SEMBILAN BELAS

1282 Words
Cafe Kenangan Arkan kini sedang berada berada disebuah cafe yang mengingatkan dia dengan seseorang. Arkan duduk di pojok cafe sendirian menunggu sang pemilik cafe datang. Ditemani secangkir kopi yang ia sukai. Arkan melihat ke sekeliling cafe ternyata tidak ada yang berubah sejak 1,5 tahun lalu. Arkan menghelas nafas saat bayangan sosok seorang wanita cantik terlintas. Arkan sadar bahwa dia sudah lama tidak mengunjunginya. Arkan akan mengunjunginya nanti bersama Gadis. "Maaf ya mama lama." Ucap mama Sita kepada Arkan. "Tidak apa - apa ma, Arkan lihat kok cafe mama ramai." Balas Arkan menyalimi sang mama. "Ahh iya. Mau tambah sesuatu?" Tanya sang mama Sita kepada Arkan. "Sudah ma, aku kesini mau mengatakan sesuatu." Ucap Arkan. Mendengar hal itu mama Sita tentu kaget tapi melihat raut wajah Arkan mama Sita yakin Arkan akan memberitahukan hal baik kepadanya. Arkan mengeluarkan memberikan map ke hadapan mama Sita. Arkan menghela napas terlebih dahulu sebelum mulai berbicara. "Apa ini nak?" Tanya mama Sita. "Ma ini ada beberapa aset yang dulu Arkan berikan kepada Sari. Saat Sari pergi meninggalkan kita saat itu Arkan terpukul ma, untuk menemui mama di rumah maupun di sini terasa begitu berat ma, tapi akhirnya Arkan bisa melewati itu dan Arkan mampu bertemu mama. Ma ini ada aset rumah yang Arkan bangun untuk hadiah pernikahan kita, ada apartemen dan ada mobil ma." Jelas Arkan kepada mama Sita yang saat ini hanya memandangi Arkan. "Nak mama engga perlu semua ini kamu datang dan masih memenganggap mama, mama snagat senang nak." Ucap mama Sita yang menyerahkan map tersebut kembali ke Arkan. "Ma terima ya ma karena ini semua milik Sari dan mama berhak untuk itu. Sari pasti senang sekarang mama yang akan merawat semua kepemilikan Sari. Jadi Arkan mohon mama mau terima ya." Arkan memegang tangan mama Sita meyakinkannya agar mama Sita mau menerima aset Sari. "Mama jujur merasa tidak enak kepadamu menerima semua ini, tetapi karena ini milik Sari dari kamu maka mama akan menerimanya. Terima kasih nak." Ucap mama Sita yang kini mengusap air matanya. "Terima kasih ma, mama bisa tanda tangan dan nanti lawyer aku yang akan menindaklanjutinya." Ucap Arkan. "Kenapa kamu berikan semua ini ke mama nak?" Tanya mama Sita disat mereka mulai makan. "Ma maaf apabila perkataan Arkan ini akan membuat mama kecewa tetapi Arkan ingin memulai semua dari awal ma, Arkan akan tetap mengenang Sari dan Arkan akan tetap menempatkan Sari di hati Arkan dan hanya Arkan yang tahu dimana Arkan menaruh Sari." Ucap Arkan menatap mama Sita. Mama Sita yang mendengar itu tersenyum ke arah Arkan. "Mama bahagia mendengar hal itu dari kamu, Sari pasti juga bahagia kamu sekarang bisa menjalani hidup kembali tanpa bayang - bayang Sari. Mama merestui nak." Ucap mam Sita dengan binar di wajahnya. "Terima kasih ma." "Wanita itu apa yang bersama adikmu saat pertungan Syila dan Nino, wanita cantik dengan kulit putih dan lesung pipi." Ucap mama Sita sambil mengingat wajah Gadis. "Benar ma namanya Gadis, awalnya aku tidak tertarik dengannya tetapi karena kita sering bertemu maka timbul perasaan ma." Jelas Arkan. "Kapan - kapan ajak mampir ya mama mau kenal, siapa tahu bisa jadi anak mama." Ucap mama Sita meminta membawa Gadis. "Baik ma siap." Jawab Arkan. **** Arkan kini memarahi anak buahnya di divisi keuangan. Arkan marah karena ada data yang tidak sinkron. Masalah ini ternyata belum selesai juga dan menyita waktu. "Saya tidak mau tahu kalian harus perbaiki ini semua. Apabila masih ada kesalahan data, saya yang akan bertindak." Tegas Arkan. "Baik pak." Karyawan divisi keuangan. "Pak Redo tolong awasi anak buah anda, apabila ada yang terbukti memanipulasi data atau melakukan korupsi tanggung akibatnya. Kalian boleh keluar." Ucap Arkan yang kini sudah mulai reda emosinya. "Baik pak, terimakasih dan maaf." Ucap Redo kemudian mengajak semua anak buahnya pergi. Diluar ruangan Joni hanya mendengarkan Arkan yang marah - marah, Joni hanya menghelas nafas karena sudah tahu watak Arkan jika marah. Kemudian bunyi dentingan lift terdengar, Joni melihat Gadis datang dan hal itu membuat Joni tersenyum. "Hay kak, kak Arkannya ada?" Gadis tidak lupa menyapa Joni. "Hay Dis, ada kok tapi lagi marah dia sama divisi keuangan, data engga sinkron." Jelas Joni Saat sedang berbincang tiba - tiba pintu ruangan Arkan terbuka dan satu persatu karyawan keluar, mereka menyapa Gadis dan Joni. Gadis yang melihat wajah mereka sedih tentu merasa kasihan tetapi itu sudah resiko kerjaanya. Gadis berpamitan ke Joni untuk masuk ke ruangan Arkan karena dia tadi diminta Arkan untuk ke kantornya menemaninya makan siang manja sekali bukan. Saat sudah membuka pintu Gadis melihat Arkan duduk melihat jendela dan membelakangi Gadis. "Apalagi si Jon, gue belum laper." Ucap Arkan tanpa melihat siapa yang datang. Gadis yang mendengar itu tentu terkejut, tadi dia diminta ke sini sekarang Gadis merasa diusir. "Maaf kak kalau Gadis mengganggu, Gadis balik lagi ya." Ucap Gadis merasa tidak enak. Arkan yang mendengar suara Gadis langsung berbalik. Arkan langsung menghampiri gadisnya. "Sayangggg aku kira Joni." Ucap Arkan yang kemudian memeluk Gadis. "Sepertinya aku datang diwaktu yang tidak tepat, aku balik lagi ya kak." Ucap Gadis belum membalas pelukan Arkan. "Jangan, disini aja aku pusing yang." Adu Arkan dengan manja ke Gadis. Arkan membawa Gadis menuju sofa dan Arkan memeluk Gadis dengan erat. Gadis yang ingin menolak tentu merasa tidak enak karena Arkan tadi bilang sedang pusing. Arkan menaruh kepalanya di ceruk leher Gadis dan memeluk possesif linggang Gadis. "Kak makan dulu yuk. " Ajak Gadis yang khawatir Arkan sedang tidak fit dan tidak makan. "Pesenin yang aku mau tidur dulu, nanti bangunin ya kalau udah sampai." Ucap Arkan yang kini mulai memejamkan mata di ceruk leher Gadis Ckleekkk.... Suara pintu ruangan terdengar terbuka, Gadis yang melihat tamu yang masuk tentu terkejut. Gadis ingin berdiri tapi sang tamu menyuruh Gadis untuk diam saja. "Ckk ternyata manja juga ya Dis." Goda mama Jessica kepada anaknya tetapi anaknya tidak mendengar ucapan sang mama. "Maaf ma kak Arkan katanya pusing dan jadi manja gini." Ucap Gadis dengan perasaan malu dan tak enak. "Santai aja, tadinya mama mau ajak dia makan karena ada sedikit masalah sama kantorkan eh tapi yang mama lihat kayanya udah ada yang perhatian sama anak mama ini." Ucap mama yang tak langsung menggoda Gadis. "Maaf ya ma." Gadis meminta maaf ke mama Jessica sekali lagi. "Hey kenapa minta maaf, mama senang sayang kamu perhatian sama Arkan. Terus sama Arkan ya walaupun kadang dia lepas kendali kalau lagi emosi." Ucap mama Sita. "Iya ma, kak Arkan selama ini baik ke Gadis." Ucap Gadis. "Kalau gitu mama balik pulang ya, tadi mama hanya mampir buat lihat tu keadaan ni anak tahunya dah nemplok sama pawangnya." Goda mama Jessica diikuti kekehan. Setelah mama Jessica pergi Gadis mulai membenarkan posisi tidur Arkan. Setelah dirasa pas Gadis meraih ponsel untuk menghubungi karyawannya. Cklek... Pintu ruangan terbuka dan menampilkan Joni yang sedang membawa kantong makanan jepang. " Yaelah baru masuk udah disuguhi pandangan bos manja." Goda Joni. " Engga tahu ni Jon manja banget kalau lagi pusing gini, emang gitu ya?" Tanya Gadis ke Joni. "Dia cuma manja ke keluarganya aja waktu sama Sari aja dia engga manja, eh giliran sama kamu manjanya pol." Ucap Joni memberitahukan informasi tersebut. "Yang bener aja Jon, padahal luarnya dingin gini." Ucap Gadis. "Ya berarti kamu gadis yang dapat meluluhkan hatinya Dis dan Arkan nyaman sama kamu. Di luaran sana banyak yang coba dekatin ni anak tetapi sama sekali engga tertarik dianya." Ucap Joni kepada Gadis karena Joni selama ini dekat dengan Arkan dan bekerja untuk Arkan. "Kamu tahu engga Dis aku ada cerita waktu dia galau karena kamu tapi ini rahasia ya." Ucap Joni berbisik kepada Gadis. "Apa kak?" Tanya Gadis. "Jadi.... " Sebelum Joni melanjutkan ceritanya, Arkan terlebih dahulu bangun dan terkejut melihat ada Joni di sana. Arkan kemudian mengusir Joni yang belum sempat menceritakan tentang Arkan yang galau.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD