Bab 10

1765 Words
Dan aku berharap dia tak pernah mengetahui hubungan denganku dan tetangga baruku yang sangat tampan itu di bandingkan dengan suamiku.. Dan di tengah-tengah saat aku menikmati kemesraan ini bersama dengan suamiku.. Aku mendengar berkali-kali ada suara getaran yang berasal dari jas suamiku,, " Kenapa tidak di jawab sapa itu penting " Sahut ku yang tiba-tiba merubah suasana " Biarkan saja aku sedang menikmati saat bersama bahagia ini bersamamu " Ucap Joy kepada ku Joy adalah anak dari orang yang sangat kaya raya,, orang tua joy mempunyai banyak sekali perusahaan,, termasuk yang Joy pegang ini, Joy bisa mendapatkan posisi sebagai CEO berkat dari orang tuanya dan mungkin jika tidak karena kedua orang tuanya Joy bisa saja menjadi lelaki yang biasa saja Karena aku yang begitu mengenal Joy, dia sebenarnya adalah orang yang sangat pemalas bahkan dulu saat kuliah Joy sering tidak masuk alasannya adalah karena dia sedang tidak MOOD dalam mata kuliah yang tidak dia sukai,, JOY adalah anak yang sangat manja dia anak tunggal dari kedua orang tua yang sangat kaya raya itu,, hidupnya begitu mewah dan selalu di penuhi dengan banyak harta,, Apa yang dia inginkan dan apa yang di minta selalu saja terpenuhi bahkan dia tak pernah merasakan kekurangan sedikitpun.. Dulu saat aku satu sekolah bersama dengan dirinya saat aku duduk di bangku SMA JOY yng terkenal sebagai anak Sultan Karena dia begitu terlihat yang paling mencolok di antara semua siswa satu sekolah itu Bahkan sekolah itu adalah milik keluarga Joy,, semua pada takut dengan Joy Hingga suatu ketika Joy saat melakukan sebuah masalah besar, dia membuat onar di sekolah tapi semua guru tak berani menegurnya hingga suatu ketika ayah Joy yang turun tangan langsung mengenai masalah itu.. Dia kepergok sedang bercium dan b******u rayu di dalam kamar mandi wanita dengan seorang siswi yaitu Rani Setelah kejadian itu aku tak pernah mendengar kabar dari Joy lagi dia berubah 360 derajat menjadi siswa yang sangat pendiam hingga aku bertemu kembali dengan dirinya di salah satu universitas .. Aku tak menyangka jika aku akan menikah dengan orang dengan sebutan anak Sultan, saat aku dan Joy melakukan maalam pertama aku terkejut saat melihat ada sebuah tato kecil bergambar bunga nawar merah di sebelah pinggang nya.. Pernah aku bertanya pada dirinya dulu " Apakah arti dari bunga mawar kecil yang ada di sebelah punggung mu itu " Tapi dia menjawab " itu hanya sebuah gambar tidak penting dan tidak usah di bahas lagi " Jawaban yang membuat aku semakin penasaran hingga saat ini Aku jadi berfikir apakah bunga mawar itu adalah sebuah simbol dan berkaitan dengan selingkuh nya JoY padaku sekarang ini Terlalu banyak rahasia dari Joy yang tidak pernah aku ketahui sebelum nya hingga akh sudah bersama dengan dirinya lima tahun ini tapi aku masih saja tak mengetahui apa yang dia sukai dan apa yang tidak dia sukai,, Dia jarang sekali berbicara denganku,, hanya jika dia ada maunya saja mau berbicara panjang lebar seperti sekarang,, Aku yang sudah hafal dengan watak dia,, jika dia begitu baik padaku bahkan sempat memberikan ku kejutan seperti ini itu artinya dia menyembunyikan rahasia besar dariku .. Saat ini aku dan Joy sedang makan bersama di meja makan,, Dia begitu terlihat menyayangi ku tapi aku tau jika dia hanya berpura-pura saja hari ini Sorot matanya yang seolah-olah mengatakan semuanya, ,, jika dia terpaksa melakukan semua ini.. Tapi aku hanya diam saja dan menurut dengan apa yang dia lakukan padaku,, hingga aku mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat ke arahku dan Joy yang sedang menikmati makan siang kita " Ooowww sorry sepertinya aku telah salah masuk ke dalam rumah " Ucap oliver yang terlihat terkejut saat melihat ada suami ku yang sedang duduk bersama dengan diriku " Hei siapa kamu? "Teriak Joy kepada oliver " " Aku " Tanya oliver sambil menujuk jemari nya ke arah wajahnya sendiri " Iya benar kamu, siapa lagi ? " Jawab Joy kepada oliver " Owh Hai kenal kan aku tetangga kalian namaku Oliver " Jawab oliver yang berjalan mendekat ke arah ku dan ke arah Joy di meja makan " Siapa yang mengajak kamu berkenalan " Sahut Joy dengan nada sewot nya "Ups sorry okey aku akan pergi jika kamu tidak mau berkenalan dengan ku, senang bisa bertemu dengan tetangga baruku ini " Jawab oliver seperti orang yang tak merasa bersalah " Dasar tetangga kurang ajar " Umpatan yang di ucapkan oleh Joy kepada oliver " Hei sudahlah lagian dia juga sudah pergi " Sahut ku kepada Joy Dan aku mengajak joy untuk duduk kembali " Apa kamu mengenal dia? " Tanya joy kepada ku " Hmm hanya sebatas tetangga, aku beberapa kali melihat dia saat aku sedang berolahraga pagi, kamu tau kan kebiasaan ku tiap pagi " Jawab ku dengan santai " Terus kamu berkenalan dengan lelaki itu? " Tanya Joy kembali padaku " Hanya sebentar " Ucapku yang tak memandang wajah Joy Aku takut jika aku banyak berbicara nanti malah akan semakin membuatku untuk berkata dengan jujur apa yang sudah aku lakukan dengan oliver " Btw bagaimana pekerjaan kamu? Kamu lama kan disini? " Ucapku yang mengalihkan pembicaraan kita " Hanya sebentar sayang, aku sangat sibuk akhir - akhir ini, maaf ya? " Jawab Joy dengan diriku " Hmm terus kamu bahkan gak akan menginap disini? " Ucapku lirih kepada Joy sambil menekuk wajahku " Tidak bisa tidak ada waktu nanti malam saja aku bahkan sudah ada janji jika aku akan meeting bersama dengan klien " Jawab Joy yang terus saja menolak permintaan ku " Klien? Meeting ? Malam - malam begitu? Ada janji? Memangnya mereka tak mempunyai keluarga gitu hingga malam saja masih terus melakukan pekerjaan " Sahut ku yang penasaran dengan apa yang akan Joy katakan lagi padaku " Ya gimana ya walaupun aku menjelaskan nya panjang lebar denganmu aku yakin kamu tidak akan pernah mengerti " Jawab Joy yang menyakiti hatiku kala itu Bak duri yang sedang menancap di hatiku, aku tau aku hanyalah ibu rumah tangga biasa uang yang tak mengerti akan dunia luar,, dan aku akui saat ini pengetahuan ku sangat lah minim sekali Aku tak pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita karir,, dulu cita - citaku aku ingin sekali menjadi wanita karir tapi itu tidak pernah kesampaian.. Hingga aku berujung dengan ibu rumah tangga yang katrok.. Facebook, i********: bahkan tik tok pun aku tak mengenal mereka satu pun saat ini, benar keadaann ku saat ini tidak kekurangan apapun aku berkelimang harta yang diberikan oleh suami ku hingga aku melupakan media sosial apapun, .. Dan aku yang menanggapi perkataan jahat yang dia lontarkan padaku " Hmm memang aku tidak akan mengerti dengan semua yang kamu lakukan aku sadar diri kok otakku terlalu rendah untuk mengetahui semua itu " Jawabku dengan nada sewot " Hei kenapa marah seperti itu, maaf jika aku menyinggung perasaan kamu, oke oke begini akun jelasin ya,, satu kadang pemimpin - pemimpin itu jika siang sampai malam hari terlalu sibuk dengan pekerjaan nya hingga sampai tak ada waktu jika harus meeting bersama denganku dan yang kedua meeting yang akan di lakukan denganku itu adalah sifatnya pribadi hanya masalah yang serius saja dan proyek besar yang aku tangani bersama dengan mereka dan kita telah sepakat untuk tidak membahas nya di jam kerja tapi waktu malam hari " Ucap Joy yang menjelaskan perlahan dengan diriku Dan dalam pikiran ku hanya satu yang aku tangkap yaitu masalah pribadi mungkin maksud nya dengan selingkuhannya Otakku terus terbayang-bayang saat melihat dia sedang mencium wanita lain " Hmmmm" Jawabku dengan singkat Aku melanjutkan makan siangku tanpa bertanya apapun lagi kepada nya,, Aku sangat kesal kala itu, tadinya aku begitu bersemangat karena dia telah pulang lebih awal dan bahkan sempet memberi ku kejutan Tapi di tengah-tengah ke romatisan aku dan dirinya harus mendengar perkataan yang jelek yang keluar dari mulut nya hingga membuat Mood ku yang tadinya bagus menjadi tidak mood Setelah selesai makan dia pamit untuk keluar karena akan menjawab telepon masuk dari seseorang Aku yang merasa curiga dan ingin tau dia sedang berbicara dengan siapa aku membuntuti nya keluar Aku mendengar kan semua percakapan nya, Mungkin saja selingkuh suamiku sedang merajuk di sana karena aku mendengar suamiku yang sedang berusaha untuk menghibur dan mencari seribu alasan agar wanita yang ada di dalam telepon itu tidak marah " Dasar lelaki b******n, masih juga sama istri sah nya berani - beraninya dia mengangkat panggilan masuk dari wanita lain " Lirih ku yang bersembunyi di balik tirai Dan saat aku melihat dia sudah selesai berbicara dan mematikan ponselnya aku buru - buru berlari untuk pergi dari tirai itu dan kembali ke meja makan " Telepon dari siapa? "Tanyaku saat melihat dia kembali dan mendekat ke arah meja makan " Hanya orang tidak penting seperti nya salah sambung " Kilah nya kepada ku saat itu " Salaah sambung tapi kok lama ngomong nya? Beneran salah sambung? " tanyaku kembali pada-Nya " Iya serius " Jawabnya dengan singkat dan dia melanjutkan makan siang nya kala itu Aku dan dia berdiam diri beberapa menit kita sama - sama menghabiskan makanan yang ada di meja makan itu Hingga suara nya yang memecahkan keheningan siang itu " Aku tinggal pergi lagi ya? Gpp kan? Ada urusan mendadak tadi dan aku baru ingat jika harus segera di selesaikan juga siang ini " Ucapnya dengan penuh dusta Aku tau saat ini suami ku sedang membohongi ku dan sedang memerankan sandiwara nya " Yakin mau pergi sekarang? Kamu tidak rindu ya pada ku? " Sahutku yang mencoba merayu nya " Sayang besuk aku janji akan mampir kesini lagi ya? " Jawabnya seperti orang yang tak berdosa " Mampir hei ini adalah rumah kita kenapa seolah kamu tidak ingin tinggal disini bersama ku? " Jawabku yang mulai terpancing emosi dengan ucap nya " Ow sorry _ sorry seperti nya aku membuatmu marah lagi oke oke kapan - kapan ya aku akan pulang kesini " Jawabnya kembali " Apa kapan - kapan? Apa sih mas maksud kamu itu? " Sahutku dengan nada yang sedikit kesal Dia menyapu wajahnya dengan sangat kasar " Haduh sepertinya aku salah bicara terus, ya sudah aku tinggal ya " Ucap nya dengan meninggal kan aku begitu saja Dalam hati ku aku merasakan suamiku sudah bukan suami ku lagi Aku merasa hubungan kita saat ini telah berbeda jauh, aku tak lagi mengenal suamiku seperti dulu " Dan apakah semua ini gara - gara wanita yang ada di belakang mu itu mas? " Pertanyaan itu terus saja mengelilingi otakku saat ini Begitu Pertayaan yang ingin aku tanyakan kepada nya tapi tak bisa aku lakukan jadi aku hanya diam saja saat melihat dia pergi meninggalkan aku begitu saja seperti seorang istri yang tak di anggap Itulah sebutan ku saat ini
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD