Oh Yeah

971 Words

Duncan masih menunggu Alaina yang diperiksa sama Edo, Abangnya sendiri. Dia juga daritadi mondar-mandir gak jelas. Demi apapun Duncan merasa bersalah banget udah nyakitin Alaina. Sebrengseknya dia ke Alaina, Duncan belum pernah main fisik sama sekali. Sampai pergerakan Duncan keganggu karena tiba-tiba ada seseorang yang nyengkram kerahnya. Dan itu Hyunki. "Berengsek! Lo apain Alaina hah!" Teriak Hyunki membuat Duncan kaget tapi dia langsung bersikap biasa. "Bukan urusan lo sat." Duncan menghempaskan tangan Hyunki dari kerahnya dan menatap dia tajam. Hyunki juga tak ingin kalah, dia kembali mencengkram kerah Duncan. "Gue udah bilang kalau emosi jangan lampiasin ke Alaina." Duncan berdecak dan senyum miring. Memang Hyunki siapa Alaina, kenapa laki-laki itu dengan lancangnya mengkhawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD