Ketujuh belas

1642 Words
Pagi harinya. Aku bangun lebih awal. Yaa karena aku harus bersiap siap dan mempersiapkan penampilan terbaikku saat interview nanti. Hari ini aku memakai celana bahan hitam panjang, kemeja putih dg renda dibagian d**a, blazer hitam panjang dg list putih di bagian leher sampai ke bawah. Aku memaki highlees dg tinggi 7cm, rambutku seperti biasa aku gerai dan Curly bagian bawah. Aku memoleskan make up tipis dan natural. Setelah selesai dg ritual ku. Lalu aku keluar kamar sambil membawa tas selempang hitam ukuran sedang. Di dalam tas aku membawa HP, make up (bedak dan lipmate aja si), parfum, note kecil, dan beberapa pulpen. Aku berjalan menuju ruang makan. Saat aku masih di kejauhan, mamah papah sudah memandang ku tanpa berkedip. Aku jadi salah tingkah dan melihat diriku sendiri dari atas kebawah. " Kenapa si mah pah ada yg salah sama penampilan ku? " tanyaku heran sambil mengerutkan kening " Ga ada sayang. Kamu cantik banget, keliatan dewasa. " kata mamah dengan senyum merekah " Makasih mamah. Tp emang mamah baru tau yaa kalo punya anak cantik. " kataku meledek sambil tersenyum dan menarik bangku makan untukku duduk " Kalo papah si udah tau. Udah keliatan dari SMA. Liat aja sekarang bukan cuma Kaysan kan, tp Ken. Ntar sebentar lagi pasti ada nama cowo baru lagi. " kata papah menggoda ku sambil menaik turunkan alisnya " Heeemmm terserah papah deh. Aku mau makan, abis itu mau langsung go. Doain yaa mah pah. " kataku sambil mulai mengambil makanan di meja " Pasti sayang selalu. " kata mamah sambil tersenyum dan mengacungkan jempol. Dan papah masih melihatku dg senyum jailnya Aku makan dg agak cepat karena jam sudah menunjukkan pukul 6.15. Pasti di jam kerja begini jalanan akan sangat macet. Apalagi Jakarta yaa kan. Jadi untuk mengantisipasi kemacetan, lebih baik berangkat lebih awal. Selesai makan aku langsung pamit pada mamah dan papah. " Mah pah Kyara berangkat dulu yaa. Assalamualaikum. " pamitku sambil mencium tangan mamah papah " Waalaikumsallam. " jawab mamah papah kompak " Hati hati sayang. " lanjut mamah sambil melambaikan tangannya. Dan akupun membalasnya Aku melajukan mobil dg kecepatan sedang. Yaa benar saja, masih pagipun jalan sudah ramai dan mulai menunjukkan kemacetannya. Saat dalam perjalanan, aku mendapat pesan dari Ken. Yaa Ken tau aja kalo aku sedang buru buru jadi dia tidak telpon tapi hanya mengirimkan chat. Ken memang paling pengertian. Ken : Pagi sayang, kamu pasti lagi di jalan kan, udah berangkat. Jangan bilang aku cenayang lagi, karena aku udah tau jadwalmu hari ini hehehehe. Semangat yaa sayang interview nya, inget jangan gugup tenang aja santai relaks. Jangan lupa berdoa dulu Oke. Hati hati di jalan sayang mmmuuaacchhh. Chat ini ga dibales juga ga papa ko. Nanti kamu telpon aku aja kalo udah selesai. Oke baby. Aku membaca pesan Ken hanya tersenyum. Betapa beruntungnya aku punya cowo yg sangat perhatian dan pengertian kaya dia. Selalu mensupport aku dg tulus. Yaa seperti kata Ken dalam chat, aku pun tak membalas pesannya. Hanya membacanya saja. Tp nanti aku akan telpon Ken begitu selesai interview. Aku meletakkan kembali HP ku di dekat jok. Begitu sampai di DM Group, aku langsung menuju parkiran mobil. Tp saat aku mau parkir, di depan ku juga ada mobil yg baru mau masuk dan akan parkir. Aku membunyikan klakson dg kencang, karena kesal dg mobil di depan yg parkir lama banget. Sedangkan aku lagi diburu waktu. Bener bener pagi yg ngeselin. Batinku Aku sampai membuka jendela pintu dan berteriak untuk mengingatkan orang yg membawa mobil itu. " Mas cepetan dong, aku lagi buru buru nih. " kataku sambil berteriak dan memajukan kepala ku keluar jendela Orang yg di dalam mobil hanya melirik ke kaca spion sambil menyunggingkan senyumnya. Lalu dia keluar dg gagah , pesonanya sungguh tak bisa di tolak. Mengenakan kemeja putih dan setelan jas warna Milo, menambah kesan cassual dan kalem. Ditambah kacamata hitamnya membuat semakin keren. Aku sampai tak berkedip dibuatnya. Tapi saat dia melewati mobilku dan membuka kacamatanya. Aku langsung berubah ekspresi kembali ke mode kesal. Yaa ternyata yg bikin hariku menyebalkan siapa lagi kalo bukan cowo itu. Cowo yg menabrakku waktu itu. Hari hariku jadi menyebalkan kalo ketemu dia. Apalagi kalo dia kerja disini waaahhhh setiap hari bisa jadi menyebalkan dong? Pikirku dalam hati. Kenapa jadi nyebelin gini si cerita gue. Tambah ku dalam hati. Dengan cepat aku memarkirkan mobilku di sebelah mobilnya. Yaa karena memang hanya tersisa 2 tempat pagi itu. Selesai parkir, aku merapikan penampilanku. Dirasa sudah rapih, aku segera keluar dan berjalan menuju lobby perusahaan. Aku lalu menghampiri resepsionis yg waktu itu. "Permisi mba, saya Kyara Adhisti yg di panggil untuk interview. " kataku sambil tersenyum dan menganggukkan kepala " Oh silahkan langsung aja ke lantai 7 di ruangan CEO mba. " katanya sopan sambil membalas senyum dan anggukan kepalaku, lalu tangannya menunjuk ke arah lift yg ada di sebelahnya. " Oke makasih mba. Permisi. " jawabku singkat sambil tersenyum dan menganggukkan kepala lagi. " Sama sama. Silahkan. " jawabnya sambil membalas perlakuan ku Aku segera menuju lift lalu menekan tombol angka 7. Aku semakin gugup karena lift berjalan sangat cepat. Berbagai pertanyaan muncul dalam pikiranku. Aku bertanya dalam hati. Kaya apa yaa CEO nya? Apa bener kata papah kalo CEO nya masih muda? Terus aku harus gimana? Kalo CEO nya seusia papah, ga masalah. Tp CEO nya itu seusia ku? Itu yg bikin masalah. Bikin tambah nervous. Akhirnya lift berbunyi " Ting " tandanya aku sudah sampai di lantai 7. Aku keluar lift dan melihat kesekitar. Di lantai itu ada 5 ruangan, yaitu ruangan CEO yg paling besar dan paling ujung, disebelahnya ada ruang Sekretaris, lalu ruang Wakil CEO , Direktur Keuangan, dan terakhir adalah Direktur Personalia. Yaa dan berarti nanti ruanganku juga berada di lantai 7, di sebelah ruang CEO tepatnya. Aku menarik nafas dalam-dalam, menenangkan diri untuk tidak gugup. Aku berjalan dg anggun. Sampai di depan ruangan CEO, aku mengetuk pintu. Tok tok tok.. " Yaa silahkan masuk. " jawab suara dari dalam ruangan " Permisi pak saya Kyara Adhisti yg di panggil untuk interview. " kataku sambil membungkukkan badan " Silahkan duduk. " jawab CEO singkat sambil membalikkan badan, yaa karena sejak tadi CEO itu menghadap jendela yg berarti membelakangi ku. Begitu CEO itu membalikkan badan, aku langsung terkejut seketika. CEO itu hanya tersenyum sinis. Ngeliat dia senyum begitu rasanya pengen nampol. Kenapa harus dia lagi coba? Berarti apa yg aku bayangin kemaren beneran kejadian dong? Haduh mampus deh gue gimana ini? Disatu sisi gue sebel banget sama ni cowo. Tp di sisi lain cowo yg gue sebel itu CEO gue, atasan gue. Haduh kalo gara gara kejadian beberapa kali waktu itu gue ga lolos interview gimana? Yaa begitulah diskusi dg diriku sendiri. " Ehem. " kata CEO membuatku kaget. yaa ternyata dari tadi aku melamun. " Ma-maaf pak. " kataku sambil menganggukkan kepala dan mencoba untuk profesional " Oke, kita mulai interview nya. " kata CEO tegas tanpa ekspresi Lalu CEO itu memulai interview dg beberapa pertanyaan. Aku menjawab seadanya sesuai yg aku tau. Selama interview aku mencoba untuk profesional, mengesampingkan rasa kesalku pada CEO di depan ku. " Oke cukup untuk interview nya. Ternyata kamu sangat menjunjung tinggi profesionalisme yaa Kyara Adhisti? " katanya diakhir interview sambil tersenyum " Terimakasih atas pujian anda pak. Jika sudah tidak ada yg ditanyakan, saya permisi. " jawabku sambil tersenyum terpaksa dan menganggukkan kepala lalu bangkit dari tempat duduk " Kyara tunggu. " cegah CEO itu. ia pun bangkit dari tempat duduknya " Iyaa pak ada apa lagi? " tanya ku sambil menghela nafas " Kamu bisa mulai kerja besok jam 7. Ingat tidak boleh telat. Kamu akan jadi sekertaris ku, jadi kamu harus menuruti semua perintah ku, paham. katanya dg nada tegas sambil membenarkan kemejanya " Baik pak. Kalo begitu saya permisi. " jawabku singkat lalu membalikkan badan lagi dan membuka pintu dan pergi dari ruangan CEO. Di dalam ruangan sang CEO masih tak beranjak dari tempatnya sambil terus tersenyum. Sedangkan aku, aku berjalan keluar dari perusahaan dg rasa kesal yg benar benar tak bisa diungkapkan. Walaupun saat di dalam ruangan tadi aku bersikap profesional, tp sebenarnya aku sangat kesal dan malas untuk menatapnya. Kesan pertama yg menyebalkan membuat ku sulit untuk mengubah image nya dimata ku. Lalu pertanyaannya adalah bisakah aku terus bersikap profesional padanya setiap hari? Karena nantinya aku akan bertemu dg nya setiap hari. Berada ditempat kerja yg sama. Oh Tuhan sanggupkah aku dg semua ini? Kenapa CEO itu harus cowo yg menyebalkan. Aku berdiskusi dg diri sendiri lagi. Lalu aku melajukan mobilku ke rumah. Sampai dirumah aku langsung menuju kamar merebahkan tubuhku yg lelah. Sebenarnya bukan tubuh yg lelah tp hatiku yg lelah karena harus berpura pura demi menjaga profesionalisme kerja. Aku pun memejamkan mata. Aku tadinya tak berniat untuk tidur, tp akhirnya aku ketiduran. Dann aku terbangun karena suara panggilan di HP ku. Yaa itu pasti dari Ken, karena siapa lagi yg rajin menghubungi ku saat ini selain dia. " assalamualaikum sayang. gimana tadi sukses kan interview nya? tanya Ken antusias dan penasaran " waalaikumsallam Ken. iyaa Alhamdulillah lancar dan aku mulai kerja besok. " jawabku tanpa menceritakan tentang CEO yg menyebalkan itu " syukur deh kalo gitu. selamat yaa sayang. " kata Ken bahagia " makasih Ken. ooohhh iyaa kamu kapan ke Jakarta? " tanyaku sambil melihat kalender " Kamis pagi sayang tp aku cuma 3 hari, Minggu malemnya aku balik Jogja. " kata Ken menjelaskan dg detail " ooohhh berarti lusa yaa Ken? terus naik apa Ken? " tanyaku " Iyaa lusa sayang. naik mobil aja biar lebih enak dan bebas. " jawabnya singkat " ooohhh iyaa Ken. kabari lagi aja yaa kalo mau otw. " kataku santai " pasti dong sayang. yaa udah kamu istirahat gih pasti cape. semangat buat besok yaa dan tunggu aku lusa di Jakarta." kata Ken menyuruhku " Iyaa Ken. Assalamualaikum. " pamit ku " waalaikumsallam sayang. " jawab Ken yg berarti panggilan telpon pun berakhir
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD