SEPULUH

1437 Words
Sepuluh Kini mereka yang akan pergi ke Bali beberapa sudah tiba di Bandara dan berkumpul di lounge. Mereka akan menuju Bali menggunakan pesawat pribadi keluarga Nino. Saat ini Arkan, Arsyina, Arsyila, Nino, Joni seta Saras sedang makan sambil menunggu yang belum datang. 10 menit kemudian Adit, Rara, Randi, Azka dan Wenda datang mereka langsung bergabung. Arkan dari tadi melirik pintu ruangan, dia menunggu Gadis tetapi tak kunjung datang. Nino yang tahu gelagat Arkan kemudian bertanya kepada Azka tentang Gadis dan Citra yang tak kunjung datang dan Azka menjelaskan bahwa tadi Gadis meeting terlebih dahulu mungkin sekarang sedang dalam perjalanan. Arkan yang mendengar hal itu menghelas napas. 7 menit kemudian Gadis serta Citra datang di susul di belakangnya ada Nando adik Nino. Hal itu tentu membuat Syila tersenyum penuh arti. "Maaf ya semuanya aku telat datang tadi macet di jalan." Ucap Gadis merasa tidak enak karena mereka menunggu Gadis dan Citra. "Santai aja Dis Cit yuk sini gabung makan mumpung masih ada waktu." Ajak Nino. Nando yang merasa kedatangannya tidak disambut sang kakak kemudian berucap, "kak ini adiknya engga di sapa? engga di suruh minum atau duduk gitu?" Rengek Nando kepada Nino. "Halahhhh kaya sama siapa aja sini sayang duduk deket abang. " Randi menimpali pertanyaan Nando, hal itu membuat semua tertawa. **** Setelah hampir 2 jam penerbangan dari Jakarta menuju Bali kini rombongan mulai keluar dari bandara menuju villa. Nino sudah menyiapkan bus untuk mengantar mereka menuju villa. Sampai di villa mereka Nino mulai membagi kamar. Gadis, Citra dan Syina menjadi satu kamar. Syila dan Wenda juga menempati satu kamar lainnya serta Rara dan Saras mereka satu kamar. Sedangkan yang laki - laki Arkan dengan Azka, Nino dengan Nando, Serta Adit, Randi dan Joni mereka tidur dalam 1 kamar. Kini mereka tidak barbeque'an terlebih dahulu karena mereka merasa capek setelah seharian bekerja dan penerbangan menuju Bali. Mereka makan malam dari masakan pengurus villa saja. Setelah makan malam tentu mereka bersantai ada yang tiduran, main ps, mengobrol maupun minum teh. Kini Syila, Wenda, Arkan, dan Nando sedang bersantai di ruang tengah. "Kak itu teman Syina ya yang tadi gue dateng bareng mereka berdua." Tanya nando kepada Syila tentang Gadis. Di sini Nando berpura - pura tertarik kepada Gadis. "Iyaaa Ndo namanya Gadis dan yang satunya Citra." Jelas Syila, Syila mulai memainkan perannya. "Kenapa lo tanya - tanya?" Tanya Wend akepada Nando. Wenda dan Nando memang sudah saling kenal karena mereka pernah bekerja sama. "Hehehe engga papa kali kak, yang Gadis sangat cantik tipe gue banget rambut hitam panjang, putih, tingginya pas perfect." Nando berbicara seolah - olah Gadis merupakan wanita yang membuatnya jatuh cinta walaupun Gadis perfect dan sesuai kriterianya tapi dia tidak mau bersiang dengan Arkan. Arkan yang mendengar penuturan Nando merasa tidak suka dengan ucapannya, "eheemmm" Arkan berdehem agar Nando berhenti bicara tentnag Gadis. Di sisi lain kini Syina, Citra dan Gadis mereka sedang duduk di ayunan. Mereka sedang bercerita tentang kegiatan mereka hari ini dan mereka juga bikin liat tempat yang akan mereka kunjungi besuk. Sedari tadi Gadis merasakan seperti sedang di tatap seseorang kemudian Gadis melihat ke ruang tengah dan tetap saat itu matap Arkan dan Gadis bersitatap, Gadis yang menyadari itu langsung mengalihkan tatapannya ke taman. "Aduh - aduh yang habis tatap tatapan." Goda Citra. "Uhuyyyyyyy" Syina ikut menggoda Gadis " Dari tadi kamu belum ngobrol ya sama kakak?" Tanya Syina. "Sudah kok Syin tadi waktu turun dari pesawat." "Besuk mau jalan sama kakak?" Tanya Syina. "Emmm engga Syin lagian kak Arkan pasti ingin menikmati waktu senggangnya." Ucap Gadis. "Ya siapa tahu dia ngajak kami Dis. Btw coba deh Dis lo deket tuh sama Nando buat tes apakah kak Arkan suka sama lo engga." Usul Citra. Syina yang mendengar itu kemudian tersenyum, "Nah bener nih yang di katain Citra Dis boleh banget cara ini di pake, besuk mulai ya aku dan Citra siap bantu." "Eh eh eh eh kalian berdua ini apaan sih engga engga engga." Tolak Gadis. "Udah deh kamu ikutin aja cara main kita berdua ya kamu tinggal jalanin aja. Deal besuk kita mulai." Jelas Syina yang mau tidak mau di iyakan Gadis. **** Arkan bangun paling pertama kemudian dia bersiap untuk jogging pagi hari. Arkan jogging di sekitar villa saja. Di sepanjang perjalanan Arkan memikirkan tentang perkataan papa Gadis kemudian ia merenungkan apakah dia ingin lebih dekat dengan Gadis atau tidak, sebenarnya Arkan sudah memikirkan hal ini dari beberapa hari lalu tapi setelah ia melihat Nando sepertinya tertarik dengan Gadis Arkan mulai memikirkan kembali. Setelah kurang lebih jogging selama 30 menit Arkan kini kembali ke villa saat sampai villa Arkan menuju ke dapur dan di suguhi pemandangan Gadis dan Nando yang sedang membuat sarapan juga Syina yang lagi membuat s**u. syina yang melihat kehadiran Arkan kemudian menyapa. "Loh udah lari pagi aja kak." "Iya sekitar villa." Jawab datar dan singkat Arkan. "Mau minum ya kak, Dis tolong ambilin kak Arkan air putih tapi jangan dingin ya." Pinta Syina ke Gadis dan dilakukan oleh Gadis. "Ini kak." "Makasih." Jawab Arkan "kamu masak apa?" Tanya Arkan kepada Gadis. "Ahhh ini bikin salad sama nasi goreng kak tadi sebagian ingin makan salad juga, apa kak Arkan mau sesuatu?" Tanya Gadis. "Kalau boleh tolong buatkan sandwich dan susu." Pinta Arkan dan diangguki oleh Gadis. Kini setelah mereka mandi dan berdandan saatnya mereka sarapan. "Wih siapa nih yang masak?" Tanya Joni. "Yang masak Gadis kak." Jawab Syina. "Tadi juga di bantu kak Nando kok masaknya." Tambah Gadis. "Makin di depan saja nih." Celetuk Syila dan di balas kekehan yang lainnya. "Harus sat set biar engga keduluan yang lain ya ga ya." Jawaban Nando membuat semua tertawa kecuali Arkan. Arkan yang mendengar gurauan teman - temannya mulai merasa gerah dan tak suka tetapi dia mencoba bersikap seperti biasa. "Duh masih pagi masih panas ya kawan." Celetuk Randi. "Noh nyebur ke kolam renang." Timpal Rara. "Apa mau gue buatin es teh Ran? " Canda Saras. **** Pantai Kuta Kini mereka sedang menikmati indahnya Bali dengan berkunjung ke pantai kuta, mereka kini sudah berpencar kecuali Arkan dan Gadis, mereka berdua sedang tidak ingin bermain air. Arkan kini membeli air kelapa untuk dirinya dan Gadis. "Kenapa kakak engga ikut bermain air?" Tanya Gadis. "Sedang tidak ingin, kamu? " Balik tanya Arkan. "Sama seperti kakak alasannya dan lagi ingin bersantai saja menikmati pemandangan." Jelas Gadis. "Wah ini kalau ajak Mongmong kesini pasti dia suka." Tiba - tiba Gadis teringat Mongmong. "Iya dia suka lari ke sana ke mari kapan - kapan aku ajak Mongmong ke sini kamu mau ikut?" Tanya Arkan. "Aku kak?" Di jawab tanya balik oleh Gadis. "Iya kamu, Mongmong kan suka sama kamu." Jelas Arkan. Setelah mendengar jawaban dari Arkan Gadis cukup kecewa jawaban Arkan bukan yang diinginkan Gadis dan suasana menjadi hening kembali Gadis merebahkan tubuhnya di kursi pantai sambil membayangkan apakah dia bisa kembali ke sini dengan Arkan atau malah dengan orang lain. ***** Kini mereka sedang barbeque'an di halaman belakang villa Nino. Adit dan Randi bertugas menyiapkan alat - alat untuk barbeque sedangkan para wanita sedang menyiapkan masakan. Gadis dan Syila sedang memotong - motong daging saat keduanya sedang asyik berbicara kemudian datanglah Nando. Nando menawarkan apa yang bisa ia bantu kemudian Syila menyuruh Nando memotong sosis menjadi dua. Di sisi lain Arkan tidak sengaja melihat mereka saat akan ke dapur, Arkan dan Azka bertugas dalam mebuat minuman. Arkan melihat interaksi keduanya cukup lama kemudian Syila memergoki Arkan sedang melihat Nando dan Gadis. Arkan yang sadar oleh tatapan sang kakak kemudian lanjut menuju dapur untuk mengambil gelas. setibanya di halaman belakang Azka berbicara kepada Arkan. "Ar menurut lo Nando suka engga sama adik gue? " Tanya Azka yang ingin tahu reaksi Arkan. "Nando penasaran sama Gadis dan dia tertarik kepada Gadis." Jelas Arkan tanpa melihat Azka. "Ya kalau si Nando deketin adik gue juga engga papa sih?" Jawab Azka kembali menuangkan sirup. Arkan yang mendengar jawaban Azka kemudian menoleh ke Azka "kok bisa lo setuju." Tanya Arkan. "Ya setuju lah Ar, sekarang nih Nando baik anaknya engga macem - macem, keluarganya jelas dan yang paling penting dia sigap. Tuh lihat adik gue mau angkat daging aja di cegah." Kompor Azka kepada Arkan, tanpa sepengetahuan Arkan Azka tersenyum karena dapat memanas - manasi Arkan. "Biasa aja." Jawab singkat Arkan. "Ya bagi lo biasa aja tpai bagi cewek beda lagi bro." Jawab Azka. "Pokoknya si siapa yang paling cepat gesit deketin dan buat adik gue bahagia gue akan setuju sih." Jawab Azka dengan maksud agar Arkan menyadari rasa ketertatikannya kepada Gadis. "Mulai malam ini gue akan bantu Nando dekat dengan Gadis." Lanjut Azka, padahal Azka tahu bahwa Nando sudah mempunyai seorang gebetan tapi biarlah kali ini dia memanasi si Arkan agar sadar dengan perasaannya sendiri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD