Keesokan paginya saat sedang sarapan pagi, Rian masih diam masih sulit untuk menerima kenyataan dan keputusan sepihak dari orang tuanya,untuk Hidup dia.
"Putri anak mamah kenapa diam aja gak mau makan,?" Tanya ibu nya.
Hannya diam saja. Ekspresi putri.
"Makan dulu,.. " ucap ibunya.
"Gak mau makan,. Soalnya dari tadi om Rian diam aja sama Putri.! "Ucap putri. Om Rian lagi marah sama Putri.
Rian yang melihat itu ,yang tadinya sedang marah dengan orang tuanya, melihat Putri sedang diam dia membuang semua pikirannya ke permasalahan hidup dia..
"Om gak marah ko ke kamu,." Ucap Rian. yang membujuk Putri.
"Boong buktinya Om dari tadi Diam Aja sama putri. !" Ucap putri.
"Om diam tadi lagi mikirin,. Nanti siang om mau makan apa yaaa, saking pusingnya karna semua makan enak, makanya om diam dah karna bingung mau milih apa,. " Ucap Rian ke putri
"Ohh begitu,. ?"Ucap putri yg kembali tersenyum.
Ayahnya yg melihat itu langsung tertawa.. serasa memegang kartu As Rian sekarang Ayah Rian sedang di Atas awan.
"Yuk abisin makannya, " ucap Rian..
Di lain tempat di kantor, Hanna sedang melakukan aktifitasnya bekerja dan saat itu dia baru selesai membersihkan toilet..
Saat dia sedang berjalan dia berpapasan dengan Rian, Rian sedang berjalan dengan seorang wanita yg cantik dan sekelas untuk Rian,, Hanna yg melihatnya merasa minder,dan dia berfikir apa dia layak untuk Rian,.
~Ting,,, Seeeeettt dak~ Suara Lift terbuka.
"Kaka... " Ucap suara anak kecil dan itu adalah putri.
"Hanna ,?" ucap Kak Elisa.
"Siang Bu Elisa,." Ucap Hanna
"Jagan panggil saya Bu, kita ini nanti satu keluarga, panggil aja Kaka " ucap Ka Elisa.
"Baik ka, " jawab Hanna
Kak Elisa melihat muka Hanna lesu sekali,dia berfikir ini wanita pasti belum makan siang.
"Kebetulan kamu ikut aku kita makan bareng " ucap Ka Elisa.
"Ehh ka tapi," . Ucap Hanna
"Ga usah tapi,.! " kak Elisa langsung menarik tangan Hanna mengajak makan siang bersama.
"Tolong antarkan dia ke ruangan Pak Rian, " ucap kak Elisa ke resepsionis.
Putri pun di antar ke ruangan Rian oleh resepsionis sedangkan Hanna dan Elisa pergi ke restoran kantor duluan .
Setelah sampai di restoran.
"Ka saya makan di tempat saya aja, di sini saya kurang nyaman merasa tidak pantas,." Ucap Hanna
Yg membuat Hanna tidak nyaman karna Hanna dia cleaning servis makan di restoran tersebut, orang-orang sekelilingnya melihat ke arah mereka.
"Duduk aja udh,,kita di sini pelanggan kita Raja,. " Ucap Elisa.
Beberapa menit kemudian Rian turun dengan Putri.
"Ko ada dia ka,? " Ucap Rian
"Hanna kakak yg ajak dia kesini.." ucap Ka elisa
"Malu-Malu'in aja ngajak makan cleaning servis, !" ucap Rian.
"Dia tamu kaka,duduk,!" Dengan nada marah ke Rian.
"Aku gak makan selera aku hilang, aku balik ke atas lagi . " ucap Rian dan melangkah pergi meninggalkan mereka.
"Hei jaga omongan kamu ya kurang ajar gak sopan Kaka gak pernah ngajarin kamu bicara seperti itu ke orang lain. " Ucap Ka Elisa dengan nada marah ke Rian.
Hanna yg mendengar perkataan seperti itu dari mulut Rian sakit hati, dia berfikir dia memang tidak pantas dengan Rian.
"Hanna Jagan di ambil hati ya perkataan Rian.
"Ka aku lebih baik makan di tempat aku aja terimakasih, " ucap Hanna , yang langsung bergegas meninggalkan kak Elisa.
"Haaaaa ." ucap Elisa.
Hanna pun pergi ke tangga darurat untuk menyendiri dia menangisi apa yg telah terjadi tadi..
"Putri kamu di sini bentar yah main sama Kaka ini bentar,mamah mau ngomong penting dulu sama Om Rian ,. " ucap Ka elisa lalu menyuruh karyawan mereka mengajak main Putri.
~ krak ~ suara pintu dibuka. Kak Elisa masuk dan menghampiri Rian.
~PLAK~ Sura tamparan yg sangat keras,. Rian hanya diam tidak bergerak.
"Inget kamu Kaka yang didik dari kecil,. Apa pernah kamu lihat Kaka merendahkan orang lain. !" Ucap Ka Elisa
"Jawab.! " Ucap Ka Elisa dan menjambak Rambut belakang Rian,
~ Drake ~ suara pala yang di jedotkan ke meja.
"Kaka udh lama gak beri kamu pelajaran de.!" Ucap Ka Elisa
~ Plak, Plak, Duk,. ~Suara pukulan dan jedotaan yang berulang kali.
Meskipun Kak Elisa seorang wanita Feminim anggun dan cantik, tapi dia bisa Taekwondo dan dia juga sudah bahan Hitam,. Makanya Rian selalu diam jika berhadapan dengan kak Elisa.
"Ayo sayang' nya mamah, kita pulang, om Rian lagi sakit kita di suruh pulang. "Ucap Elisa ke anaknya.. dan pergi meninggalkan Kantor.
Rian'pun pergi ke tangga darurat untuk menghilangkan steress'nya,. Dan tidak sengaja Hanna yg dari tadi di sana melihat Rian, yang menahan sakit, muka dia memar dan ada luka lecet juga yang mengakibatkan dia berdarah..Hanna naik dan menghampiri..( beda 1 lantai, tapi bisa terlihat').
"Mass sini aku obati. " Ucap Hanna.
"Diam Lo ini semua karna Lo, kalo aja gw gak di jodohkan sama Lo, hidup gw gak bakal kaya gini,. Ngaca Lo siapa. Dengan nada membentak ..!" ucap Rian ke Hanna .
Dan tidak puas Rian mendorong Hanna sampai jatuh, dan kaki Hanna membentur tangga.. lalu Rian meninggalkan Hanna.
Saat Rian melamun dan membayangkan apa yg dia lakukan di sedikit tidak enak juga,. Apa lagi saat Rian mendorong Hanna dia melihat Hp Hanna terjatuh,apa lagi Hp yg dia punya sudah tidak layak Hp model lama dan lagi Layarnya banyak retakan ..
"Akhhh ngapain gw mikirin dia,, " ucap Rian, lalu dia bangkit dan keluar kantor.
Saat keluar area kantor, Rian melihat Hanna berjalan dengan kaki yg terpincang-pincang.
Di lain tempat setelah pulang bekerja, Rian bertemu pacarnya, dia malam ini menginap di hotel,,
"Huuuu,ahhhh ,oooooo sayang." Desah wanita
~pok pok pok~ ahhhhhhhhhhhhhhhh
Saat melakukan olah raga malam ,Rian menyalakan rokoknya dan tanpa sadar dia memikirkan kesalahan dia yg tadi ke pada Hanna, apa LG sampai membuat Hanna susah berjalan.
"Akhhh kenapa gw mikirin dia,. " Dalam hati Rian.
"Sayang tumben kamu hari ini diam aja dari awal kita ketemu ada apa,? " Ucap pacar Rian.
"Ahhh gak ada apa apa ,cuman Masalah pekerjaan .." jawab Rian.
"Ooooohh..
* * * * *
Paginya di Kantor, saat Rian baru masuk dia melihat seorang wanita yg di senggol orang lalu barang bawaan nya terjatuh,, lantas Rian membantu dia merapikan dan membawakannya.
"Ke lantai berapa biar aku bantu,?"ucap Rian.
"Lantai 12,. " Jawab Hanna.
Dan ternyata wanita yang di tolong Rian itu adalah Hanna,. Di Lift mereka Hannya diam tidak ada sepatah kata apapun keluar dari mulut mereka.
~ ting~ seeeeeet ~ Sura pintu Lift terbuka.
"Ini.." ucap Rian.
"Makasih mas bantuannya .." ucap Hanna ,
Dan Rian langsung pergi. Hanna tersenyum dan dia merasa bahagia juga ke pada Rian setelah di bantu..
~Bersambung .