SEBELAS

1254 Words
Hari ini merupakan hari terakhir untuk mereka berada di Bali. Mereka berencana untuk pergi bermain golf di kawasan Uluwatu. Setelah sarapan pagi mereka bergegas menuju tempat golf. Saat ini mobil yang di kemudikan Arkan berisi Arkan, Azka, Wenda, Syina serta Gadis. Arkan dan Azka berada di depan. Mereka kini sedang membicarakan acara malam nanti dan tentu saja yang heboh adalah Syina karena acara malam nanti merupakan salah satu acara yang di nantikan Syina selama ini. "Dik kalau sudah sampai Jakarta tolong buatkan kakak kebaya ya." Pinta Wenda. "Udah mau tunangan ya?" Tanya Gadis berbisik. "Belum dik." Jawab Wenda. Azka yang mendengar bisikan 2 gadis yang di sayanginya tentu penasaran, "Bisik - bisik apaan sih kalian berdua?" Tanya Azka yang penasaran. "KEPO." Jawab Gadis dan Wenda kemudian Azka mengobrol kembali dengan Arkan. Saat gadis - gadis di belakang sedang asyik bercerita, lain halnya dengan yang terjadi di depan yaitu antara Azka dan Arkan kini Azka meledek Arkan. "Jangan lihat ke belakang mulu deh lo Ar bisa - bisa tujuan kita jadi rumah sakit." Peringatan Azka kepada Arkan. "Apaan sih lo?" Tanya Arkan sok tidak terjadi apa - apa. "Dih apaan - apaan, noh mata lo ngelihatin adik gue mulu dari tadi heran deh." Jawab telak Azka yang tidak bisa di bantah oleh Arkan. "Dah yo fokus biar cepat sampai, cepat juga tuh si Nando apa lo yang nanti sama adik Gue." Canda Azka. Sampai di tempat Golf mereka bertanding setelah 30 menit permainan akhirnya Adit dan Rara yang memenangkan pertandingan tapa ada yang memli skor terendah yaitu Citra dan Randi mereka berdua harus mentraktir semuanya untuk makan siang. Setelah pertandingan Arkan, Joni, Syina dan Gadis bermain golf sendiri sampai ada seorang bapak dan anaknya yang menghampiri mereka. "Hai selamat pagi, apa kabar kalian?" Sapa pak Sanjaya kepada mereka berempat yang ada di situ. "Baik pak, pak Sanjaya sedang apa ya di sini?" Tanya Joni "Saya ada bisnis di sini dan sekarang saya lagi bermain golf bersama rekan bisnis saya." Pak Sanjaya kemudian menitipkan Putri untuk bermain bersama mereka karena pak Sanjaya ingin melanjutkan bermain golf bersama rekan bisnisnya. "Saya titip putri saya ya Arkan kamu tolong jaga dia ya." Pinta pak Sanjaya tetapi Arkan tidak membalas. "Baik pak, enjoy ya." Jawab Joni setelah melihat pak Sanjaya mulai pergi. "Emang kakak saya penitipan orang apa di suruh jaga." Celetuk Syina yang kemudian mendapat senggolan tangan dari Gadis. "Apa Dis bener kan?" Tanya Syina tanpa merasa bermasalah. "Dah yuk main." Ajak Joni. Mereka mulai berjalan ke arah lapangan untuk memulai permainan. Sejak tadi Putri selalu menempel ke Arkan, Syina yang melihat itu geram karena kakaknya tidak menolak. Syina kemudian melihat Gadis dan Syina menangkap raut sedih pada wajah Gadis. Sebelum mulai permainan Putri mengajak Arlan mengobrol. "Arkan bagaimana kita tanding? kalau aku yang menang kamu harus mau aku ajak dinner malam ini." Putri berbicara kepada Arkan. Syina yang mendengar itu sudah mau mrlayangkan protes tetapi Joni mencegah Syina agar mereka bisa mendengarkan jawaban Arkan. Arkan yang mendengar ajakan Putri hanya menaikkan alis. "Iya kita dinner malam ini karena aku besuk sudah balik ke Singapore." Jelas Putri. Arkan yang mendengar penuturan Putri kemudian menjawab "Tidak perlu bertanding kita bisa dinner nanti malam." Putri yang mendengar itu kemudian tersenyum dan wajahnya begitu berseri. Syina, Gadis dan Joni begitu terkejut mendengar jawaban Arkan. Syina dan Joni sudah mau protes bahwa nanti malam mereka ada acara tetapi apa boleh buat Arkan dan segala ke iyaannya tidak bisa terbantahkan. Lain halnya dengan Gadis ia begitu sedih mendengar jawaban Arkan, Gadis merasa Arkan tertarik dengan Putri. Syina dan Joni kini dapat melihat wajah sedih yang terpancar dari wajah Gadis. "Dis nanti malam kamu kan juga mau dinner sama Nando dan aku dinner dulu sama kak Edward bagaimana kalau kita double date." Jelas Syina tiba - tiba dengan memberikan kode kedipan mata ke Gadis. "Kak Edward nanti malam mau nyusul ke sini?" Tanya Gadis dan di balas anggukan Syina. "Ih so sweet deh, apa aku engga ganggu?" Tanya Gadis lagi. "Ya kalau kamu ganggu tinggal aku usir kamu sama Nando biar Nando bisa...." Jelas Syina menggantung. "Bisa apa?" Bukan Gadis yang bertanya tetapi Arkan. Joni yang mulai tahu arah pembicaraan mereka kemudian ikut mengompori Arkan. "Bisa berdua bersamamu mengajarkanku artinya KENYAMANAN." Jawab Joni dnegan nyanyian dan menekankan kata kenyamanan. Gadis dan Syina yang mendengar jawaban Joni hanya tertawa karena lucu tetapi berbeda dengan Arkan, doa tidak suka dengan jawaban Joni tetapi dia tetap bersikap datar. **** Vila Kini vila Nino terlihat ramai karena mereka sedang berpesta untuk merayakan bukanya vila Nino. Orang tua Nino dan Nando juga datang, setelah peresmian acara kini saatnya makan - makan untuk para hadirin. "Kok mama papa di sini bukannya katanya engga bisa datang ya?" Tanya Syila kepada kedua orang tuanya. "Ya soalnya ini acara pentingkan masa kita berdua engga datang." Jawab papa Arka. "Betul yang dikatakan papamu." Jawab mama Jessica menyetujui perkataan sang suami. Kini acara makan malam diselingi dengan pembicaraan hangat oleh keluarga maupun para sahabat Nino, sampai waktunya tiba Nino menuju ke atas panggung kecil yang berada di depan. Dia berdiri sambil membawa bunga. "Saya berdiri di sini ingin memberikan sedikit kejutan untuk pacar saya tercinta. Syila aku di sini inging mengucapkan terima kasih kepadamu karena kamu sudah menemani aku dari 5 tahun lalu, kita tentu sudah melewati susah senang sedih bahagia bersama. Untuk sampai tahap ini kita pasti sering mengesampingkan ego kita agar kita tidak berpisah" Ucap Nino, kemudian Nino berjalan ke arah meja Syila "Kamu harus tahu Syila untuk berbicara di sini aku membutuhkan keberanian dan kamu harus tahu bahwa aku sebelum berdiri di sini sudah meminta restu dan izin papa mama kamu dan kedua saudaramu." Kini Nino sudah sampai di samping Syila kemudian Nino menunduk bertumpu dengan posisi 1 kaki yaitu posisi saat seorang pria melamar sang pujaan hati, "Akhirnya setelah sekian lama aku bertanya denganmu kapan kamu siap menikah dan ketika kamu menjawab bahwa kamu telah siap menikah tentu aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Arsyila Wijaya Will You Marry Me?" Tanya Nino kepada Syila. Syila masih mencerna semua ini, Syila terlalu shock dengan ini karena Nino baru beberapa minggu kemarin bertanya kepadanya kapan ia siap. Tepukan mamanya membuat Syila tersadar kemudian ia melihat Nino dan tersenyum. "Yes, i do" Jawab Syila kemudian dia memeluk Nino dan Nino membalas pelukan itu. Nino kini memasangkan cincin di jari Syila kemudian mencium tangan Syila. Semua yang berada di sana tentu deg - deg'an mendengar jawaban apa yang akan di berikan Syila tetapi ketika Syila menerima lamaran Nino semua langsung bernapas lega dan berteriak. "Asekkk kakak gue mau nikah." Teriak Randi. "Nanti gue susul deh." Teriak Azka dan mendapat cubitan dari Wenda. "Aaaa aku terharu deh." Syina kini meneteskan air mata, Citra dan Gadis yang melihat itu kemudian memeluk Syina. Arkan dna yang lainnya tersenyum bahagia untuk Nino dan Syila. "Jangan nangis gitu dong ma." Pinta papa Arka saat memeluk istrinya. "Gimana engga nangis pa, mama bahagia akhirnya Syila mau nikah juga sama Nino." Jawab mama Jessica sambil menyapu air matanya. Hal tersebut juga terjadi kepada kedua orang tua Nino. "Lo kapan Ndo?" Tanya Joni kepada Nando. "Ya gue sih segera ya, kan calon sudah ada." Sambil melirik Gadis dan hal itu tentu tidak lepas dari penglihatan Arkan. Saat menjawab seperti iti Nando sebenarnya takut dnegan reaksi Arkan tetapi mau gimana lagi Arkan tidak maju untuk mendekati Gadis. "Ya elah gaya lo Ndo." Jawab Adit, Randi dan Azka. "Makasih ya sayang, love you." Bisik Syila. "Sama - sama sayang makasih juga ya nerima aku, love you to." Nino kemudian mencium pelipis Syila.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD