Raline membuka lemari pakaiannya , baju kaos berwarna hitam serta celana jeans biru muda menjadi pilihan pakaian yang ia kenakan untuk kembali ke Bandung, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. "Okee waktu nya pergi.." Raline memasuki gerbong kereta jurusan Bandung, rasanya tidak sabar untuk bertemu dengan kedua orang tuanya . Rintik - rintik hujan mulai membasahi jendela kereta yang ia naiki. Alunan musik yang Raline putarkan di ponsel nya menemani di cuaca yang membuat siapapun ingin menarik selimut nya. PA ARBIAZ. "Raline, bisakah malam ini kita bertemu untuk membicarakan presentasi?" Layar ponsel Raline menyala dan memunculkan sebuah pesan dari ceo nya. Oh tidak , mengapa mendadak sekali, tidak akan mungkin bila Raline akan turun dari kereta saat ini juga. Dengan rasa tak

