Ketika terbangun, Emma mendapati kedua tangan dan kakinya terikat terentang ke setiap sudut tempat tidur. Sekarang, ia berada di sebuah ruangan gelap tidak terawat. Dindingnya terkelupas, dan ditumbuhi lumut. Plafon ruangan itu juga sudah terbuka menganga membentuk sebuah lubang besar, dan beberapa balok kayu yang patah menjuntai dari dalam lubang itu. Hayley menduduki perut Emma, segera setelah ia melihat Emma mulai sadar dari pengaruh obat bius. “Menikmati tidurmu?” tanya Hayley, sembari mengacungkan pisau cutter di depan wajah Emma. “Tadinya aku tidak berniat menculikmu, tapi...pemandangan yang kau sajikan bersama my darling Nicholas membuatku tiba-tiba berubah pikiran.” Mendengar cara Hayley menyandangkan embel-embel my darling saat menyebut nama

