah satu hidangan yang pelayan bawa saat itu..
Aku tak tahu harus menyentuh makanan yang mana dulu aku hanya mengenal salah satu makanan korea itu yaitu adalah "SusHi " Dengan gugup aku mengambil sumpit di atas meja dan aku mengambil Sushi yang ada di hadapan Sabrina itu,,dengan santainya aku menyuapkan ke dalam mulutku dan Sabrina yang melihatku dengan pandangan jijik nya,,,
" Ada apa " Tanyaku pada Sabrina
" Kamu tidak salah makan?" Tanya sabrina padaku " Kamu tadi mesanin dia apa sih kok bisa dia ambil makanan ku? " Lalu dia juga bertanya kepada Oliver
Aku tidak tahu jika makanan yang aku makan ini adalah makanan miliknya,, aku merasa malu dan sontak menutup mulut ku rapat - rapat dan segera mengunyah makananku dengan cepat hingga aku telah tersedak..
" Hukkkkk _ huukkkk "
Suara tersedak ku yang membuat aku menjadi sangat panik lalu aku mengambil minuman dengan asal,,
" Huuuueeekkkkkkk " Aduh aku jadi muntah " Aku telah salah mengambil minuman itu
Aku kira itu adalah air putih tapi ternyata itu adalah Soju
Setelah aku memuntahkan makananku Oliver membantu ku memberi tissu, sungguh aku merasa sangat malu dengan tingkah laku ku.. Dan aku yang meminta ijin kepada Oliver untuk pergi ke kamar mandi..
Aku segera berlari menuju kamar mandi dan Setelah di kamar mandi Aku membersihkan badanku yang terkena muntahan dariku,,
Aku bercermin di kamar mandi dan aku membenturkan kepalaku disana,, " Malu - maluin goblokkk " Lirih ku di dalam kamar mandi
" Emang sangat memalukan w************n " Sahut seseorang dari arah belakang ku
Aku tak tahu jika Sabrina telah membuntuti aku ke dalam kamar mandi wanita,,
Dia tiba-tiba muncul di belakang ku saat ini.. Dan menjambak rambutku dengan sangat kencang hingga aku tersungkur ke lantai kamar mandi.. Tubuhku yang terhempas kan ke dinding sebelum aku tersungkur,,
Aku tak ambil diam saat dia memperlakukan aku seperti itu..
Aku beranjak dan membalas menjambak rambutnya dengan sangat kencang hingga rambut pasangan yang dia kenakan sampai copot
Aku terbelalak melihat nya, aku tak menyangka jika rambut yang bagus itu ternyata palsu..
Dia tak ambil diam saat rambutnya lepas, dia segera merebutnya dari genggamanku seperti seorang anak kecil yang merebut permen dari teman nya
Ya itu yang aku lakukan dengan dia..
Kita menarik tambah rambut Sabrina palsu itu..
Dan aku yang bersih kokoh tidak akan melepaskan rambut palsu miliknya..
Dia menendang pahaku hingga aku merasa kesakitan dan melepaskan rambut palsu miliknya..
Lalu dia juga menendang ku dengan sangat keras di bagian kakiku..
Hingga aku berteriak sekencang mungkin
" Tolong _ tolong " Teriakku di dalam kamar mandi
Sabrina seperti kehilangan akal dia menjambak rambutku kembali sesaat setelah memakai rambut palsu nya dan dia mencakar wajahku dengan kuku jarinya yang sangat panjang
Kini wajahmu merasakan perih khusunya di bagian pipiku..
Mungkin tidak ada yang mendengar teriakan dariku karena tidak ada orang yang datang satu pun ke kamar mandi milik restoran itu..
Sabrina melanjutkan aksinya untuk memukul lenganku..
Aku sudah tidak bisa berkutik lagi,,
Hanya rasa sakit yang aku rasakan saat ini..
Hingga aku mendengar ada seseorang yang sedang berlari menuju ke arah ku..
Yaitu Oliver dia melihat ku yang terpuruk dan tersungkur di lantai..
Dia segera menolong ku dan menjauhkan Sabrina dariku..
Dia mengehempaskan tubuh Sabrina hingga dia tubuhnya membentuk dinding kamar mandi
" Kamu kenapa jahat sekali dengan aurora, dia tidak bersalah " Ucap Oliver saat memandang dengan penuh kemarahan kepada sabrina aku melihat kedua tangan Oliver yang menggenggam sangat erat dan kedua bola matanya yang nampak memerah itu sedang memelototi wajah Sabrina
Beberapa saat setelah Oliver ke dalam kamar mandi kemudian di susul oleh segerombolan pegawai dari resto itu karena mendengar keributan di kamar mandi..
Kini Oliver mencoba menolong ku dan membantu ku berdiri..
*
*
Hari ini adalah yang sangat buruk bagiku,, aku yang salah mengambil makanan hingga aku salah yang meminum dan kini aku terjatuh di kamar mandi karena ulah seseorang..
Oliver segera membantuku untuk pergi dari kamar mandi itu dia membawaku keluar dari kamar mandi,,
Dia tidak peduli lagi terhadap Sabrina,, kita meninggalkan nya begitu saja..
Aku hanya diam saja saat Oliver membopong tubuhku yang sangat lemas dan aku merasakan sakit di semua tubuhku.
Setelah keluar dari resto itu Oliver segera membawaku ke rumah sakit untuk mengecek apakah ada luka serius yang aku alami dan beruntung nya aku tidak ada luka serius di tubuhku hanya saja terdapat luka memar dan sedikit goresan karena cakaran maut oleh Sabrina..
Setelah semua selesai kita langsung menuju kerumahku, dan aku yang masih diam saja tak banyak bicara begitupun juga dengan Oliver yang lebih memilih untuk berdiam diri kala itu.
Aku tak tahu apa yang di pikirkan oleh Oliver, aku menunggu kata maaf darinya tapi dia tak mengatakan sepatah kata pun kepadaku, sungguh hatiku benar-benar kecewa di buatnya
Di dalam pikiranku berkata Oliver adalah orang yang sangat jahat begitu pun dengan istrinya
Sepasang suami istri yang sangat kejam itulah kesamaan mereka mungkin mereka pantas di sandang dengan sebutan sepasang pasangan SADIS
Pikiran itu terus saja memenuhi otakku,,
Hingga akhirnya mobil yang kita tumpangi kini telah berhenti di depan rumah Oliver
Aku lebih memilih untuk turun duluan dari pada Oliver,,
Aku melangkah kan kakiku dan mempercepat kakiku karena ingin segera berada jauh darinya
Tapi saat aku berjalan dengan cepat Oliver kembali membopong tubuhku,,
Dia menggendong tubuh kecilku
" Lepas kan biarkan aku pulang sendiri " Tolak ku kepada Oliver yang memberontak daat dia membopong tubuhku yang kecil
" Diam saja, jangan banyak bicara atau kamu akan jatuh dari gendonganku " Jawab Oliver yang tak memperdulikan rengekanku
Dia terus membawaku untuk masuk ke dalam rumahku,, dia meletakkan tubuhku di atas sofa
" Diam disini jangan kemana-mana " Ucap Oliver setelah meletakkan badanku di sofa dan dia berjalan menjauh dariku
Aku tak tahu apa yang dia lakukan aku hanya memandangnya saja dan melihat punggung nya yang sudah menjauh dari pandangan mataku
Menit telah berlalu aku tak meliha lagi dia ,, aku menunggu nya dengan sangat resah hingga aku tak sabar dan beranjak dari sofa ku,, aku berjalan menuju ke dapur untuk minum air putih karena aku merasakan tenggorokan aku yang begitu merasa sangat haus
" Apa yang kamu lakukan? " Sahut Oliver di belakang ku saat aku membuka kulkas ku untuk mengambil air dingin yang ku letakan di dalam kulkas
" Kamu gak lihat aku sedang minum " Jawabkku sambil meminum air putih yang ada di genggaman ku
" Sudah ku bilang tunggu disana dan jangan kemana-mana kenapa kamu tidak mau menurut dan selalu saja melakukan seenakmu saja " Sahut Oliver yang bersandar di dinding dekat kulkas
" Kelamaan aku menunggu kamu, haus tau " Jawabku dengan singkat
Oliver merebut gelas kaca yang ada di genggaman ku dan dia meletakkan gelas itu ke meja yang dekat denganku . .
Dia lalu membopong tubuhku lagi tanpa basa basi
" Apa sih kamu ini, lepas kan jangan menggendong ku dengan se enaknya " Tolak ku kepada Oliver yang terus saja berjalan nampa memperdulikan ocehan ku
Sungguh aku merasa sangat kesal pada dirinya, dia membawaku ke dalam kamar mandi dan meletakkan tubuhku ke bath up dengan berisi air yang hangat
"Berendam lah supaya memar di tubuhmu bisa sedikit ter atasi dan tubuh mu akan terasa lebih rileks jika berendam di dalam air hangat " Ucapnya padaku
Aku terpana akan kata - katany yang seolah-olah sangat memperhatikan aku sore ini
Tanpa basa basi lagi aku segera menuruti apa yang semua Oliver katakan,,
Dan setelah Oliver mengatakan itu dia langsung pergi meninggalkan aku didalam kamar mandi
Aku pikir aku akan melakukan nya kali ini juga di dalam kamar mandi tapi itu hanya dugaanku saja
Aku bernafas sangat lega saat melihat kepergian nya kini aku bisa dengan leluasa merendamkan tubuhku di bath up yang berisi air hangat itu
Benar apa yang dia katakan kini tubuhku merasa sedikit rileks dan memar di tubuhku sudah agak merasa enakan ,,
Aku berendam cukup lama hingga hampir satu jam aku berada di dalam kamar mandi
Setelah aku merasakan agak enakkan aku berniat untuk menyudahi acara berendam ku dan kini aku segera melangkah kan kakiku untuk berjalan keluar dari kamar mandi
Betapa terkejut nya aku saat aku mencium aroma harum yang sangat enak yang berasal dari arah dapurku..
Aku berjalan mengikuti aroma yang enak itu , aroma itu seperti memanggil - manggil perut ku yang kosong
Setelah aku sampai di dapurku aku melihat Oliver sedang menata makanan di atas meja makan
Aku melihat dia memasak daging rendang dan ada juga steak beserta kentang dan jagung yang ada di pinggiran steak
Mataku terbelakak melihat nya,,
Tak perlu pikir panjang aku segera mengambil kursi aku segera meletakkan bokongku di kursi itu
Aku tak memperdulikan Oliver yang berada tak jauh dariku, aku segera mengambil makanan yang aku sukai dan aku makan dengan lahap nya hingga Oliver yang memperhatikan aku seperti orang yang tidak pernah makan beberapa hari ini
" Pelan - pelan semua makanan ini untukmu aku tau kamu sangat merasa lapar bahkan semenjak di restoran tadi kamu belum makan apapun kan?" Tanya Oliver kepada ku saat melihat kedua pipiku yang mengembung karena banyaknya makanan yang aku suapkan ke dalam mulut kecilku
" Enak - enak " Hanya itu jawabku saat aku memakan semua makanan Oliver dengan sangat rakus
*
*
Setelah selesai makan mataku mulai merasa kantuk yang sangat luar biasa,,
Aku melangkah kan kakiku menuju kamarku
Aku tidak peduli dengan Oliver " Terserah kamu mau ngapain aja, aku tidak peduli aku ngantuk jangan ganggu aku " Ucapku sambil melangkah menjauh dari tempat duduk nya
Dia tau jika saat ini jiwa dan ragaku sedang tak baik - baik saja
Malam itu terlewati begitu saja..
Aku menghabiskan malam ku di dalam kamar hingga aku terbangun saat pagi menyapa ku..
Silauan matahari yang menyialukan kedua mataku
" Duh silau " Lirih ku sambil mengucek - ngucek kedua mataku yang masih merasa kantuk
" Bangun udah pagi " Suara seseorang yang telah membuka tirai kamar ku sehingga sinar matahari bisa tembus masuk ke dalam kamar ku saat ini
*
*
Beberapa jam telah berlalu seperti biasa Oliver yang menyiapkan segala sesuatu nya,, dia yang memasak dan membersihkan rumahku,,,
Kriiingggg ....
Kringggg....
Suara bel berbunyi dari luar pintu rumahku
Aku segera berlari untuk membukakan pintu, dan aku melihat ada seseorang yang berdiri di ambang pintu ku
Yaitu seseorang yang mengantarkan surat dari kepolisian jika aku dan Oliver sedang di " SomaSi " Oleh Sabrina
" Hah " Ucapku yang melotot ke arah surat itu
Gugatan pengadilan karena telah melakukan aniaya dan tindakan tidak terpuji " Kok bisa " Pikirku dalam hati
Dan bukanlah seharusnya aku yang melaporkan dia
Kepada polisi...