Akhirnya kami sampai di sebuah Resto ternama di Jogja, Secret Garden Coffe and Chocolate. Yaa resto yg bertema outdoor itu memang banyak di kunjungi pasangan pasangan, karena suasana yg sejuk dan romantis. Tatanan yg rapih dan pemandangan disekitarnya juga menjadi alasan untuk bisa berlama lama disana.
Alasan kenapa Ken membawa ku kesini selain karena tempatnya romantis adalah karena Ken tau aku sangat suka kopi dan coklat. Kamipun langsung menuju meja yg sudah di reservasi sebelumnya sama Ken. Lalu kami memesan minuman dan makanan. Aku memesan BBQ fillet Beef steak, Chocolate hot plate, dan hazelnut grande. Kalo Ken, Ken memesan BBQ fillet Beef steak juga, secret lava dan blue ocean.
Sebelum makanan datang, kami mengobrol banyak hal. Aku yg gugup sangat terlihat oleh Ken. Aku jadi malu hehehehe yaa wajarlah yaa karena aku belum pernah yg namanya dinner dinner begini. Karena kalo sama Kaysan, kita pasti perginya rame rame sama anak anak yg lain. Kalopun hanya berdua, paling kita hanya makan di cafe atau mall. Makannya bisa kebayang kan gimana gugupnya aku sekarang.
" Sayang. Ko diem aja si. Biasanya juga cerewet. " kata Ken sambil membenarkan kemejanya
" Emang aku secerewet itu apa? " tanyaku kesal sambil menundukkan kepala dan memanyunkan bibirku. Ga tau apa Ken aku lagi gugup malah dibilang gitu. Kataku dalam hati
" Hehehehe maaf becanda sayang. Abis kamu diem aja si. Kenapa gugup yaa Hm? " kata Ken sambil tersenyum. Akupun hanya unjuk gigi tanpa menjawab pertanyaan Ken
" Ga usah gugup sayang biasa aja. " kata Ken menenangkan sambil memegang tanganku
" Besok acara wisudanya jam berapa Hm? " tanyanya lagi tanpa melepas tanganku, Ken malah mengusapnya
" Acaranya mulai jam 8 Ken. " jawabku singkat sambil menegakkan kepala menatap Ken
" Oke aku jemput kamu kerumah jam 7 yaa. " jawab Ken sambil tersenyum
" Emang kamu ga kerja Ken? " tanyaku sambil mengerutkan kening antara terkejut dan berpikir
" Ga sayang kan besok Sabtu. Sabtu Minggu aku libur ko. " jawab Ken yg masih tersenyum melihatku tanpa berkedip. Membuat ku semakin malu dan salah tingkah
" Ooohhh yaa lupa hehehehe. " jawabku sambil cengengesan
Ken hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mendengar jawaban ku. Begitu makanan datang, kami menghentikan obrolan dan mulai memakan makanan kami. Sesekali Ken melihat ke arah ku sambil tersenyum. Aku yg merasa diperhatikan jadi salah tingkah dan tersenyum mencoba menutupi kegugupan ku.
Selesai makan, tiba tiba Ken menggeser bangkunya lebih dekat dg ku. Akupun mengerutkan kening karena heran dan penasaran pada sikap Ken. Lalu Ken menggenggam kedua tanganku dan berbicara...
" Sayang aku harap hubungan ini bukan hanya sekedar untuk coba coba. Aku ingin menjalani hubungan ini dg serius. Aku ingin tak ada kebohongan di dalamnya, tak ada yg ditutupi atau disembunyikan. Aku ingin kita saling terbuka dan jujur dalam hal apapun. Oke? " kata Ken panjang lebar sambil menatapku intens
" Insya Allah aku akan selalu berusaha untuk itu Ken. " jawabku sambil menghela nafas dan menganggukkan kepala. Aku merasa kalo Ken bisa membaca perasaan ku pada Kaysan. Makannya dia ngomong begitu. Yaa gimana namanya juga perasaan. Terkadang meski kita sudah menutup rapat, pasti akan ada orang yg bisa membacanya. Tapi aku janji akan berusaha untuk ga mengecewakan Ken. Karena akupun suka Ken.
Jam baru menunjukkan pukul 8. Tapi kita memutuskan untuk pulang karena Ken memintaku istirahat untuk acara wisuda besok. Akhirnya aku menyetujuinya. Lagipula tidak ada tujuan yg akan kita tuju lagi. Kami keluar resto menuju mobil.
Saat di dalam mobil, tiba tiba HP ku berbunyi tanda pesan masuk. Ternyata itu dari grup BFF. Akupun langsung membukanya.
Dinda : ngumpul sini guys sebelum kita terpisahkan dunia pekerjaan
Fani. : Hayuuu cus. Aku si oke oke aja
Fandi. : Berangkat
Angga : Siap meluncur
Dion. : Harus dg personil lengkap yaa. Kaysan dan Kyara mana nih ko ga nongol
Kaysan : otw
Dinda. : Kyara ngumpullah lama ga ngumpul. Kita tunggu yaa
Aku tak langsung membalas pesan itu. Cukup lama aku membiarkan sambil berpikir. Aku bilang ke Ken ga yaa kalo mau kumpul? Tadi kan Ken bilang ga boleh ada rahasia diantara kita. Tp kalo ga boleh gimana? Terus kalo Ken minta ikut gimana? Kalo Ken minta ikut ga enak sama Kaysan dan anak yg lain, takut terkesan gimana. Kalo pergi diem diem takut Ken marah, baru aja punya pacar dan menjalin hubungan masa langsung berantakan si. Itulah pertanyaan dan pernyataan yg muncul. Lalu aku memberanikan diri untuk bertanya.
" Ken. " panggilku lirih sambil menatapnya agak sedikit takut
" iyaa sayang. kenapa Hm? " kata Ken menoleh ke arah ku sejenak dan tersenyum
" Eeemmmm... " aku masih ragu untuk mengatakan pada Ken. Ucapanku pun menggantung. Ken langsung menoleh kearah ku sambil mengerutkan keningnya
" Ngomong aja sayang ada apa Hm? Ga usah takut begitu. Aku ga akan gigit kamu ko. " kata Ken sambil melirikku dan tersenyum
" Aku boleh ke basecamp kumpul sama anak anak ga? Tanyaku ragu sambil menundukkan kepala takut menatap wajah Ken. Lebih tepatnya takut dg jawaban yg akan diberikan Ken.
" Eeemmmm gimana yaa? " Ken malah bertanya balik sambil tersenyum jail melihat ekspresi ku
" Kalo ga boleh ga papa ko. Lagian besok juga ketemu di kampus di acara wisuda. " jawabku cepat sambil menoleh kearah Ken
" Boleh ko sayang. Masa mau kumpul sama temen sendiri ga boleh. " jawab Ken sambil tersenyum menahan tawa melihat tingkah ku
" Beneran Ken? Boleh? Kamu ga akan marah? Tanyaku tanpa jeda karena terkejut Ken ga melarang ku sama sekali
Lalu Ken tiba tiba menepikan mobilnya dan menggenggam tanganku. Aku sedikit terkejut dan heran dg yg Ken lakukan. Akupun sempat bertanya dalam hati. Kenapa Ken menepikan mobilnya? Mau apa Ken?
" Iyaa sayang. Aku ga mau melarang atau membatasi hal apapun ke kamu. Ga akan mengekang dan terlalu overprotektif. Aku akan membebaskan dan memberikan kepercayaan sepenuhnya sama kamu. Aku harap kamu ga mengecewakan kepercayaan yg udah aku kasih. Kita udah sama sama dewasa, ga perlu hubungan yg penuh drama harus ini harus itu. Ga boleh ini ga boleh itu. Kita udah sama sama dewasa, kita tau harus seperti apa dan ga boleh seperti apa dalam menjalani hubungan. " jelas Ken panjang lebar sambil menatapku dan menggenggam tanganku lalu menganggukan kepalanya
Aku yg sempat terkejut dg semua ucapan Ken jadi merasa bersalah dg rasa yg ada di hatiku untuk Kaysan. Apa dg itu aku juga udah mengecewakan dan mengkhianati kepercayaan Ken? Yaa Tuhan gimana ini? Aku telah menyakiti hati orang yg bener bener sayang sama aku, orang yg sangat baik dan berpikir dewasa. Maafin aku Ken kalo aku belum sempurna dalam mencintai dan menjalin hubungan dg mu. Tapi aku janji mulai saat ini, aku akan mencoba mengubur rasaku pada Kaysan. Aku akan menjaga kepercayaan dari kamu. Dan aku akan berusaha untuk ga ngecewain kamu Ken.
Lalu Ken tiba-tiba mengusap pipiku. Menyadarkan ku dari lamunan dan percakapan hati. Yaa meski dari tadi aku menatap dan menyimak ucapan Ken tp aku melamun. Memandang Ken dg tatapan kosong.
" Hei sayang ko diem. Kenapa? " tanya Ken sambil mengusap ngusap pipiku dan tersenyum
" Eh iyaa Ken maaf. Iyaa makasih karena kamu melakukan semua itu. Memberikan kepercayaan sepenuhnya sama aku. Makasih juga kamu udah memandang dan menjalin hubungan ini secara dewasa Ken. Kamu udah banyak mengajari aku melalui hubungan ini walau hubungan ini baru berjalan sebentar. Aku ga bisa janji karena aku takut suatu saat aku mengingkarinya. Tapi aku akan selalu berusaha untuk ga ngecewain kamu Ken. " jawabku sambil tersenyum pada Ken lalu mengecup pipi Ken sekilas. Ken pun tersenyum bahagia
Yaa aku akan berusaha menjadi yg terbaik untuk Ken. Dan aku akan memberikan yg terbaik untuk hubungan ini. Aku akan mengesampingkan rasaku pada Kaysan. Meski aku ga bisa untuk sepenuhnya menghapus, tapi aku akan menyimpan perasaan ku pada Kaysan dg baik. Menutup dan menguncinya. Tak akan aku buka, jika bukan takdir yg menuntun untuk membukanya. Aku akan lebih menjaga perasaan Ken mulai saat ini. Memang harusnya seperti itu kan. Karena Ken kan pacar aku. Yaa Itulah janjiku pada diriku sendiri.
Ken lalu tersenyum melihat ku. Lalu mengacak rambutku pelan.
" Jadi mau aku anter kesana sekarang? " tanya Ken sambil menaikkan alisnya
" Boleh kalo kamu ga keberatan. " jawabku sambil tersenyum dan menganggukkan kepala
" Untuk tuan putri Kyara ga ada kata keberatan. " jawab Ken sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya
Lalu kami pergi menuju basecamp. Saat udah sampai, aku melihat mobil Kaysan sudah terparkir di depan. Kaysan lalu turun dari mobil. Menyadari ada mobil di belakangnya, yaa itu mobil Ken yg mengantar ku. Kaysan menoleh kearah ke mobil Ken sambil menutup pintu mobilnya. Kaysan tak langsung beranjak, ia justru seolah menunggu orang dari dalam mobil keluar.
Ken pun keluar dari mobil, lalu membukakan pintu mobilnya untukku. Dan akupun keluar, pandangan mataku dan Kaysan sempat bertemu. Aku terdiam tak menyunggingkan senyum sama sekali. Karena aku bingung harus gimana. Begitupun dg Kaysan, Kaysan hanya menatapku tajam tanpa senyuman. Wajahnya sangat datar dan dingin. Lalu pandangan Kaysan beralih ke Ken. Ken sempat tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Kaysan. Tapi Kaysan hanya tersenyum kecil lalu melangkah ke dalam tanpa melihat kearah ku lagi.
" Yaa udah gih masuk. Udah ditunggu temen temen kamu pasti. " kata Ken sambil tersenyum dan mengodekan kepalanya untukku masuk
" Kamu ga ikut masuk Ken? " tanyaku spontan. Haduh bego banget gue kenapa pake nawarin. Gimana kalo Ken jawab mau. Kataku dalam hati yg mengutuki ke spontanan ku tanpa berpikir panjang.
" Ga usah sayang, aku balik aja. Ga enak sama temen temen kamu. Takut ganggu acara kalian, lagian kan aku belum kenal sama mereka. " jawab Ken sambil tersenyum. Dan aku pun lega mendengarkan jawaban Ken. Karena ga tau gimana jadinya kalo Ken beneran mau ikut masuk.
" Beneran Ken? " tanyaku yg merasa sedikit ga enak, walaupun sebenernya itu yg aku mau hehehehe
" Iyaa sayang beneran. Nanti kalau udah selesai dan mau aku yg jemput, telpon aku aja yaa. Gih masuk. " kata Ken sambil tersenyum dan mengusap rambutku
" Iyaa Ken. Aku masuk yaa. " jawabku sambil tersenyum melambaikan tangan lalu melangkah ke dalam. Ken pun membalas lambaian tanganku dan tersenyum. Dan mobil Ken berlalu meninggalkan basecamp.