"Can lo selama ini ada main kan sama Krystal?" Tanya Richard membuat Duncan mendengus sebal. Akhir-akhir ini Richard lebih sering menemuinya. Bahkan saat Duncan sedang bekerja, seperti sekarang. "Ya kan lo tau sendiri." "Gak, maksud gue semenjak Alaina ninggalin lo. Lo masih ada main sama Krystal kan." Duncan mengepalkan tangannya ketika mendengar nama Alaina. Kenangan itu kembali terputar membuat dadanya kembali sesak. "Gue mohon jangan bahas itu, lo sendiri gak mau bantuin gue buat nemuin Alaina kan." Dalam hati Richard sudah merasa bersalah. Tapi bagaimana pun juga dia tidak ingin mempertemukan Alaina dengan Duncan lagi. Ya walaupun dia sama berengseknya seperti Duncan, tapi dia tidak mau melihat Alaina tersakiti lagi. Entah kenapa semenjak pertemuannya dengan Hyunki pada waktu

