Damian segera berlari membantu Adam yang mencoba sekuat tenaga untuk berdiri. Bau yang ada di ruangan ini memang sangat menyengat ditambah lagi bau amis seperti darah.
Damian melihat telah banyak makhluk tak kasat mata yang mengelilingi mereka membentuk lingkaran. Mencoba membangun benteng agar Damian dan yang lain tidak bisa keluar atau mati didalam ruangan ini.
PRANG!!!
Suara pecahan membuat semua orang yang ada di ruangan ini kaget. Bagaimana tidak, suara yang ditimbulkan oleh pecahan itu sangat keras tapi tidak di temukan benda apa yang pecah itu. Bella si pemberani, sudah mengecek ke arah sumber suara itu tapi tidak menemukan apa-apa.
"Om.. a-aku rasa..." Nafas Adam terengah-engah. Nafasnya sesak. "M-mereka su-sudah dekat d-de-dengan kita." Lanjut Adam yang sudah tidak berdaya itu.
Damian, Anisa, Dimas, Steve membantu Adam untuk berdiri. Rencana Damian sedikit berantakan. Tidak berjalan dengan mulus. Dia berpikir kalau Adam mempunyai banyak kesamaan dengan kakaknya si Alexandra. Yang selalu ingin tau, dan tidak mau bersabar memecahkan suatu misteri layaknya yang dilakukan Alexandra dulu.
Flashback On
"Haha... Dam. Itu konyol!" Ucap Alexandra sambil tertawa kecil.
"Konyol apa?" Tanya Damian yang tidak mengerti.
Alexandra mengambil nafasnya lalu menghelanya perlahan. Dia menunjuk ke arah pojokan sambil menatap Damian secara bergantian.
"Lihat disana?" Tanya Alexandra. Damian mengangguk. "Apa yang kau lihat?"
Damian menyipitkan matanya. "Ruangan. Ruangan yang isinya...." Damian menyipitkan lagi matanya dan langsung berdiri tegap. "Disana ada banyak mayat." Jawabnya dengan mata melotot khas orang kaget.
Alexandra tersenyum sambil mengangguk. "Lo bodoh." Ucap Alexandra dan langsung berlari ke arah ruangan itu. "GUE GAK SUKA MENUNGGU!!!" Teriaknya.
Damian yang melihat Alexandra lari, hanya tersenyum dan mengikuti Alexandra lari sampai ruangan itu.
Flashback Off
"Dam.. Damian.." Panggil Bella yang menyadarkan Damian dari lamunannya.
Damian mengerjapkan matanya dan menggeleng. "Lo kenapa?" Tanya Bella lagi. "Lo sakit?"
Damian tersenyum dan menggeleng. Dia baru sadar kalau sekarang dia sudah berada di dalam kelas. Dia mengacak rambutnya, seakan-akan menertawakan dirinya sendiri karena lamunan bodohnya.
Damian menatap Adam yang sedang di periksa keadaannya oleh Aulia dan kawan-kawannya. Kesalahan yang fatal membuat Damian merasa bersalah. Melihat Adam dengan wajah pucat mengingatkannya pada sosok Alexandra ketika di rumah sakit sebelum meninggal. Damian mengacak rambutnya dan melihat kesembarang arah. Ketika sedang melihat-lihat dari jendela, pandangannya berhenti di salah satu tempat seperti gudang. Dia menyipitkan matanya, berusaha untuk memperjelas apa yang dia lihat. Tiba-tiba, matanya langsung membulat dan dia bangun dari kursinya lalu pergi ke tempat gudang itu berada.
Bella yang melihat Damian kabur, menyuruh pasukannya untuk mengikuti Damian pergi. "Kejar dia. Saya tidak mau dia kenapa-napa lagi." Ucapnya sambil menatap pasukannya yang keluar.
***
"Kau serius tidak apa-apa?" Tanya Aulia yang dijawab oleh anggukan dari Adam.
Aulia menghela nafasnya lega. Adam menutup matanya. Berusaha menghilangkan semua rasa takut, dan semua hal yang terjadi tadi.
"Hmm.. Adam." Panggil Anisa.
Adam membuka matanya lalu menatap Anisa yang berada di sampingnya sekarang. Sedang duduk. Dengan wajah pucat karena ketakutan.
"Lo gak apa-apa?" Tanya Anisa sambil sedikit tertunduk.
Adam tersenyum. "Iya." Jawabnya lalu mengalihkan pandangannya menjadi ke langit-langit kelasnya ini.
"AAAAHH!!!!" Suara teriakan itu langsung membuat semuanya kaget dan panik seketika. Bella. Ya.. yang bereriak itu adalah Bella.
Semuanya langsung keluar dari kelas dan menemukan Bella yang sudah berlumuran darah dan lemas. Dengan cepat Aulia menanganinya lagi. Adam keluar dari kelasnya untuk melihat apa yang terjadi. Dia meyipitkan matanya ketika melihat ada bayangan hitam yang berjalan menjauh dari mereka semua. Dia tau persis bayangan itu jalan kemana. Matanya langsung membulat ketika dia sadar kalau tempat yang bayangan hitam itu pergi adalah tempat dimana Damian dan yang lain sedang telusuri. Gudang. Adam langsung berlari secepat mungkin menuju gudang itu.
"KAK!!! ADAM LARI!" Teriak Anisa ketika menyadari kalau Adam lari menuju suatu tempat yang dia tidak tau bahkan tidak kenal dengan tempat.
Suasana kembali menjadi kacau. Banyak hal yang terjadi malam ini dan sedikit merepotkan semua orang yang bersangkutan dalam kasus Supranatural. Aulia menghela naasnya berat karena selalu disusahkan dengan situasi seperti ini sedangkan Anisa, dia juga mengikuti Adam yang entah hilang kemana karena larinya yang sangat cepat.
***
Damian dan yang lain terus menelusuri gudang yang cukup luas ini dengan hanya menggunakan pencahayaan dari senter saja. Sudah banyak interaksi yang terjadi di dalam gudang ini, mulai dari bisikan memanggil nama Damian, suara bentah jatuh, suara benda yang dilempar, dan masih banyak lagi. Damian memang sudah merasakan kalau kali ini akan ada suatu interaksi besar yang mungkin saja bisa membunuhnya.
Damian terus berjalan menyusuri gudang ini. Tidak ada rasa takut baginya untuk menyelesaikan kasus ini. "Cepatlah selesai. Aku muak dengan semua ini." itu ucapan yang selalu dia bilang ketika memasuki gudang ini sampai sekarang.
Angin berhembus dengan kencang. Tidak ada jendela atau fentilasi udara didalam gudang ini. Angin yang dingin dan cukup membuat semua orang merasa merinding.
Semuanya terus berjalan dan berharap tidak terjadi apa-apa. "Hhhhhh" Damian dan yang lain langsung berhenti kaku ketika mendengar suara itu. Suara halus tapi dekat. Katanya kalau ada suara makhluk yang tak kasat mata terdengar dekat maka mereka masih jauh tapi kalau suaranya jauh berarti mereka sudah dekat bahkan berada didekat kita.
Damian mengatur nafasnya. Mereka masih diam, tidak bergerak. Hembusan angin terasa lagi kali ini pelan. Keringat dingin telah bercucuran keluar dari dahi anak buah Bella sedangkan Damian, dia terlihat frustasi. Pikirannya campur aduk.
***
Adam berlari sekuat tenaga. Nafasnya sudah tidak beraturan lagi. Malam ini pun terasa sangat dingin sekali. Jarak gudang memang cukup jauh dari kelasnya Adam. Bunyi suara besar mengagetkan dia tapi dengan usaha yang kera Adam berusaha tidak memperdulikannya dan terus berlari sampai akhirnya dia sampai di depan gudang. Dia usdah merasakan kalau didalam gudang ini sudah banyak energi negatif yang memenuhi gudang itu.
Suara gebrakan kencang membuat mereka kaget lagi. "Sudah banyak yang datang. Jangan ada yang jauh." Bisik Damian tapi masih bisa didengar oleh anak buahnya Bella.
Mereka lanjut berjalan. Tak beberapa lama mereka mendengar suara orang berlari mendekat tapi tidak ada tanda-tanda orang masuk ke gudang ini selain mereka. Mereka berhenti berjalan, menengok ke belakang untuk melihat siapa yang berlari mendekat itu bahkan suara nafasnya yang tidak beraturan itu terdengar jelas.
"OM!!!! AMINAH DATANGG!!!!" Adam berteriak dan tiba-tiba salah satu anak buah Bella yang bernama Ali ditarik oleh salah satu makhluk lalu menghilang dalam kegelapan.
Keadaan menjadi kacau balau. Tidak ada yang mengira dengan hal ini yang sudah diluar rencana yang dibuat.
Semua menjadi panik. Semua makhluk astral sudah mengepung gudang ini. Hawa yang tadi sedikit dingin dan tidak gerah, sekarang menjadi panas dan gerah. Panasnya ruangan ini membuat Adam menjadi pusing dan banyak mengeluarkan keringat, bahkan saking panasnya membuat salah satu anak buah Bella pingsan. Akhirnya Damian menyuruh semua untuk keluar dari gudang itu dan meninggalkan Ali yang sudah menghilang di kegelapan.
******