Selamat membaca
"Kak Shasa" sapa Keysha tiba tiba tiba di samping Lavasha yang sudah duduk menonton tv
"Hai Key. Udah pulang?" Tanya Lavasha dan Keysha mengangguk lalu duduk disamping Lavasha
"Mau minum apa Kunci?" Tanya Zaldi yang tentu saja sudah tau Keysha akan datang ke Rumah.
"Terserah Zaldi" jawab Keysha dan Zaldi mengerti apa yang diinginkan Keysha
"Kapan pulang?" Tanya Lavasha
"Kemarin sore nyampe Jakarta." Jawab Keysha
"Oh gitu. Abangnya juga ikut pulang kesini?" Tanya Lavasha
"Iya. Jadi semua ngumpul dirumah" Jawab Keysha dan Lavasha mengangguk "oh iya ini buat Kak Shasa" Keysha menyodorkan kotak untuk Lavasha
"Wiiihhh oleh-oleh nih ceritanya?" Tanya Lavasha dan mulai membukanya
"Semoga kak Shasa suka" kata Keysha
"Waaaw bagus banget. Makasih loh kakak Suka banget." Jawab Lavasha. Sepatu model untuk kerja tanpa hak dari kotak itu
"Sama-sama. Itu di pilihin sama Abang Key yang wisuda itu loh. Seharusnya mau ngasih sepatu sama cewek jangan tinggi-tinggi minta yang mau terima kasih udah tinggi pakai di kasih yang tinggi nanti kasian juga soalnya pasti keribetan terus dipakenya gak nyaman pegel Kata si Abang si gitu dan aku pikir apa yang dipikirkan Abang Key bener kalau yang mau aku emang cewek tinggi dan gak mau ribet "jelas Keysha dan tertawa
"Wih keren dong yah Abang Keysha tau selera kakak" Lavasha ikut tertawa tetapi fikirannya masih melayang menerima sesuatu hal.
"Iya. Jangan-jangan jodoh" lanjut Keysha tertawa lagi dan Lavasha pun ikut tertawa mendengarkan apa yang diucapkan Keysha.
☘☘☘
DavieFerdian
Makan malam diluar yuk
LavashaArunika
Boleh. Nanti kalau udah kelar
DavieFerdian
Oke. Aku tunggu didepan. Kamu bawa mobil?
LavashaArunika
Enggak.
DavieFerdian
Bagus.
LavashaArunika
Apanya?
DavieFerdian
Gak bawa mobilnya. Jadikan gak repot harus pisah mobil
LavashaArunika
Nanti aku kabarin kalau udah kelar.
DavieFerdian
Siap
Lavasha menyimpan hpnya lalu melanjutkan pekerjaannya.
"Makan malam diamana nih kita?" Tanya Lentera
"Yuk ikut, gue mau makan diluar sama Davie." Jawab Lavasha
"Serius Lo?" Tanya Kimmy
"Iya. Kenapa Mi?" Tanya Lavasha keheranan
"Ya gakpp si."
"Jadi mau ikut gak Ayuk" ajak Lavasha lagi
"Kalau gue si enggak. Gue mau makan dirumah aja katanya si mamah udah nyiapin makanan" lanjut Kimmy
"Kalau Lo Ra?" Tanya Lavasha
"Emmh gue juga enggak ah mau makan dirumah juga soalnya katanya malam ini ada om-om aku yang bakalan dateng dari solo Kesini" jawab Lentera
"Oh gitu" jawab Lavasha "eh gue mau ngambil minum. Mau apa?" Tanya Lavasha
"Gue teh anget dong Sha satu" pesen Kimmy Lavasha mengangguk dan matanya berpindah ke Lentera
"Gue capuccino deh satu" pesan Lentera
"Oke. Tunggu yah" kata Lavasha dan beranjak pergi
"Makasih Sha" kata Kimmy setengah teriak dan Lavasha hanya mengacungkan jempolnya saja.
"Mimy Lo kenapa nyubit gue si barusan. Sakit tau" gerutu Lentera
"Ah elo yah gak pernah paham. Gue nyubit Lo biar Lo bilang kalau Lo gak bakalan ikutan makan diluar sama Lavasha."
"Emang kenapa si gak boleh. Padahal gue pengen"
"Ih Rara Lo Bolot banget si. Gini yah udah beberapa kali Davie ngajak Lavasha jalan ya walaupun cuma sekedar makan aja. Tapi Lo harus tau kalau itu tuh ciri-ciri cowok yang lagi pdkt sama cewek. Dan gue mau kalau itu bener-bener terjadi maksudnya Lavasha punya hubungan spesial sama Davie. Soalnya gue rasa selama sebulan ini Davie mepet-mepet Shasa terus deh. Nah makanya Lo gak boleh ngerusak moment mereka." Jelas Kimmy
"Ya terus kenapa nyubit coba" gerutu Lentera
"Ya tadi kode"
"Kode-kodean Mulu ah kaya si do i" cibir Lentera dan Kimmy tidak peduli.
Lavasha keluar tapi tidak ada Davie disana dan Lavasha malah melihat Keysha dan satu laki-laki yang memakai seragam dokter. Keysha melihat Lavasha kemudian melambaikan tangannya. Lavasha tersenyum lalu menghampiri Keysha
"Hai Key. Lagi apa disini malem-malem?" Tanya Lavasha
"Disuruh mampir sama Abang aku." Jawab Keysha dan Lavasha melihat ke arah Abang yang di maksud Keysha "oh iya. Abang ini Kak Lavasha alias Kak Shasa Kakaknya Zaldi. Dan Kak Shasa ini Abang aku yang pertama namanya Bang Kavindra alias Bang Kavi" kata Keysha Lavasha tersenyum begitupun Kavi
"Kamu kerja disini?" Tanya Kavi
"Oh iya Dok saya ahli gizi disini dan Dokter Kavi dokter bedah yah?" Tanya Lavasha
"Oh ahli gizi. Iya begitulah." Jawab Kavi ramah dan Lavasha tersenyum sampai akhirnya Davie datang
"Eh Dok" sapa Davie. Davie memang sudah kenal dengan Kavi.
"Kemana Dav?" Tanya Kavi
"Makan" jawab Davie
"Gak ada tugas jaga"
"Kebetulan enggak. Pasien juga udah semua" jawab Davie
"Oh enak dong yah" Dan Davie hanya tersenyum
"Yaudah saya pamit Dok" pamit Davie dan Kavi mengangguk "yuk Sha" ajak Davie
"Dok" Lavasha membukukan badannya tanda pamit kepada Kavi. "Key kakak duluan yah" pamit Lavasha kepada Keysha
"Hati-hati Kak Shasa" kata Keysha dan Lavasha menganguk
☘☘☘
"Bang Kaaaaaayyy" teriak Keysha kesal dengan dasi yang masih belum dibenarkan.
"Apa si Key ih berisik. Abang gak budeg kali" kata Kaevan yang duduk dimeja belajar dengan buku diary milik Keysha yang sedang dibacanya pagi ini.
"Nyebelin banget si. Jangan di baca ih siniin" Keysha merebut buku diarynya dari tangan Kaevan
"Udah di baca keles. Namanya Zaldi Rendra, laki-laki tampan dengan sedikit lesung pipi. Laki-laki dingin tapi care ke Keysha. Laki-laki manis yang Key sayang setelah Bang Kavi sama Bang Kay" ucap Kaevan mendikte isi diary Keysha yang isinya tentang Zaldi
"Ih Abang" teriak Keysha jengkel "setiap pulang pasti aja gini. Sana balik lagi ah ke Kanada" kata Keysha ketus
"Zaldi pacar kamu de?" Tanya Kaevan tanpa mempedulikan ocehan Keysha sebelumya
"Bukan. Dia temen Key." Jawab Keysha kesal
"Tapi kamu sayang. Cinta bertepuk sebelah tangan yah?" Goda Kaevan
"Ih Abang enggak kali"
"Terus apa? Key baper yah" goda Kaevan lagi
"Ih Abang yaiyalah wajar Key baper. Key kan cewek. Bukan karna ceweknya tapi Zaldi emang ngasih perhatian lebih ke Key" jawab Keysha
"Iya itu Key Baper. Emang Zaldi ganteng?" Tanya Kaevan dan Keysha mengangguk "gantengan siapa sama Abang?" Tanya Kaevan lagi
"Zaldi kemana-mana" jawab Keysha santai
"Diih. Coba Abang pengen liat yang mana si Zaldi-Zaldi itu sampe bikin Key jadi melankolis gitu"
"Melankolis bahasanya, kuliah jurusan spesialis mata apa psikolog si" omel Keysha
"Dikedokteran juga belajar psikologi keles" jawab Kaevan
"Yaudah ah ayo anterin Key ke sekolah"
"Hari ini Abang mau ikut Bang Kavi"
"Mau kemana?" Tanya Keysha
"Rumah sakit."
"Abang mau kerja disana?"
"Iya doain aja baru proses ko" jawab Kaevan
"Oke Fighting" kata Keysha
"Fighting" jawab Kaevan.
"Oh iya Bang sepatu yang Abang beliin pas dikanada cocok tau terus tebakan Abang kalau cewek harus dikasih sepatu yang tanpa hak biar dia nyaman juga tepat pkonya dia suka banget."
"Oh yah? Syukur deh. Emang Key ngasih ke siapa si?" Tanya Kaevan
"Kakaknya Zaldi."
"Oh jadi strateginya deketin kakaknya dulu nih" goda Kaevan
"Ih enggak gitu kali Abang. Tanpa ada rencana itu juga aku Deket sama kakaknya Zaldi"
"Ih berarti emang rencana utamanya tetep buat deketin Zaldi kan?"
"Ih Abang cewek tuh gak suka ditanya terus"
"Haha. Eh kakaknya Zaldi seumuran sama Abang gak?"
"Emmh kayanya tuaan Abang deh beda dua tahun lah sama Abang. Kayanya si. Emang kenapa?"
"Ya nanya aja kali aja kan Abang bisa deket"
"Haha modus ih."
"Cantik gak Key?"
"Beuh cantik banget."
"Bagus deh. Kapan-kapan kenalin yah sama Abang"
"Haha insyaallah deh. Tapi kalau Abang jadi kerja di rumah sakit. Abang pasti kenal soalnya dia kerja dirumah sakit yang sama juga sama Bang Kavi"
"oh dia dokter?"
"Bukan. Dia mah Ahli Gizi" jawab Keysha. Kaevan diam mendengar Ahli Gizi dia teringat sesuatu. Ada kenangan indah yang sampai saat ini tidak bisa ia lupakan dibalik kata ahli gizi.
"Oh gitu. Bagus deh jadi Abang makin semangat buat kerja dirumah sakit itu biar bisa kenal Kakaknya Zaldi"
"Haha modus parah" cibir Keysha
"Pas Key ngasih sepatutnya key bilang itu Abang yang pilihin?"
"Iya bilang"
"Bilang namanya Abang gak?"
"Enggak"
"Yahh"
"Kenapa emang?"
"Ya enggak tapi harusnya Key kasih tau biar kalau nanti kenal dia udah tau nama Abang"
"Ih alay tau Bang ya kalau udah kenal nanti juga bakal tau gak usah disebutin pas ngasih sepatu."
"Dia bilang apa pas dikasih sepatu itu?"
"Ya makasih lah. Katanya dia suka sama sepatunya. Dulu juga kakaknya Zaldi pernah ke Kanada tau Bang dan aku tau tentang lake Louis, Banff National Park, Jasper National Park, juga dari dia. Dan pas pulangnya dia juga bawa oleh-oleh buat Key. Dia ngasih Key dress cantik banget." Jelas Keysha. Kaevan diam mendengar penjelasan Keysha yang ada di fikirannya sekarang adalah nama Lavasha Arunika yang dia panggil Dori karna pelupa yang merupakan kekasihnya dan sampai sekarang tidak jelas tentang semuanya itu.
"Oh gitu. Key kakaknya Zaldi tiap hari pasti ada dirumah sakit kan?"
"ya iyalah kan kerja. Udah Ah key harus berangkat sekolah. Abang nanya Mulu deh." Keysha mengambil tasnya dan beranjak pergi keluar
"Key namanya siapa?" Tanya Kaevan
"Cari tau sendiri" jawab Keysha yang sudah keluar kamar "jangan nagcak-ngacak kamar aku" teriak Keysha dan Kaevan hanya diam dengan fikirannya tentang kenangannya.