Part 15. Sushi dari Saga

1121 Words
“semoga jatuh cinta ini akan mendatangkan kebahagiaan bukan kesedihan yang terbungkus dengan indah melalui satu hal yang dinamakan jatuh cinta” “lo kenapa sih Al?” tanya Belva “iya, lo sakit lagi? Dari tadi dikelas diem aja” kata Zoya Aleena hanya diam tidak menggubris pertanyaan dari dua sahabatnya ini, mereka berjalan menyusuri koridor ruangan kelas. “eh ke club fotografi bentar yuk” ajak Zoya “ayo” kata Belva “ngapain? Gue gak ikut deh” “ah enggak, lo harus ikut!” kata Zoya menarik Aleena dengan malas Aleena pun mengikutinya. Aleena, Belva dan Zoya pun berjalan ke arah club fotografi yang ternyata sedang ramai sekali oleh mahasiswa-mahasiswa yang berada disana. “rame amat sih” gumam Zoya “lo mau ngapain sih?” tanya Belva “mau ketemu Banez” mereka pun memasuki ruangan yang cukup besar tersebut. Terlihat Banez, Kairan dan Azzam sedang mengotak-ngatik kamera mereka masing-masing. “eh kamu, gimana?” tanya Banez “nih aku bawa, Aleena mau kok” kata Zoya Aleena melirik ke arah Zoya dengan heran tapi tetap tidak bersuara. “wah bener nih? Bagus lah kalo kaya gitu” kata Kairan dengan wajah sumringahnya “kok diem aja Al? Sakit?” tanya Azzam Aleena tersenyum “engga kok, eh ini apaan sih?” “iya, lo setuju kan buat jadi salah satu model yang bakal kita foto buat pameran 2 minggu lagi?” tanya Banez Aleena yang baru menyadari hal itu membulatkan bola matanya ke arah dua sahabatnya tersebut “gue gak tau apa-apa kok lo bilang gue setuju?” “kalo dia gak mau gak usah dipaksa” kata Saga yang tiba-tiba hadir dengan tatapan yang masih sibuk memperhatikan kameranya Aleena menghela nafasnya “iya, gue gak mau” gumamnya lalu melangkahkan kakinya keluar, sebelumnya dia dan Saga sempat bertatapan sesaat. Saga heran mengapa Aleena bisa-bisa nya bersikap dingin seperti ini, biasanya dia sangat bawel dan tidak seperti ini. “Ah elo Ga, bikin rusuh aja. Udah bagus Aleena mau” gerutu Kairan “duh kenapa sih Aleena hari ini beda banget” kata Zoya “yaudah kita susul Aleena dulu yah” kata Belva seraya menarik tangan Zoya untuk beranjak menyusul Aleena. *** Malam ini, Saga berada di depan rumah Aleena dia sedang menunggu Aleena, kalau bukan karena permintaan ke tiga sahabatnya, Saga tidak ingin menurunkan harga dirinya untuk mendatangi Aleena seperti ini. Beberapa lama kemudian, ada sebuah mobil berhenti di depan rumah Aleena, Aleena pun turun dengan seorang cowok yang waktu itu Saga lihat begitu dekat dengan Aleena. Aleena menghampiri Saga dengan wajah yang heran mengapa Saga berada di rumahnya malam ini. “ngapain kaka disini?” tanya Aleena sedikit jutek sembari melipatkan kedua tangannya didepan dada Saga pun berdiri dan menyodorkan sebuah kantung plastik putih “nih” Aleena mendelik ke arah Saga lalu melihat isi dari kantung plastik tersebut, dan ternyata isinya adalah sekotak sushi, Aleena heran darimana Saga tahu kalau Aleena menyukai makanan yang satu ini. “tadi siapa?” tanya Saga dengan wajah datar yang sengaja tidak menatap Aleena Aleena mengerutkan dahinya, “mantan gue” Aleena heran mengapa Saga tiba-tiba menanyakan cowok yang bersama Aleena. “oh” jawab Saga singkat Aleena yang mendengar hal itu mendekatkan dirinya menatap Saga “hmm kakak cemburu yah? Cie tenang aja kak, dia Cuma masa lalu gue kok” kata Aleena meledek Saga tidak mau kalah dengan Aleena, dia pun memberanikan diri menatap Aleena dan menurunkan wajahnya supaya sejajar dengan wajah Aleena “apa gue harus cemburu sama seseorang yang jelas-jelas udah jadi masa lalu lo?” Saga diam sebentar, sembari tersenyum menatap wajah heran Aleena yang menggemaskan “dan apa masa lalu lo penting buat dicemburuin sama seseorang yang bakal jadi masa depan lo?” lanjut Saga yang masih menatap Aleena. Aleena yang mendengar hal itu hanya menatap heran ke arah Saga. “gue mau lo jadi model buat pameran nanti” “aku kan udah bilang gak mau!” kata Aleena ketus “aku?” kata Saga sembari menaikan satu alisnya Aleena spontan menutup mulut dengan tangannya “hmm ya yaa kenapa emang aku kamu? Emang kalo ngomong aku kamu gitu harus sama orang pacaran? Engga kan?!” kata Aleena makin ngaco. “kalo lo gak mau, balikin sini sushinya” kata Saga hendak menarik kembali “ih!” Aleena berdecak kesal sembari menjauhkan plastik tersebut dari tangan Saga “kenapa sih kakak tuh nyebelin hah?” “kenapa lo nyusahin?’ Aleena pun mengangguk setuju. Aleena harus mengerutuki dirinya sendiri karena begitu murahan akibat sekotak sushi makanan yang sangat dia sukai lebih dari apapun. Saga tersenyum puas lalu kembali mendekatkan wajahnya pada Aleena “bagus, Alien” katanya sembari tersenyum “Aleena kak nama aku Aleena bukan Alien! Ya ampun!” kata Aleena berdecak kesal Saga hanya tertawa melihat Aleena yang seperti orang emosi lalu meninggalkan Aleena sendiri di depan rumahnya sembari menatap Saga dengan cemberut. *** “nah bagus dong kalo kaya gitu, lusa kita bisa langsung motret Aleena yah gak?” kata Kairan dengan semangat “lo apain Aleena kok bisa nurut gitu?” tanya Banez sembari tertawa Azzam hanya melirik ke arah Saga yang sedang membersihkan kameranya, Azzam tau persis bagaimana sikap Saga jika dia sedang menyukai cewek. Walau Saga tidak pernah terus terang kepada teman-temannya ini. “biar gue aja yang motret Aleena” gumam Saga Ke tiga sahabatnya itu pun meliriknya dengan heran. “loh gue juga mau lah motret Aleena” protes Kairan Tanpa menggubris protesnya Kairan, Saga pun berdiri dan melangkah ke luar ruangan. “udah sihh lo motret yang lain aja” kata Banez *** “kalo suka ungkapin, jangan sampai apa yang seharusnya bisa lo genggam malah lo biarin digenggam sama orang lain lagi” kata Azzam yang saat ini sudah berada di samping Saga yang sedang terduduk di balkon Saga melirik Azzam lalu tersenyum simpul “gak mudah membuka pintu yang udah kehilangan kuncinya” “ya tinggal ke tukang benerin kunci kan? dapet deh kunci yang baru” kata Azzam tertawa Saga tertawa mendengar hal itu begitu juga Azzam disebelahnya. Mereka tampak membicarakan sesuatu yang tersirat namun penuh makna. *** Aleena sedang membuka sekotak sushi yang diberikan Saga padanya, tidak lupa dia mengambil gambar sushi tersebut sebelum dia melahapnya. Dengan tersenyum Aleena memperhatikan sushi yang ada dihadapannya. “aduh kalo bisa gue pajang, gue pajang nih sushi pake bingkai biar awet hihi” gumam Aleena yang geli sendiri “hmmm enak banget, kaya ada manis-manisnya gitu hihi” gumam Aleena sembari mengunyah sushi yang diberikan Saga kepadanya tadi dan tersenyum. Bila ini yang dinamakan jatuh cinta, Aleena hanya berdoa, semoga jatuh cinta ini akan mendatangkan kebahagiaan bukan kesedihan yang terbungkus dengan indah melalui satu hal yang dinamakan jatuh cinta.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD