Beberapa bulan setelah Arkan dan Gadis mengumumkan hubungan mereka kepada keluarga dan teman kini mereka terlihat sangat lengket, lebih tepatnya Arkan yang tidak bisa berjauhan dengan Gadis.
Kini Gadis dan beberapa karyawannya sedang sibuk di kediaman Wijaya karena hari ini merupakan hari yang sangat dinanti - nanti oleh keluarga Wijaya. Hari ini merupakan hari lamaran Syila dan Nino, maka dari itu Gadis sudah datang pagi - pagi untuk membantu Syila mengenakan kebayanya takutnya nanti ada yang kurang pas di kebayanya.
Keluarga Wijaya dari kemarin sibuk mempersialkan semua keperluan acara lamara dari dekor ruangan, makanan hingga tamu yang akan datang. Saat ini Syina sedang mengawasi bagian catering agar makanan yang tersaji untuk tamu dan calon besan aman.
Syila saat ini sedang di rias oleh MUA pilihannya, saat Syila sedang di rias ini saatnya Gadis untuk mandi karena Gadis baru sampe dari Bandung setelah ada acara pernikahan yang menggunakan jasa membuat baju pernikahan di butiknya.
"Dis sini make up dulu yang habis mandi nanti baru Syina, dia masih sibuk urusin di bawah." Jelas Syila agar nanti Gadis tidak repot.
"Mbak aku mau make up yang soft ya." Jelas Gadis kepada MUA nya.
"Oh ya Dis maaf ya harusnya kamu bisa istirahat dulu tapi malah langsung kerja pulang dari Bandung." Syila memegang tangan Gadis.
"Engga papa kak aku senang bisa melihat proses sebelum lamarannya dan aku juga harus memastikan bahwa kebaya yang kakak pakai nyaman." Gadis membalas genggaman Syila.
"Makasih ya calon adik ipar." Goda Syila kepada Gadis.
Beberapa menit kemudian Arkan masuk ke dalam kamar Syila kemudian menuju ke arah keduanya.
"Apaan nih pegangan tangan engga ajak - ajak." Arkan masuk kamar melihat Syila dan Gadis berpegangan tangan.
"Apaan sih kamu dik, iri aja. Udah Dis kakak lepas ya soalnya ada yang rese." Goda Syila kepada Arkan.
"Hai sayang." Sapa Arkan kepada Gadis kemudian Arkan mencium kening Gadis. Gadis memukul Arkan yang asal mencium nya di depan Syila dan perias.
"Dasar ya Arkan engga tahu tempat banget sih main cium - cium." Omel Syila kepada Arkan setelah melihat tindakan Arkan.
"Jangan iri ah kak habis ini juga di cium sama kak Nino." Kini Arkan yang menggoda Syila.
Syila yang mendengar godaan Arkan hanya mendengus. Syila kini mencoba tidur dengan keadaan di rias, Syila merasa ngantuk dan dia perlu tidur sebentar untuk mengurasi rasa gugupnya.
"Kamu engga mau tidur dulu yang, kamu pasti capek." Arkan menemani Gadis di rias saat ini.
"Engga papa kak lagian tadi udah tidur sebentar di mobil saat perjalanan pulang." Gadis membalas genggaman tangan Arkan.
"Aku engga mau kamu capek dan sakit yang." Kini Arkan membawa tangan Gadis menuju pipinya.
"Engga kakakku sayang aman, nanti habis acara aku istirahat ya." Jelas Gadis menenangkan Arkan yang cemas akan dirinya.
"Oke nanti tidur di kamar aku engga ada penolakan yang. Aku mau mastiin kamu istirahat dengan nyenyak dan nyaman." Arkan memaksa Gadis untuk tidur di kamarnya, Gadis mengiyakan karena kalaupun Gadis menolak Arkan tetap akan memaksa.
****
Kini keluarga Wijaya sudah berada di ruang acara nanti sedangkan Syila sedang berada di kamarnya menunggu untuk disuruh ke bawah ditemani Syina dan Gadis.
Syila kini turun dengan ditemani Syina dan Gadis yang berada di samping kiri dan kanannya. Syila menampilkan senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya. Setelah sampai Syila bergabung dengan Papa dan Mamanya, sednagkan Syina dan Gadis di belakang mereka.
Syila dan Nino kini sudah bertukar cincin dan keluarga Nino juga memberikan Syila kalung sebagai tanda bahwa Syila kini juga bagian dari keluarga Nino.
Setelah acara tukar cincin kini acara makan, Gadis kini berada bersama keluarganya karena Gadis baru sempat menyapa papa dan mamanya tentunya ditemani Arkan.
"Duh sayang kamu pasti capek ya nak." Mama Sinta melihat gurat lelah di wajah anaknya.
"Engga papa ma, habis ini istirahat kok. Mama sama papa jangan khawatir ya, adik sudah minum vitamin yang dikasih kak Arkan." Jelas Gadis meyakinkan mama papanya.
"Yaudah nanti pulang sama kita aja nak." Ucap Papa Arga.
"Maaf pa, Arkan meminta izin agar Gadis untuk malam ini tidur di rumah Arkan. Arkan hanya ingin memastikan si bandel ini istirahat dengan cukup pa." Arkan meminta izin kepada papa gadisnya dna menjelaskan kepada papa Arkan.
"Papa tenang saja, Arkan tidak akan melakukan hal yang lebih sebelum menikah pa." Lanjut Arkan menjelaskan kepada Arga agar Arga tak khawatir dan berpikir macam - macam tentangnya.
"Baiklah papa dan mama setuju jaga putri papa Arkan, papa sudah percaya sama kamu." Jelas Arga kepada Arkan.
"Baik pa ma terima kasih Arkan akan menjaga kepercayaan papa mama." Arkan meyakinkan kembali kepada kedua orang tua Gadis.
"Cepat ke rumah bawa keluarga Ar." Goda papa Arga kepada Arkan.
"Tunggu ya pa lagi mencari waktu yang tepat." Arkan mengikuti godaan Arga.
Gadis yang mendengarnya tentu saja malu dan salah tingkah, mama yang melihat anak gadisnya seperti itu hanya tersenyum bahagia. Sang mama Sinta kini memeluk anaknya dan menciumnya.
"Perasaan yang lamaran kak Syila sama kak Nino tapi yang lengket kek perangko si Arkan sama Gadis." Goda Joni kepada dua sejoli yang baru aja gabung di meja mereka.
"Iri kan lo engga ada pasangannya." Kini giliran Randi menggoda Joni.
"Yaelah nyet ngaca coba lo sama kek gue." Joni menimpali godaan Randi.
"Nanti pulang sama kakak ya dik." Azka mulai berbicara kepada Gadis yang berada di sampingnya.
"Gadis nanti nginap di rumah gue Az, tadi gue udah izin nyokapbokap lo." Arkan menjelaskan kepada Azka.
"Awas aja lo apa - apain adik gue, engga ada ampun dan maaf ya Ar." Azka memperingatkan Arkan bahwa dia tidak boleh aneh - aneh ke adiknya.
"Tenang aja kali Az gue engga akan merusak yang gue sayang, paling ya peluk doang." Arkan menimpali perkataan Azka dengan entengnya.
"Modus lo Ar." Semua berteriak ketika mendengar ucapan Arkan.
"Awas ya Dis, Arkan kalau tidur mendengkur." Ucap Rara kepada Gadis, Rara hanya mau membuat Arkan kesal saja sebenarnya Arkan tidur tidak mendengkur.
"Mana ada sih Ra, bohong itu sayang." Arkan membela dirinya sendiri.
***
Kini acara lamaran Syila dan Nino sudah selesai, saat ini Gadis sedang membantu Syila bersih - bersih.
"Makasih ya Dis kakak senang dengan semuanya, maaf kalau kakak ada salah karena kakak terlalu tegang." Syila berbicara kepada Gadis setelah keduanya selesai bersih - bersih.
"Kakak sama - sama kak, Gadis senang bila kakak nuga senang. Jangan bosan - bosan pakai Gadis ya kak, Gadis akan sangat senang dilibatkan kakak dalam acara lamaran sampai nanti pernikahan. " Gadis berkata jujur kepada Syila.
Kini Gadis sudah keluar dari kamar Syila, Gadis ingin menuju ke kamar Arkan tetapi sebelum itu Gadis menuju dapur untuk mengambil minuman untuk Arkan dan dia. Ruangan di rumah Wijaya hanya di isi pelayan dan sang pemilik rumah sudah istirahat sehingga sepi.
Setelah mengambil minum Gadis kini menuju kamar Arkan. Sebelum masuk kamar Arkan Gadis mengetuk pintu Arkan kemudian masuk, Arkan tadi berpesan agar Gadis langsung masuk saja ke kamar Arkan.
Sampai di dalam kamar Arkan, Gadis tidak melihat keberadaan Arkan Gadis menduga Arkan saat ini sedang mandi. Sambil menunggu Arkan mandi kini Gadis menggunakan skincare terlebih dahulu.
Arkan selesai mandi, Arkan tidak tahu bahwa Gadis sudah masuk ke kamar. Arkan keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Gadis yang melihat itu dari kaca kemudian menutup matanya dengan tangan.
"Kakak pakai baju dulu ih baru keluar." Gadis mulai mengomel kepada Arkan karena kebiasaan Arkan tersebut.
"Kenapa sih sayang, dibiasakan dulu nanti bentar lagi kamu juga lihat aku kaya gini tiap hari." Arkan mendekat kepada Gadis dan memeluknya sehingga Gadis dapat merasakan d**a Arkan yang bersentuhan dengan baju tidurnya.
"Kakak sana cepat pakai baju kalau engga Gadis tidur sama Syina." Ancam Gadis kepada Arkan.
"Ckkk ancamannya, yausudah ambilin kakak baju tidur sana." Arkan menyuruh Gadis mengambilkan baju tidur.
"Nih cepat pakai."
"Oke sayang bentar." Kemudian Arkan memakai baju di walk in closet.
Saat Arkan keluar dari walk in closet dia melihat Gadis sudah berada di ranjangnya sedang memainkan handphonenya. Arkan yang melihat itu kemudian bergabung dengan Gadis, lalu membawa Gadis kepelukannya. Gadis sama sekali tidak protes karena sudah biasa dengan perlakuan Arkan yang satu ini.
"Sedang chatan dengan siapa yang?" Tanya Arkan penasaran dengan siapa Gadis bertukar kabar.
"Aku lagi tanya sama anak - anak apakah mereka sudah istirahat yang." Jelas Gadis memperlihatkan chat grup anak - anak butik Gadis.
Arkan hanya melihat Gadis sedang chatan dengan temannya termasuk dengan Syina. Arkan juga kadang menimpali dari yang ia baca.
"Sudah yuk yang tidur - tidur, besok kamu harus ketemu sama beberapa client kan yang." Arkan memperingatkan Gadis.
"Iya yang sudah ini aku engga pegang handphone." Gadis memperlihatkan ketika ia menaruh hp di nakas dekat tempat tidur.
"Sini." Arkan menyuruh Gadis mendekat kembali.
"Pelukkkk" Pinta Gadis dan Arkan memeluknya kemudian mencium kening Gadis.
"Night yang."
"Night kakakku sayang."
Kedua sejoli itu kini tidur sambil berpelukan hanya berpelukan. Gadis apabila hanya berdua dengan Arkan berubah menjadi manja, Arkan sangat senang dengan kemanjaan Gadis kepadanya. Aekan sudah bertekat untuk tidak melepaskan Gadis kepada siapa pun.