Bagian Kesepuluh

2515 Words

Kedua gadis itu diam tanpa suara. Hanya duduk dengan aktivitasnya masing-masing. Mungkin salah satu dari mereka bersuara setelah setengah jam yang lalu. Tak ada yang membuka suara lagi. Yang satunya berpura-pura menutupi perasaan kesal, dongkol, heran, bingung, sakit, dan sedih dengan minum jus yang ia pesan.  Sedangkan yang satunya lagi tak bisa menutupi perasaan merasa bersalahnya karena bisa dilihat dari raut wajahnya yang terlihat sedih. Jemarinya sibuk mengetuk pinggiran meja dengan kepalanya yang tertunduk. Arsya menaruh kembali gelasnya, ia menegakkan badannya, menghembuskan napasnya dengan berat dan kembali lagi ia hempaskan punggung belakangnya ke sandaran kursi. “Jadi...” seketika itu Audrey mendongak dan Arsya kembali menghela napas sangat panjang. “Kak Audrey mau ngomongin a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD