Ketiga belas

1426 Words
Saat aku sampai di dalam. Semua mata langsung tertuju pada ku. Kecuali Kaysan yg hanya menoleh sebentar kearah ku. Aku jadi merasa asing dan aneh dg mereka. Kenapa semua jadi begitu padaku yaa? Tanyaku dalam hati. Aku mencoba untuk biasa saja. Dan menjadi aku yg biasanya. " Ngapain si pada ngeliatin gue kaya gitu. Ada yg aneh emangnya? " tanyaku sambil melihat diriku sendiri dari atas kebawah " Ga papa tumben cantik banget malem ini. " jawab Fandi sambil menghampiri ku dan memutari ku " Emang biasanya ga cantik? " tanyaku lagi sambil memanyunkan bibirku ala ala jutek gitu " Cantik si tp malem ini beda aja cantiknya pake banget. " jawab Fandi menaik turunkan alisnya Aku sempat melirik Kaysan, Kaysan hanya menatap kearah aku dan Fandi tajam. Saat pandangan kita bertemu pun, Kaysan tetap diam. Tak ada komentar apapun darinya. Padahal dia selalu ga terima kalo aku di goda oleh Fandi. Aku hanya menghela nafas panjang dalam hati. Kenapa Kaysan berubah? Kemana Kaysan yg dulu? Apa semua ini karena aku udah punya Ken? Tanyaku dalam hati. Tp yaa udahlah aku mencoba untuk tetap apa adanya. Kataku dalam hati untuk menenangkan diri sendiri. Saat aku sedang berkutat dg semua pertanyaan dalam hati dan pikiranku. Tiba-tiba... " Heleh gombal Mulu kerjaan Loe. " kata Kaysan yg tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya lalu menjitak kepala Fandi dan berlalu ke dapur Aku yg melihat itu tersenyum bahagia. Yaa Kaysan sudah kembali seperti Kaysan yg biasanya. Kaysan yg selalu marah dan tidak terima jika aku di goda orang lain meski itu teman kita sendiri. Walaupun masih terlihat terpaksa setidaknya dia sudah mau bersuara hehehehe " Sialan Loe Kay, jitak jitak kepala gue. Tapi bener kan kalo Kyara malem ini cantik banget? " tanya Fandi yg dg sengaja menggoda Kaysan Fandi memang pintar menghidupkan dan mencairkan suasana biar ga canggung. Dan Fandi yg paling bisa untuk membuat Kaysan bersuara, tertawa dan kesal pastinya. " Iyaa cewe kan emang cantik, kalo cowo baru ganteng. " jawab Kaysan cuek sambil membawa camilan dan minuman lalu melewati ku begitu saja Dion, Angga, Fani dan Dinda yg melihat kami hanya menahan tawa sambil sesekali geleng geleng kepala. Di basecamp kita bercerita banyak hal. Disana akupun menceritakan tentang hubunganku dan Ken. Tapi aku bercerita hanya pada Dinda Fani. Karena awalnya Dinda yg bertanya jadi sekalian aja aku ceritain semuanya, bahkan dari waktu persahabatan aku dan Ken masih kecil. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku akhirnya memberanikan diri untuk pamit. " Gue pamit dulu yaa udah malem soalnya. " kataku pada anak anak " Tumben baru jam 10 biasanya sampe 11. " kata Dion sambil melihat jam dinding " Dimarahin pacarnya kali kalo pulang kemaleman hehehehe. " kata Angga sambil tertawa. Dan tanpa Angga sadari Kaysan menatapnya tajam. " Huuusssttt. " kata Fandi yg menyiku lengan Angga dan melirik Kaysan memberikan kode pada Angga untuk ga membahas masalah itu di depan Kaysan " Sorry sorry.. " jawab Angga sambil cengengesan " Gue balik. " Pamit Kaysan singkat lalu berlalu menuju pintu keluar " Aku juga balik yaa semuanya. Bye see you tomorrow. Assalamualaikum. " pamitku sambil melambaikan tangan lalu berlari mengejar Kaysan " Loe si makannya sebelum ngomong di pikir dulu. " omel Fandi " Sorry keceplosan. " jawab Angga santai " Keceplosan ko setiap saat si Angga. " kata Dinda " Itu namanya keceplosan disaat yg ga tepat. " sambung Fani sambil menepuk menepuk lengan Angga " Namanya juga keceplosan, mana ada keceplosan disaat yg tepat. " jawab Angga kesal karena merasa dipojokkan terus " Udah udah lama lama ntar berantem semua. " kata Dion yg melerai acara sindir menyindir itu Kaysan udah sampai di parkiran mobil. Lalu aku menghampirinya. " Kay tunggu Kay. " panggilku sambil menghampirinya Kaysan tak menjawab, ia hanya menghentikan langkahnya dan menoleh kearah ku. " Kay kamu kenapa si? Kamu jadi beda banget sekarang. Udah ga pernah ngubungin aku lagi, di basecamp juga tadi kamu cuek banget, jangankan nyapa, ngliat aku aja ga. " tanyaku sambil memegang lengannya Cukup lama Kaysan tak menjawab, lalu ia membuang nafas berat. " Aku ga papa. Sorry aku buru-buru. Kamu di jemput kan? " kata Kaysan sambil memejamkan mata sejenak lalu melihatku " Kay plis Kay, selesein ini dulu. Aku ga mau persahabatan kita dari dulu jadi kaya gini cuma karena masalah yg ga jelas. Karena tiba-tiba kamu kaya ngejauh dari aku. " kataku dg nada penuh penekanan " Ga ada yg harus di selesein Kyara. Karena menurut mu kita ga memulai apapun kan. " jawab Kaysan yg juga dg nada tinggi " Tapi kamu berubah Kay. " jawabku lirih sambil menundukkan kepala dan tak terasa air mataku jatuh Kaysan yg melihatku meneteskan air mata, lalu mendekatiku dan ingin menghapusnya. Namun ketika tangannya sudah terulur, ia mengingat jika aku telah memiliki Ken. Maka Kaysan urungkan niatnya untuk menghapus air mataku. Ia lalu memegang kepalaku dan menegakkannya untuk menatapnya. " Ga ada yg berubah Kyara. Selamanya ga akan pernah berubah. " jawab Kaysan menenangkan ku " Janji kamu ga akan cuek, jutek dan ngediemin aku lagi? " tanyaku sambil melihat Kaysan " Janji. " Jawab Kaysan singkat sambil menganggukkan kepala. Secara refleks aku langsung memeluk Kaysan. Kaysan yg tadinya diam tak membalas pelukan ku, akhirnya ia memelukku erat. yaa sangat erat. kita seperti sepasang kekasih yg akan pergi jauh Aku janji karena aku ga mau liat kamu nangis Kyara. Tapi aku juga harus sadar posisi aku sekarang. Sudah ada cowo lain disamping kamu Ra. Ga mungkin juga setiap saat aku sama kamu. Aku harus menghargai perasaannya. Walaupun aku cinta sama kamu. Tapi aku janji aku akan selalu ada untukmu. Kalau dia menyakitimu, maka aku adalah orang pertama yg akan menyembuhkan lukamu. Kata Kaysan dalam hati sambil memelukku dan mengusap punggungku " Udah ga usah drama, kebanyakan nonton drama Korea jadi gini nih. " kata Kaysan sambil mengurai pelukan dan mengusap rambutku. Aku hanya tersenyum mendengarnya dan menghapus air mataku " Aku tungguin kamu sampai kamu di jemput, Oke. " kata Kaysan sambil tersenyum melihatku Lalu aku mengirim pesan pada Ken untuk menjemputku. Yaa Kaysan memang orang yg tau diri. Dia ga mau mengganggu hubungan ku dg Ken. Dia benar benar memposisikan dirinya hanya sebagai sahabat. Ia tak mengantar jemputku lagi, karena mungkin ia ingin menghargai Ken. Mungkin aku yg terlalu egois menginginkan Ken dan Kaysan tetap ada di sampingku. Tapi memang sebenarnya seperti itu. Aku ga mau kehilangan Kaysan yg selalu ada untukku, selalu memperhatikan, menjaga dan mendengarkan aku. Tapi aku juga ga mungkin menyakiti Ken yg udah terlalu baik sama aku dan udah aku terima cintanya. Yaa aku menyukai keduanya dan aku ga bisa kehilangan salah satu diantaranya. Tapi mungkin sekarang aku harus bisa memposisikan diriku karena aku yg memilih seperti ini. Sulit memang ketika kita mencintai seseorang dan orang itu sudah memiliki orang lain disisinya. Pasti sangat sakit ketika kita harus bersikap biasa saja di depannya. Yaa tp itulah yg Kaysan lakukan. Meski aku dan Kaysan mulai berjarak karena hubunganku dan Ken, tp persahabatan kita tetap seperti dulu. Setidaknya Kaysan tak lagi cuek dan jutek. 15 menit aku menunggu. Lalu Ken datang menghampiri ku. " Maaf sayang lama yaa. " katanya sambil tersenyum lalu sekilas melihat Kaysan " Ga ko Ken cuma 15 menit. " jawabku sambil tersenyum " Yaa udah ayoo. " ajaknya sambil mau merangkul ku " Kay aku balik dulu yaa, thanks udah nungguin sampai aku di jemput. " kataku sambil tersenyum melihatnya dan melambaikan tangan " Hati hati " jawab Kaysan singkat menganggukkan kepala dan tersenyum " Makasih. " kata Ken " Sama sama. " jawab Kaysan singkat Begitu mobil Ken keluar dari basecamp. Kaysan menghela nafas panjang. Ia menundukkan kepala. Dan sempat menghentikan langkahnya. Yaa sulit memang jika berada di posisi Kaysan saat ini. Mencintai sahabatnya sendiri dari dulu, tp ia memilih untuk tak mengungkapkannya. Dan sekarang sahabatnya itu sudah memiliki kekasih. Kaysan harus bisa memposisikan dirinya saat ini. Atau haruskah Kaysan juga memiliki kekasih? Akan sangat mudah untuk itu karena Kaysan adalah cowo populer. Tapi apakah Kaysan akan benar benar mencintai cewe lain selain Kyara? Dan apakah Kaysan mau dan mampu menjalin hubungan dg cewe lain? Hanya waktu yg akan menjawab semuanya. Toh belum tentu hubungan Kyara dan Ken akan langgeng kan hehehehe Lalu Kaysan masuk mobil dan melajukannya ke rumah. Yaa kita sudah berdamai dg keadaan. Kita pulang dg hati yg besar menerima takdir ini, meski takdir ini masih bisa berubah. Karena sebelum janur kuning melengkung maka kesempatan masih terbuka lebar. Tapi aku dan Kaysan memilih untuk pasrah menjalaninya. Membiarkan semuanya mengalir seperti air. Biarkan semesta yg bekerja. Jika kelak kami berjodoh maka itulah takdir kami.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD