Bab 24.

1117 Words

Sambil menekan-nekan katupan rahangnya, Oliver berjalan masuk ke dalam kamar yang sudah berhari-hari tidak ia tempati. Masih tanpa mengatakan apapun setelah kalimat yang sanggup membuat monster dalam dirinya terbangun, pria itu membawa Hazel ke ranjang. Masih bisa menahan amarah yang sudah tersulut, Oliver menurunkan tubuh istrinya pelan-pelan ke atas ranjang. Setelah itu Oliver menegakkan tubuhnya. Membalas tatapan wanita yang sedang menatapnya. Beberapa saat kemudian pria itu mengalihkan pandangan mata sambil mengumpat. “Sh*t! Sialan, Hazel. Kamu pikir aku tidak bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dari pembantu itu?” Akhirnya Oliver kalah oleh gunungan emosi yang siap meledak. Hazel mengangkat tubuhnya. Menarik ke belakang agar bisa duduk menyandar. Wanita itu justru tersenyum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD