Hari demi hari terlewat. Kondisi Hazel semakin membaik. Luka jahitnya mulai mengering. Dokter sudah membuka perbannya. Membiarkan luka bekas jahitan itu terkena udara bebas. Hazel juga sudah bisa beraktivitas sendiri. Tidak lagi membutuhkan bantuan perawat untuk sekedar membersihkan tubuh dan makan. Dan selama itu pula Hazel tidak pernah bertemu dengan Oliver. Hazel turun ke lantai satu ditemani oleh sang dokter. “Kakimu benar-benar sudah tidak sakit, Hazel?” tanya sang dokter. Setelah satu minggu merawat dan berbincang dengan Hazel, akhirnya sang dokter tahu jika Hazel ternyata juga seorang dokter. Dan karena memiliki profesi yang sama, mereka kemudian bisa berbincang dengan lebih nyaman dan menjadi lebih akrab. Sang dokter tak lagi memanggil nyonya atas permintaan Hazel sendiri. Haz

