Tiga Puluh Tiga

1486 Words

Amber : Sebaiknya kau ambil barang-barangmu besok, Lili. Karena tempatmu akan ditempati orang baru mulai besok. Lili mendengus kesal bercampur amarah saat pesan Amber masuk ke dalam ponselnya. Entah benar atau tidak, mereka sudah menemukan penggantinya. Lili menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan menatap langit-langi kamar. “Sial,” desah Lili frustasi dengan kenyataan dirinya menjadi seorang pengangguran. Bayangan wajah William melintasi isi kepala Lili. Bahkan disadari atau tidak, volume dalam kepalanya nyaris tertuju pada sosok pria yang tampan itu. Sejak perkenalannya dengan William di suatu siang di kedai kopi, semuanya terasa cepat bagi Lili. Lili merasa William tahu banyak tentang dirinya, sedang dirinya tidak tahu apa-apa tentang William. Lili berguling ke samping, menatap jend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD