SEMBILAN

1261 Words
Gadis telah menyelesaikan pekerjaannya hari ini sampai pukul 17.00 WIB, Gadis tidak tahu bahwa hari sudah menunjukkan waktu sore hari. Kemudian dia teringat ajakan Arkan yang akan berjalan sore hari bersama Arkan dan Mongmong. “Aduh gimana sih Dis bisa lupa kalau hari ini mau jalan sama kak Arkan.” Monolog Gadis Gadis kemudian segera merapikan meja kerjanya dan berkemas ia tidak lupa untuktouch up terlebih dahulu. Setelah selesai berdandan Gadis keluar ruangan dan ia bertemu dengan beberapa karyawan yang membantunya, Gadis berpamitan kepada mereka dan Gadis juga menyuruh agar mereka segera pulang untutk berisitirahat. Sampai depan kantor Gadis terkejut karena Arkan dan Mongmong sudah menunggunya. Arkan masih dengan setelan jas kantor. Gadis menghampiri Arkan dan Mongmong. “Hai kak, apakah kakak sudah lama menunggu?” Tanya Gadis “Belum lama Dis.” Jawab singkat Arkan padahal Arkan sudah menunggu Selma 30 menit. “Hmmmm baiklah kenapa kakak engga chat dulu kalau mau keisni, aku takut kakak menungguku terlalu lama atau kalau mau kakak bisa masuk butik menunggu didalam.” Jelas Gadis dia merasa tidak enak karena Arkan menunggunya. “Hai Mongmong apa kamu suka mau jalan – jalan.” Mongmong menyahuti dengan gonggongan. “Ayo kita berangkat takutnya terlalu sore.” Ajak Arkan Kini keduanya sudah masuk kedalam mobil, Mongmong berada di pangkuan Gadis. Mereka menuju tempat main untuk anjing yang sangat popular akhir – akhir ini.Sepanjang perjalanan suasana didalam mobil hening tanpa adanya percakapan antara keduanya. “Apa tidak apa – apa kita pergi ketempat main anjing.” Tanya Arkan. “Engga papa kak.” Dalam hati Gadis menggerutu karena Arkan baru Tanya kepada Gadis kemana mereka pergi. Saat sudah sampai di tempat Arkan dan Gadis mulai memebli tiket untuk masuk. Setelah masuk Gadis bermain dengan Mongmong dan Arkan yang melihat interaksi antara Gadis dan anjing kesayangannya membuat ia tanpa sadar tersenyum. Setelah lelah bermain dengan Mongmong akhirnya Gadis menuju ke Arkan dan duduk disamping Arkan. “Sudah capek mainnya?’ “Sudah kak Mongmong baterainya 100% kali ya engga capek – capek.” Di balas senyuman oleh Arkan. “Mau makan di mana?” “Ha apa?” Karena Gadis kaget dengan ajakan makan Arkan. “Mau makan di mana?” Tanya ulang Arkan. “Oh itu hmmm bagaimana kalau di dalam Mall saja kak? Kita bisakan titip Mongmong sebentar di sini?” Tanya Gadis dan dibalas deheman oleh Arkan. “Mau pesan apa kak?” “Samakan saja sam kamu.” “Oke. Mbak saya mau steak 2 ya yang well done sama minumnya orange jus ya mbak.” Setelah pelayan mencatat kemudian pergi. “Hmmm kaka pa benar kak Nino pacar kak Syila mengajak kita ke Bali.” Gadis mengawali obrolan dengan membahas rencana holiday ke Bali. “Hmm kak Nino ingin meresmikan Villanya yang baru selesai di Bali.” “Wahhhh keren pasti suasananya enak segar, aku udah capek banget kerja butuh refreshing.” “Cerewet banget.” Arkan bergumam tapi sayangnya di dengar oleh Gadis. “Kenapa kak?” Tanya Gadis karena ia ingin lebih mendengar dengan jelas. “Hmm engga apa – apa.” “Ihh kak Arkan kek cewek ditanya kenapa jawabnya engga papa.” Canda Gadis. Mereka menikmati makan steak bersama suasana diantara mereka tetap sunyi. Gadis tidak tahu harus memulai obrolan dari mana karena ia takut nanti di cap buruk oleh Arkan. Karena itu makanya Gadis makan dengan cepat agar cepat selesai dan kembali ke tempat Mongmong berada tetapi yang terjadi Gadis tersedak makanan karena makan terlalu cepat. Arkan yang melihatnya sigap memberikan air jus yang di pesan tadi. “Makan cepat – cepat mau kemana sih?” Tanya Arkan. “Mmmmmmm mau ketemu Mongmong kak bukankah kita sudah lama pergi meninggalkan Mongmong di sana?” Tanya Gadis karena ia bingung ingin menjawab apa. “Santai aja Gadis, Mongmong berada di tempat penitipan anjing bukan di umbar.” Jelas Arkan. Setelah mereka selesai makan dan bermain akhirnya mereka sepakat untuk pulang tetapi sebelum pulang Arkan mampir ke toko kue membelikan kue untuk orang tua Gadis. Arkan menanyakan varian rasa apa yang disukai oleh orang tuanya. -- Sampai di rumah Gadis, Gadis dan Arkan turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Saat sampai di dalam rumah mama Gadis sedang memasak dan papa Gadis sedang membaca majalah di teras belakang rumah sedangkan Azka baru saja turun dari lantai atas. “Weits dari mana lo berdua?” Tanya Azka kemudian mereka menghampiri keduanya. “Dari Jonggol.” Balas Gadis malas. “Songong emang lo dik. Mama ma ini ni anak gadisnya baru pulang kencan ma.” Teriak Azka mengompori mamanya. Sang mama yang sedang masak di dapur mendengar suara teriakan Azka menuju ruang keluarga kemudian di susul sang papa. “Kamu tu sukanya teriak – teriak Az. Eh ada nak Arkan.” Sapa mama Gadis kemudian Arkan salim kepada mama dan papa Gadis. “Sore om tante saya habis jalan sama Gadis dan ini ada sedikit makanan tan.” Jelas Arkan dan makanan langsung di bawa mama Gadis ke dapur. Kini Gadis menuju ke dapur untuk membuatkan minuman para lelaki di ruang keluarga sedangka ketiga lelaki itu sedang duduk – duduk santai dan ada juga Mongmong yang saat ini sedang menempel pada papa Gadis. “Dari mana tadi lo sama adik gue?” Azka bertanya kepada Arkan. “Main doing ke mall kemarin dia mau ajak jalan Mongmong.” “Lah kan yang mau di ajak jalan Mongmongnya kenapa lo ikut?” Selidik Azka. “Y ague sebagai pemilik Mongmong harus mengawasi Mongmong sama orang yang baru dikenal .” Jelas Arkan masuk akal dan dibalas anggukan oleh papa dan Azka. “Btw besok jadi engga ke Bali?” “Jadi tapi penerbangan sore sehabis ngantor.” “Gue lupa lagi belum ngabarin Wenda, yaudah deh gue ke atas dulu buat ngabarin Wenda ngobrol aja tu sama satpam yang lagi sama anjing.” Pamit Azka dan yang dimaksud satpam adalah papanya sendiri. “Kurang ajar ya kamu Az papa kurangi saham kamu.” Tapi Azka tidak menggubris ancaman papanya. “Gimana tadi seru jalan sama anak om, eh maaf maksid om sama Mongmong ditemani Gadis?” Canda Papa Gadis. “Gadis sangat seru om tapi mungkin kita yang lagi beberapa kali ketemu masih canggung om.” Jelas Arkan kepada papa Gadis. “Ah itu biasa Ar.” “Kamu tahu Arkan kalau Gadis tertarik sama kamu?”Pertanyaan papa GAdis benar – benar membuat Arkan terkejut tetapi dia menormalkan ekspresinya, berarti benar firasatnya kalau Gadis menyukainya dan dibalas deheman oleh Arkan. “Gadis anak om perempuan satu – satunya Arkan tentu om ingin dia bahagia dengan pasangannya. Om tahu sejak pertama kali Gadis bertemu kamu dia sudah tertarik teteapi dia juga berusaha mengendalikan perasaannya untuk kamu. Bila kamu tidak ingin serius dengan Gadis maka sudahi lah jangan kamu megajak Gadis pergi jalan ataupun yang lain karena dengan kamu yang seperti ini dapat membuat Gadis salah paham. Renungkan ucapan om ya Arkan jangan sakiti hati anak gadis om.” Nasihat papa Gadis untuk Arkan. “Baik om Arkan akan merenungkan ucapan om.” Di sela – sela obrolan serius papa Gadis dan Arkan kemudian Gadis datang membawa minuman dan kue yang tadi dibeli oleh Arkan. “Loh kakak mana pa?” “Lagi hubungi Wenda besuk berangkat ke Bali.” Jawab papa. “Ah hiya. Eh kak Arkan kok tadi beli kue rasa matcha sih?” Tanya Gadis. “Oh itu tadi aku belikan untuk kamu, Azka bilang kamu suka rasa matcha.” Jawab Arkan sambal melirik papa Gadis. Mendengar jawaban dari Arkan membuat Gadis tersipu. Gadis jadi berfikir apakah Arkan sudah mulai menerimanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD