Sudah beberapa kali dia mencoba melakukan panggilan pada Delon. Tapi, tak tersambung. Nomor Delon masih tetap berada di luar jangkauan. Tania berdiri di depan apartemen Delon, beberapa kali menekan bell, namun hasilnya tetap sama. Dia tidak yakin Delon ada di dalam. Dia pun mulai resah ke mana Delon pergi? Kenapa tak mengabarinya? Tiba-tiba Polisi datang dan ada Reza di sana. Mereka meminta Tania untuk menjauh, karena mereka hendak memasang pengumuman bahwa apartemen Delon disita Negara. “Kenapa?” tanya Tania pada Reza. “Seluruh aset pengedar narkoba harus disita Negara.” Tapi, ‘kan ini punya Delon.” “Kata siapa? Dia dapat ini dari mana?” Reza menatap wajah polos tanpa make up itu. “Meski dia tidak tahu uang apa yang dipakai untuk membeli apartemen ini--” Reza menggelengkan kepa

