Blue

1513 Words
Aku hanya menggelengkan kepala ku merespon pertanyaan haga. Aku juga bingung kenapa perempuan itu melihat ke arah ku. " kamu perempuan yang menyapa dion tadi kan?" ujar nya pada ku " iya. " jawab ku singkat " Kamu siapa nya dion?" tanya nya padaku dengan mata yang akan segera keluar melihat ke arah ku " Aku? aku mantan pacar dion, indah. " aku menyodorkan tangan ku pada perempuan itu, aku juga penasaran dengan perempuan yang sampai dbelikan lingerie dan satu set perhiasan oleh dion. " Aku tunangan dion. " jawab nya menyalam tangan ku dengan tersenyum " Apa? tunangan?" tanya ku memperjelas pernyataan nya " Iya aku blue queen , tunangan dion victory. Jangan heran.. Kejadian seperti tadi sudah hal yang biasa kulakukan pada dion. " perempuan bernama blue itu tidak melepas salaman tangan ku. " Ohhh aku tidak tahu dion sudah punya tunangan. Dia tidak pernah bercerita padaku. " ujar ku pada blue yang baru kusadari warna rambut sebahu nya adalah biru gelap. " Kami dijodohkan dari bayi karena bisnis keluarga, kurasa hal yang wajar dion tidak menceritakan nya padamu. Mungkin hubungan nya dengan mu hanya selingan atau hubungan serius, yang pasti ikatan kami akan sulit sekali untuk diputuskan " sahut blue kemudian tersenyum dan pergi meninggalkan kami bertiga yang masih melihat satu sama lainnya " Hari yang cukup aneh. " ujar ku, handphone ku terus berdering dan itu dari dion. " Indah... Ayo kita beli soursally. Sepertinya harimu cukup kelabu hari ini. " ujar haga padaku Saat kami berjalan keluar dari amazone, dion menunggu ku dengan tatapan gelisah. " Indah... " ujar nya menghentikan langkahku " Ternyata kamu sudah punya tunangan dion, kenapa kamu masih mempermainkan hatiku?" ujar ku dengan nada marah " Indah... Aku hanya menganggapnya seperti adikku sendiri. Memang orangtua kami menjodohkan kami dari bayi untuk keseimbangan bisnis , saling menguntungkan, tapi aku sama sekali tidak punya perasaan lebih padanya " ujar dion memohon padaku " Aku tidak peduli. Yang pasti perempuan itu, blue atau siapa lah, mengatakan bahwa hubungan kalian tidak akan mudah untuk diputuskan. " sahutku melangkah pergi namun tertahan karena dion memegang tanganku " Lepaskan dia, dion. Memang nya kamu berani mengenalkan wanita ini pada keluarga mu, dan kemudian kamu akan kehilangan posisi pewaris di keluarga mu? " ujar blue melepaskan tangan dion yang memegang tanganku Dion pun terdiam membisu. Sebenarnya aku kasihan padanya , tapi mau dibawa kemana harga diri ku. Aku hanya wanita biasa saja bila dibandingkan wanita bernama blue itu. Dari pakaian dan gaya nya saja, aku sudah kalah telak. " Indah... Untuk saat ini tunggulah aku, aku akan meyakinkan orangtua ku bahwa pilihan ku tidak salah. " ujar dion menatap kepergian ku " sudah macam nonton sinetron siang bolong begini. " irene membetulkan lagi letak kacamata nya dan berjalan di samping ku Kami pun memesan yogurt yang small cup dan menikmati nya sambil melihat ke dalam hypermart. Setelah habis yogurt , kami pun keluar dari hypermart dan mampir makan siang di uncle k favorit kami bertiga. " kita pesan kek biasa? indah singapore hainam chicken rice, haga nasi lemak ayam bakar ala malaysia? minum nya ice chocolate blended. Setuju?" tanya irene melihat ke menu dan menulis pesanan kami. " Yes. " ujar haga dengan antusias " Ya. " ujar ku menunduk melihat handphone ku " Sudah, ini nanti dulu, kita makan dulu. Jangan pikirkan dulu drama korea mu. " ujar irene mengambil handphone ku dan mematikan nya. Aku pun mencoba tersenyum dan menunggu pesanan kami datang. Pesanan irene paling cepat datang, tomyum seafood noodle. Tidak berapa lama pesanan kami pun datang semua dan kami menyantap nya dengan lahap tanpa sepatah katapun. Setelah selesai makan, kami pun keluar dari sun plaza dan kami menuju ke cemara asri untuk menenangkan pikiran. " Aku tadi sudah nyari yang namanya blue queen.. Gila itu wanita dari keluarga tajir 7 keturunan, keluarga nya punya perusahaan make up, pamper, s**u dan frozen food yang sudah sampai cabang nya di luar negeri " ujar irene beauty dengan tatapan mata yang berkilau " Masa si irene?" tanya haga caroline dengan nada lembut nya Aku tidak peduli wanita itu dari mana asalnya, aku sama dion victory juga menjalin hubungan tidak sampai memikirkan ke arah pernikahan. Steven william menelpon ku berulang kali, akhirnya kuangkat panggilan telepon darinya dengan enggan. " Indah lagi dimana?" tanya steven william " Aku lagi di luar sama kawan ku, sepertinya akan pulang larut malam. Next time saja ya. " Tolak ku dengan halus Steven william tidak menjawab dan langsung memutuskan telepon dariku. Kami bertiga mengelilingi kolam ikan di tengah komplek cemara asri yang dikelilingi banyak variasi jajanan dari pecal, bakso bakar, sate, mie ayam, lekker dan yang lain nya. " Siapa?" tanya irene beauty melihat raut wajah ku yang merengut " Steven William. " jawabku memutar bola mataku ke atas " Steven william, mantan mu yang punya perusahaan makanan ringan itu?" tanya haga caroline Steven william mantan ku sebelum aku berpacaran dengan dion victory, aku tidak sengaja berjumpa dengan nya di mall, ya seperti di dalam film. Barang ku terjatuh dan dia membantu menyusun nya kemudian kami berkenalan dan cocok lalu berpacaran selama awal masa kuliah. Kami putus karena aku terlalu sibuk karena praktikum di kampus sehingga tidak ada waktu dengan nya. " Iya steven william mantan pacar ku waktu awal kuliah. Ada apa dengan beberapa hari ini? " sahutku sambil duduk di bawah pohon melihat ke arah ikan lele di kolam " Kenapa dia tiba- tiba menelpon?" tanya irene beauty " Aku juga tidak tahu, dia minta jumpa sama ku. " ujar ku melempar pelet pada ikan lele di kolam " Jadi irene, blue queen wanita keturunan sultan ya? " tanya haga caroline kembali pada topik itu ketika aku fokus memberi makan para lele yang besar nya berkali-kali lipat dari ikan lele biasanya " Ya, blue queen adalah salah satu pewaris keluarga nya yang sultan, ya tidak salah si dijodohkan dengan dion victory yang juga selevel sama dia. Dion victory yang orangtua nya pemilik perusahaan otomotif yang terkenal di seluruh dunia, tapi dion victory bukan satu-satunya pewaris di keluarga nya. " ujar irene menjelaskan pada haga caroline yang mendengarkan dengan serius " Sepertinya indah dikelilingi oleh para pria dengan kekayaan dan kekuasaan ya. " tawa haga caroline menatapku " Ya tidak seperti kita, boro-boro punya pacar, yang pedekate juga tidak nampak batang hidung nya.. hahah. " tawa irene beauty bersama haga caroline " Ayo.. sudah sore.. kita balik rumah. " ujar ku berdiri mengajak mereka untuk pulang Ketika kami akan naik mobil, tiba- tiba steven william dengan setelan jas nya dan wajahnya yang seperti artis korea, menarik lengan ku dan menahan pintu mobil agar tidak terbuka Haga caroline dan irene beauty pun menunggu di dalam mobil. " Kenapa bang??" tanya ku padanya " Menikah lah dengan abang. " sahutnya membuat jantung ku hampir copot " Bang, kita sudah lama tidak ada hubungan, dan tiba- tiba abang datang mau menikahi indah?" tanya ku dengan sedikit syok " Tolonglah princess indah larasati.. Hanya kamu perempuan yang pernah abang kenali sama keluarga abang. Mama abang menderita kanker otak stadium 3, mungkin hidupnya tidak akan bertahan lama " ujar steven william dengan wajah yang putus asa " Tapi bang... Itu kan bukan urusan indah.. Masa gara- gara itu, indah harus mengorbankan hidup indah menikah dengan pria yang indah bahkan tidak punya perasaan lagi?" ujar ku sedikit kecewa dengan alasan di balik permohonan nya " Abang akan buat kontrak nikah untuk kita, hanya untuk menunjukkan pada mama abang sebelum dia wafat. Abang bahkan tidak akan pernah menyentuh indah. " ujar steven william memelas " Maaf bang.. Indah menolak apapun alasan nya. Indah punya kehidupan sendiri. Abang bisa cari wanita lain yang mungkin akan tulus mencintai abang dan keluarga abang. " ujar ku melepas genggaman tangan nya dan berbalik meninggalkan nya " Abang ... Ayo... Tante lagi kritis. " pekik seorang wanita yang suara nya tidak asing di telinga ku Karena penasaran, aku pun berbalik melihat siapa wanita yang berbicara dengan steven william " Ahhh kita berjumpa lagi . " ujar nya melihat ku ketika aku berbalik " Blue... kamu kenal sama princess indah larasati?" tanya steven william bengong melihat blue queen duluan menyapa ku " Ohh nama nya princess indah larasati. Kami baru kenal, nanti saja blue ceritakan, sekarang ayo kita berangkat, tadi perawat rumah sakit menelpon, kondisi tante kritis. " sahut blue sambil menarik lengan steven william Aku pun hanya melihat mereka sampai menaiki mobil fortuner milik steven william, lalu aku pun kembali ke mobil haga caroline. " Ayo jalan haga, kita ikutin mobil itu. Aku penasaran kenapa aku berjumpa dengan wabita itu lagi dan dengan pria yang berbeda. Sebenar nya siapa dia?" ujar ku pada haga yang langsung melaju kencang mengikuti mobil steven william keluar dari komplek cemara asri dan menuju jalan ringroad dan menuju ke arah kota medan melalui jalan yang cukup padat kendaraan. " Ada apa?" tanya irene beauty pada ku yang terlihat serius melihat pergerakan mobil steven william " Steven william mengajak ku menikah. " ujarku singkat namun mataku tak berhenti menatap pergerakan mobil steven william " Apa?" tanya haga dan irene bersamaan dan mengerem mendadak
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD