Audrey terkejut seketika saat dia berbalik badan setelah membeli makanan untuknya. Kedua manik matanya terbuka sempurna dengan tangannya meremas kuat botol minuman dan rotinya. “Aku mau ngomong sama kamu,” ucap lelaki tersebut. Baru Audrey sadar ketika Rayn mengeluarkan suaranya. Bersikap acuh tak acuh, Audrey berjalan lebih dulu tanpa mempedulikan seruan Rayn yang mengejarnya sampai keluar dari cafe. “Audrey tunggu!” serunya. Audrey berdecak sebal saat tangannya diraih paksa sama Rayn. Rayn menarik Audrey ke samping dekat dinding koridor, agar Audrey tak menghalangi orang yang berlalu lalang di koridor rumah sakit. “Apa?” cetus Audrey langsung. Kadang ia merasa sikapnya jadi kekanakan. Terlalu kentara sekali karena patah hatinya. Tapi Audrey orang yang jujur dan tidak bisa membohongi d
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


