Butik Gadis
Pukul 10.00 WIB Gadis sudah selesai meeting dengan client yang ingin memesan gaun untuk acara pertunangan mereka.
“Ray nanti kita ada meeting lagi sama client?” Tanya Gadis kepada Raya seorang pegawai yang mengatur jadwal Gadis.
“Tidak ada bu tetapi nanti ada client yang mau fitting gaun untuk pernikahannya.” Jawab Raya dengan Sopan.
“Jam berapa Ray?”
“Sekitar sehabis jam makan siang bu.” Jelas Raya.
“Oke Ray, tolong pesankan saya salad ya Ray buat makan siang.”
“Baik bu”
-
Wijaya Corp
Waktu istirahat tiba – tiba pintu ruangan Arkan terbuka dan menapilkan seorang gadis cantic siapa lagi kalau bukan Syina.
“Holaa kakak aku yang paling ganteng, yuk makan siang bersama si cantik Syina jangan baca laporan terus.” Ajak Syina kepada Arkan.
“Tumben kesini, ada apa?’ Tanya Arkan.
“Apaan sih kak orang mau ngajak kakak makan siang bareng aja engga ada maksud apa – apa kok.”
“Makan disini aja kakak malas keluar.”
“Huft yasudah aku pesan dulu.” Syina memesan makanan untuk dirinya dan Arkan. Setelah menunggu selama 15 menit akhirnya makanan datang.
“Wah kesukaan aku banget nih kak steak, Gadis juga suka steak ini kapan – kapan makan steak bareng sama Gadis ya kak.” Pinta Syina dan dibalas anggukan kepala oleh Arkan.
Saat mereka sedang asyik menikmati makan siangnya tiba – tiba pintu ruangan Arkan terbuka, muncullah Rara dan Adit yang telah berbaikan.
“Weits ada acara apanih kok steak banyak banget?” Tanya Rara dan duduk disamping Syina.
“Lagi makan siang bareng aja kak. Kakak darimana kok mampir kantor kak Arkan?” Tanya Syina.
“Mau makan siang tadi tapi malah diajak Adit kesini, dia mau rapat tuh sama Arkan.”
Kini Rara dan Adit sudah ikut makan siang dengan Syina dan Arkan. Syina menangkap design baju yang dipakai Rara.
“Kak aku kaya kenal nih model naju beginian.”
“Oh ini, ini kan baju dari butik gadis kenapa?”
“Pantes familiar banget modelnya yang punya butik itu temen aku kak namanya Gadis temen aku tahu kak.”
“Benarkah? Kemarin kakak diundang datang waktu pembukaan butik tapi karena lagi kerja di Bandung jadi mamah deh yang datang, ini dibawain bajunya. Enak dipakai kakak suka Syin, kapan – kapan anterin kakak kesana ya.”
“Jelas enak dan nyaman dipakai kak, Gadis designnya engga asal – asalan.” Puji Syina.
-
Hotel Nino
Saat ini Syila sedang menemani Nino untuk makan siang di ruangannya. Syila membawakan Nino makanan untuk Nino dan Dirinya.
“Sayang ini dicoba aku baru belajar bikin lasagna, gimana enak tidak?” Tanya Syila ke Nino, jujur Syila takut rasanya aneh.
“Enak sayang aku suka, nanti di Bali bikin ini ya.” Kemudian Nino mencium kening Syila.
“Oke sayangku makan yang banyak ya”
“Sayang kamu nanti beneran mau ngenalin Gadis ke Nando? aku takut nanti Arkan marah. Kamu tahu sendiri kalau Arkan marah.” Tanya Nino kepada Syila.
“Iya sayang aku ingin Arkan cepat move on buksn berarti aku ingin dia cepat melupakan mendiang istrinya tapi aku dia lebih hidup lagi engga kaya sekarang muka nyeremin, jarang senyum dan jarang ngobrol panjang lebar.” Jelas Syila dengan wajah sedih karena melihat itu Nino kemudain membawa Syila kepelukannya.
“Sayang aku setuju sama usulan kamu tapi kamu juga harus ingat bisa saja Nando suka beneran ke Gadis gimana hayo?”
“Nanti akum au ngomong ke Nando soal ini, aku nanti minta bantuannya. Bantuin aku ya sayang akum au Arkan seperti dulu lagi.” Pinta Syila dan diiyakan Nino.
Nando datang keruangan Nino setelah ditelpon Nino.
“Halo kakakku cantik” Sapa Nando kepada Syila dan memeluknya.
“Baik adikku sayang yang manja ini.” Syila membalas pelukan Nando.
“Ada apa kak tumben manggil ke sini?.” Tanya NAndo kepada Nino.
“Tanya kak Syila Ndo kakak mau ngerjain laporan dulu.”
“Sayang aku tinggal dulu ya, ngobrol aja sama Nadno.” Dibalas anggukan oleh Syila.
“Ada apa kak serius banget mukanya.”
“kakak mau minta tolong Ndo, bisa?”
“Minta tolong apa kak kalau susruh nyuri engga bisa aku.” Canda Nando dan dihadiahi Syila pukulan bantal
“Ngawur. Kakak minta kamu deketin seseorang gadis nanti waktu kita ke Bali.”
“Weits cakep engga kak?”
“Cakep Ndo tapi ingat gadis ini milik seseorang.”
“Gimana sih kak maksudnya, aku jadi bingung nih?” Karena Nando tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Syila.
“Jadi gini Ndo gadis ini namanya Gadis dia suka sama Arkan tapi Arkannya cuek karena masih menjaga perasaan untuk mendiang istrinya. Kamu tahu Ndo Arkan sebenarnya tertarik sama Gadis tapi Arkan menyangkalnya nah kakak minta kamu deketin Gadis buat Arkan cemburu dan sadar akan perasaanya tapi ingat kamu engga boleh suka Gadis.” Jelas Syila .
“Duh kak agak ngeri ya mancing - mancing kak Arkan, suruh kak Joni ajalah yang deketin Gadis itu. Aku masih sayang muka tahu kak, nanti kalo gebetanku pulang dari Inggris gimana?” Jawab Nando sambal memegangi wajahnya.
“Ckkkk gebetanmu juga lupa kali Ndo sama kamu, kamu kan bisa chat Larissa bilang masalah ini dia pasti mengerti kok.” Jelas Syila “Kamu engga mau ya bantu kakak?” Tanya Syila dengan wajah dibuat sesedih mungkin.
“Iya deh mau, tapi kakakharus tanggung jawab ya kalau mukaku kenapa – napa dan yang paling penting akkak juga harus bantu aku buat minta izin Larissa dulu.” Pinta Nando.
“Tenang aja muka kamu kakak asuransikan.” Canda Syila “Tenang aja selama Arkan masih belum menyadari perasaannya dia engga bakal mukul tu muka yang berani deketin punyanya.”
“Huft gini banget sih kak bantu kamu.”
“Sesekali engga papa kali dik, nanti kakak belikan sepatu keluaran terbaru kalau berhasil.’ Rayu Syila kepada Nando.
“Benar ya kak?” dan diangguki oleh Syila.
Dari tempat duduknya Nino hanya melihat interaksi keduanya melihat senyum Syila yang lebar menandakan bahwa negosiasinya dengan Nando berhasil. Nino berharap acara di Bali nanti berjalan dengan lancar ia telah menyiapkan kejutan untuk Syilla sang pujaan hati yang telah mengisi hatinya semenjak sekolah menengah atas.
-
Kamar Arkan
Saat ini Arkan telah selesai makan malam ia sedang duduk dikursi santai sambil melihat bintang ditemani Mongmong si anjing kesayangannya. Mongmong tentu pernah bertemu dengan Gadis dan Mongmong menyukainya.
“Kau tahu Mong aku merindukan istriku, aku selalu berandai – andai apabila dia masih pasti kita sekarang punya baby yang menggemaskan.” Monolog Arkan.
“Apa kau gadis itu Mong namanya Gadis, apakah kamu suka dai Mong?” Tanya Arkan kepada Mongmong dan dijawab dengan gonggongan kecil Mongmong.
“aw aw aw sepertinya kmau menyukainya ya, apa menurutmu dia baik?” dan dibalas gonggongan lagi oleh Mongmong.
“Hahahaha baik – baik sepertinya memang benar kamu menyukainya. Apa aku harus mulai membuka hatiku untuknya?” Tanya Arkan kepada Mongmon dengan senyum yang menawan dan dibalas lagi oleh Mongmong.
“Mong apa tidak terlalu cepat untukku membuka hati untuk Gadis?” Monolog Arkan kemudian Arkan mengingat bahwa ia telah ditinggal pergi sang istri selama 2 tahun. Arkan berpikir mugnkin emnag ini sudah waktunya ia membuka hati, ia memang tertarik kepada Gadis saat petama kali bertemu tetapi Arkan mencoba menepis rasa itu.
“Mongmong apa sebaiknya kita hubungi Gadis dan menanyakan apakah dia bisa pergi denganmu?” dan lagi – lagi dibalas gonggongan oleh Mongmong, sepertinya Mongmong sudah menegrti dengan nama Gadis.
Kemudian Arkan mencoba menghubungi Gadis via chat.
TO: Gadis Sarinka A
Hai, malam apakah sudah tiudr?
From : Gadis
Hai kak, ini selesai memakai skincare. Gimana kak?
To : Gadis
Hmmm apakah besuk kamu longgar?
From; Gadis
Besuk aku free kak, apakah ada sesuatu?
To : Gadis
AKu ingin mengajakmu jalan – jalan sore dengan Mongmong, bagaimana?
From : Gadis
Ahhh baik kak, mau bertemu dimana kak?
To : gadis
Aku jemput kamu ke butik saja
From ; Gadis
Baik kak, see u kak
Dan hanya diread saja oleh Arkan. Arkan tentu tidak tahu bahwa Gadis saat ini sedang bahagia sekali mendapat chat dari Arkan apalagi Arkan mengajaknya untuk jalan sore walau ditemani Mongmong.