Temui ayah malam ini di rumah. Pesan yang dikirimkan Sergio Mendes ke dalam ponsel Diana, membuat Diana mendengus kesal setelahnya. Diana menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesarannya. Menatap langit-langit ruangannya. Perasaannya menjadi tak menentu sejak pertemuannya kembali dengan Castel. Bagai lorong waktu yang menariknya kembali ke masa yang telah lalu. “Apa aku mengganggumu?” tanya seorang wanita dengan pakaian rapi yang tampak mencondongkan kepalanya masuk. “Masuklah Brenda.” Diana meminta dengan suara yang terdengar enggan. Brenda Wilson, wanita paruh baya dengan seorang putri yang cantik. Brenda sebagai salah satu pimpinan tim di kesatuaan khusus kriminal yang dipimpin Diana. Brenda memberikan sebuah dokumen pada Diana dengan mimik yang serius. “Kasus prostitusi, dugaan

