BAB 9

1285 Words
Dan bukanlah seharusnya aku yang melaporkan dia kepolisian karena telah menyakiti aku Tapi ini kokk sebaliknya,, dan aku segera berlari untuk memberi tahu kepada Oliver tentang apa yang ada di genggaman ku ini... " Tenang saja kamu jangan khawatir " Ucap Oliver dengan santai kepadaku " Kok bisa sih kamu setenang itu, kasih solusi dong gmnaa ini kita dapat panggilan dari kepolisian gimana dong? Seharusnya aku kan ya yang harus laporin istri mu itu ke polisi kok malah sebaliknya? " Ucapku dengan rasa panik " Tenang dulu santai dong, kenapa risau sih ada aku " Jawab Oliver yang merebut kertas panggilan yang ada di tanganku " Di somasi kita, duh tenang aja serahkan semua padaku " Ucap Oliver kepada ku " Oliver... Gimana cara kamu menangani permasalahan ini, aku gak mau ya terseret lebih dalam lagi dengan semua masalah rumah tangga kamu, pokoknya aku gak mau tau kamu harus bertanggung jawab " sahutku kepada Oliver " Iya iya bawel,, udah diem dech ini kan lagi mikir,, bawel banget sih jadi perempuan " Jawab Oliver kepada ku " Hmmm terserah kamu aja " Sahut ku kepada Oliver dan aku berlalu pergi meninggalkan dia Aku duduk termenung di dalam kamarku, hatiku menjadi galau dan sangat risau,, dan aku tak tahu apa yang aku rasakan saat ini,, Bruaaakkkk... Di dalam kamarku aku mendengar suara pintu yang tertutup dan aku melihat Oliver yang sudah keluar dari rumah ku,, aku melihat ke arah cendela dan sepertinya Oliver yang tengah sibuk sedang menghubungi seseorang.. Aku pikir masalah tadi malam akan selesai begitu saja, aku tak menyangka masalah ini menjadi panjang lebar... Saat aku sedang melihat Oliver, aku juga melihat mobil suamiku yang mendekat ke arah rumahku,, Aku yang malas keluar dan malas bertemu dengan suamiku " Duh kenapa pulang di waktu yang gak tepat sih " Lirih ku sambil berlari ke atas tempat tidurku Dan aku yang saat ini sedang pura-pura tertidur karena aku masih tak ingin bertemu dengan dirinya, Aku mendengar suara langkah kakinya yang seperti mendekat ke arahku.. Suara langkah itu kini telah berhenti dan aku yakin suamiku kini sudah berada di kamar tidurku.. " Sayang kamu tidur? " Ucapnya sambil mendekat ke arah ku Dan aku yang masih pura-pura untuk tidak mendengar nya Aku diam saja dan terus saja menutup kedua mataku Aku merasakan selimut ku yang seperti nya bergerak sendiri dan suara tempat tidurku seperti ada seseorang yang sedang bergerak mendekat ke arah ku Benar,, kini suamiku telah tidur di sampingku dan dia memeluk ku seolah dia menahan rasa rindunya karena telah lama kita tak bertemu.. Hingga akhirnya aku membuka mataku saat dia mencium pipi kiiriku dengan hidungnya " Kamu " Tanyaku padanya yang seolah-olah terkejut " Hmmm udah bangun? " Jawabnya yang menatapku di atas tempat tidur ku Tangan suamiku yang kini berada di atas perutku,, dan dia mencium lekuk leherku dia menceruk kan Kepala nya kepada ku.. Betapa kagetnya dia saat melihat ada bekas cakaran di pipiku dan jidatku yang nampak membiru dan ada sedikit benjolan . " Wajahmu kenapa? Ucapnya sambil membelai rambut yang menghalangi wajahku " Tidak ada apa-apa, hanya luka sedikit saja " Jawabku dengan singkat karena aku tak ingin dia mengetahui apa yang telah terjadi padaku " Yang bener, ini luka serius loh sayang lihat luka cakaran ini dan jidatmu kenapa sampai luka - luka begini sih? Jangan - jangan ada maling yang datang kesini dan kamu di gebukin oleh maling itu " Ucapnya yang terlihat sangat khawatir saat melihat semua lukaku di wajahku " Apa? Maling? Jangan bercanda dech masak iya aku di pukulin maling yang ada bukan maling yang mukulin aku bisa - bisa mati aku kalau ada maling beneran, iccchhh kamu ini " Jawabku dengan nada sewot kepada nya " Lah terus kenapa? Cerita dong biar aku tau atau jangan - jangan kamu bertengkar ya sama ibu - ibu di kompleks ini? " Tanyanya kembali padaku " Tidak sayang tidak, semua dugaan mu itu salah semua, aku di terjatuh tadi di kamar mandi dan saat aku mau bangun tak sengaja aku terpeleset lagi saat aku mau berpegangan di cermin kamar mandi " Kilahku kepada nya dan aku terpaksa berbohong dan mencari alasan lain " Kok bisa sih makanya hati - hati syang, lagian kamu sendiri juga aneh cermin kamu pegangin ya pasti licin dong " Jawabnya padaku seolah-olah dia percaya apa yang aku katakan padanya " Bukan cermin nya tapi pegangan di sebelah cermin, akhh kamu ini bagaimana sih " Ucapku yang merajuk kepada nya Beruntung nya tadi saat Oliver sudah pulang dari rumahku sehingga aku tak ketahuan jika sedang bersama Oliver tadi malam. "Bangun yuk lihat di meja makan aku sedang membawa apa untukmu " Ucapnya padaku yang mengajak aku untuk beranjak dari tempat tidur ku " Apa sih, kamu membawa apa? Aku masih kangen sama kamu, kamu tidak merindukan aku ya? " Ucap ku kepada nya Dan benar memang saat ini aku sedang merindukan dia di samping ku,, aku tak perduli jika dia berselingkuh di belakang ku,, selama dia tetap ada untukku aku akan selalu menerima dia sebagai suami SAH ku.. " Kangen sayang kangen banget,, laper aku dari pagi aku belum makan " Rengeknya padaku seperti biasanya " Ya ya ayook kita makan " Jawabku kepada nya dan sebenarnya aku sudah makan tadi bersama dengan Oliver dengan sangat banyak tapi saat suamiku mengajak ku untuk makan bersama aku tak bisa menolak nya,, aku tak punya alasan untuk tidak memakan apa yang dia bawakan untukku Kini aku dan suamiku sudah beranjak dari tempat tidurku dan sedang menuju ke meja makan Betapa terkejut nya aku saat aku melihat ada kue tar yang sedang berada di atas meja makan Kue tar dengan bentuk bunga mawar meerah dan bertuliskan " happy anniversary " Ya ampun aku lupa hari ini adalah hari peringatan pernikahan aku bersama dengan suamiku yang ke 5 Thn.. Aku tak menyadari nya,, dan benar-benar terlupa jika hari ini adalah hari yang spesial untuk ku dan dia.. Di hari anniversary kita yang ke lima tahun ini,, aku yang punya selingkuh dengan tetangga baruku dan dia yang mempunyai wanita lain di belakang ku,.. Sungguh perayaan yang sangat indah... Aku tak menyangka jika pernikahan ku akan ada berbagai bumbu di dalamnya, asam manis kecut pahit semuanya jadi satu.. " Happy anniversary sayang " Ucap nya kepadaku sambil mencium pipi ku dan membuyarkan lamunan ku kala itu " Happy anniversary juga sayang, semoga kamu selalu berada di samping ku " Lirih ku yang berdoa di anniversary ke lima tahun ini " Pasti sayang kenapa berbicara seperti itu, aku akan selalu berada di samping mu hingga kita menua bersama " Jawabnya kepada ku sambil memeluk tubuhku dengan sangat erat " Bener ya janji ya jangan pernah ninggalin aku demi wanita lain " Ku ajak dia untuk berjanji kepada ku Dan saat aku berbicara seperti itu aku melihat kedua bola matanya Bola mata yang se akan - akan menyimpan sejuta kebohongan di dalam nya Orang bilang kita bisa melihat kejujuran orang dari pancaran bola matanya,, dan aku sudah membuktikan semua itu,, bola mata yang bening dan bulat itu se akan memberi tahu ku jika suamiku telah memendam banyak sekali rahasia di dalam hidupnya.. Aku berharap aku akan selalu menjadi yang utama baginya,, Dan jika nanti dia akan berbicara jujur padaku aku berharap aku sudah siap mendengarkan curahan hati nya,, Apa yang kurang dari diriku dan apa yang dia inginkan.. Sbenernya aku sekali ini mengungkapkan ini semua, aku tak tahan melihat nya,, tapi lagi lagi hatiku berkata lain... Tindakkan ku berbeda dengan apa yang aku pikirkan,, dan apa yang aku lakukan saat ini aku hanya mengikuti saja permainan yang di berikan oleh suamiku. Dan aku berharap dia tak pernah mengetahui hubungan denganku dan tetangga baruku yang sangat tampan itu di bandingkan dengan suamiku..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD