Addiction: 17

1806 Words

            Di sebuah pojokan kedai makanan ringan tak bernama di pusat kota London, Emma menatap kosong layar ponselnya yang hitam. Dia lupa mengisi baterai ponselnya sejak semalam, dan ponsel itu mati di saat yang tidak tepat, saat Emma baru saja akan menelepon Rose.             Menghindari Nicholas, bukan berarti dia memutus hubungan dengan orang lain yang berkaitan dengan Nicholas. Ini hanya tentang hubungannya dan Nicholas. Lagipula, mana bisa ia menjauhi Rose yang sangat baik padanya.             Emma mengambil cangkir teh hangat yang baru ia pesan lima menit lalu. Mencium aroma teh dalam-dalam memenuhi paru-parunya, sehingga Emma merasa lebih rileks. Perlahan ia menyesap tehnya sedikit demi sedikit, merasakan kehangatan mengaliri tenggorokannya. Teh hangat selalu menjadi teman t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD