“Kau tak bisa bersembunyi dariku, Marcus,” ucap Castel saat dirinya menyusul jejak Marcus yang berlari tunggang langgang usai meninggalkan Nicole yang terluka di dalam mobil. Ruang besar yang berisikan mobil alat berat, peti kemas dan lain sebagainya, bau pengap, lantai basah dan berlubang, Marcus dengan napas nyaris putus bersembunyi di sana. “Marcuuuuusss,” panggil Castel dengan nada suara memanjang, langkah yang pelan dan tanpa suara jejak. Castel merunduk ke bawah mencari jejak kaki yang mungkin saja milik Marcus, sementara Marcus mengendap dengan napas terengah-engah. Dadanya terasa sakit dengan kerja jantung yang sangat cepat dibanding biasanya. Keduanya terhalang dua buah peti kemas. Suara tetesan air yang terdengar di antara keheningan. “Aku tahu kau ada di sini. Bukan ka

