Keringat dingin mengalir dari dahiku. Pandangan ku terasa berkunang-kunang. Lalu aku pun jatuh pingsan. Ketika aku bangun, aku sudah berada di rumah sakit tempat suami ku bekerja. " Indah.. Kamu sudah sadar?" tanya bang rangga yang terlihat panik duduk di sebelah kasur ku. " Abang.. Bagaimana dengan bayi kita bang. " ujar ku mengelus perutku " Kata dokter rafa spesialis kandungan, indah harus bedrest, tidak boleh banyak gerak, harusnya indah tidak perlu datang ke yogya untuk jumpai abang. " ujar bang rangga dengan nada sedikit kesal. Aku hanya diam dan berusaha untuk menenangkan pikiran ku meskipun hatiku berkecamuk. Siapa yang mau dalam keadaan hamil muda ditinggal kerja oleh suami di tempat yang jauh, bahkan komunikasi juga jarang, apalagi dengan tuduhan anak yang kukandung buk

