Part 1.Kilas Balik Masa Lalu
“Bila, kamu ingin mengakhiri pastikanlah takkan pernah mengulang kembali, karena yang ku yakini mereka yang telah memilih pergi takkan pernah ku pilih kembali”
“Argggghh! Aleena mau sampai kapan lo kaya gini terus?” gerutu Belva yang sedari tadi mondar- mandir di depan kursi taman. Ya, Belva adalah sahabat Aleena.
“kenapa lo nolak dia? ” tanya Zoya kemudian, dia juga sahabat Aleena.
“ya habis tuh orang apa banget, baru kenal seminggu udah nembak bikin ilfeel aja” kata Aleena sembari mengunyah coklat dimulutnya.
Aleena, bernama lengkap Aleena Taleetha Ayyara seorang gadis cantik, ramah, cerewet, periang dan cukup pintar. Gadis berambut hitam panjang sepundak ini mempunyai paras cantik walau dia sama sekali tidak berdandan bak anak gadis jaman sekarang, dengan alis yang memang asli tebal, bibir pink alami yang tipis, dengan senyuman khas yang membuat matanya terlihat segaris ini dapat membuat banyak lelaki yang meliriknya, namun jangan salah, untuk kali ini Aleena tak akan jatuh untuk kesekian kalinya.
“kalo Ardan?” tanya Belva
“dia terlalu eksis males gue, di sosmed dia komentarnya cewek semua. Kayanya dia punya asrama putri” jawab Aleena
“Bian?” tanya Zoya
Aleena memutarkan bola matanya “geli gue, di sosmed nya masa foto selfie semua, nanti kalo kita pacaran pasti selfie terus kaya anak alay apa-apa selfie dihh gue nggak suka ah cowo tukang selfie”
“Gery?” tanya Belva
Aleenapun berfikir “males gue, terlalu over gitu. Tiap jam nge-chat terus masa udah ngomong aku-kamu? Antara sok deket, sok imut sama sok kenal! nggak suka, terlebih lagi ganggu banget”
“ya ampun! Terus si Reno gimana?” Zoya kembali bertanya
“apaan pertama kali chat-an juga udah ribut gue ama dia udah debat”
“HAH?” kaget Belva dan Zoya bersamaan
Aleena menganggguk “iya habis dia bilang cewek tuh baperan yah nggak terima lah gue, cowonya aja b******k udah baper main tinggal aja!”
Belva dan Zoya menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan sahabatnya ini.
“ok, yang terakhir gue kenalin ke elo, Alvin?” kali ini Belva sudah habis kesabarannya
“oh dia, ganteng sih tapi...” jawab Aleena
Belva geram lalu menjambak rambut Aleena “TAPI APA LAGI SIH ALEENA??”
“awww sakit ih!”
“duh nggak lagi-lagi deh gue sama Belva ngenalin cowok ke elo” kata Zoya
Belva mengacak-ngacak rambutnya gusar “gue heran sama lo yah, ngeluh mulu pingin punya pacar eh sekalinya ada cowok yang ngedeketin malah dicuekin dijudesin. Perasaan lo nggak kaya gini deh dulu”
“iya dulu, sebelum negara api menyerang” kata Aleena menyeleneh
“lo kenapa sih jadi kaya gini Al?” kata Zoya seraya menyentuh pundak Aleena
Aleena menundukan kepalanya lalu tersenyum simpul “gue cuma takut sakit hati terus” Aleena diam seketika “capek” gumam nya melanjutkan.
Ya, Aleena... bukan tanpa alasan dia membentengi hatinya untuk berkenalan bahkan berdekatan dengan makhluk berjenis lelaki ini. Dia punya alasan untuk itu. Mahasiswi semester 5 ini mempunyai alasan memilih sendiri saat ini, ada tiga lelaki yang membuatnya memilih berhenti sejenak memaknai kesendiriannya. Perasaan, Pengorbanan dan Pengkhianatan.
Kilas balik masa lalu.
Marco yaitu lelaki yang berpacaran dengan Aleena sejak SMP sampai dengan kuliah semester 2, mereka berpacaran kurang lebih selama 5 tahunan, namun mereka harus mengakhiri hubungannya karena satu dan lain hal. Keluarga Marco, yaitu Papahnya yang saat itu melarang Marco berpacaran dan selalu bertengkar dengan Marco karena kesibukan kuliah, membuat Aleena mundur perlahan lalu memutuskan Marco. Marco juga tidak memperjuangkan Aleena, ketika dia memintanya putus Marco seperti melepaskan Aleena lalu meninggalkannya. Sebenarnya Marco adalah lelaki yang baik dan mengerti Aleena dari segi apapun, kenangannya akan selalu Aleena ingat bahkan sampai saat ini semua barang dari Marco masih Aleena simpan dengan rapih. Sampai saat ini pun, Aleena dan Marco masih bertegur sapa dan saling mengabari. Perasaan, yang ada di hati Aleena dan Marco biarkan waktu yang menjawabnya.
Tidak jauh dengan Marco yang masih galau karena diputuskan oleh Aleena, lain halnya dengan Aleena yang dengan cepatnya menemukan pasangan baru. Dia adalah teman kampus Aleena yang berbeda jurusan. Dia cukup tampan, Aleena jatuh cinta pada pandangan pertama, jujur Aleena tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini pada Dito, malah waktu dia bersama Marco saja tidak pernah sebahagia ini, mungkin dengan Marco dia tidak pendekatan terlalu lama hingga akhirnya berpacaran. Lain halnya dengan Dito mereka melalui pendekatan lumayan lama, sebenarnya Aleena sudah jatuh cinta pada pandangan pertama ketika semester 1 namun, karena Aleena maupun Dito mempunyai pasangan masing-masing jadi, Aleena menahan rasa sukanya. Entah bagaimana caranya Tuhan mempersatukan mereka pada saat mereka sudah putus dengan pasangannya masing-masing.
Dengan awal yang manis ketika lagi sayang-sayangnya Aleena diputuskan oleh Dito. Ini yang membuat Aleena menangis semalaman. Hatinya terasa sakit. Inilah awal mula hati Aleena menjadi beku. Aleena sempat berfikir ini akibat kesalahan karena telah memutuskan Marco dan berpaling pada Dito. Sepertinya benar, banyak yang berkata bahwa perempuan lebih memilih lelaki b******k, dibanding lelaki baik. Itulah Aleena, namun perlahan Aleena menyadari bahwa itu bukan kesalahan melainkan pilihan. Dan tentunya, saat ini Dito sudah bahagia dengan perempuan barunya. Pengorbanan, yang Aleena berikan pada Dito begitu tampak sia-sia.
Cerita selanjutnya ini, sebenarnya semenjak kejadian dengan Dito, Aleena sudah tidak ingin berkenalan dengan lelaki namun karena temannya memaksa alhasil Aleena terima. Dan penyakitnya kumat lagi, yaitu, terbawa perasaan, yah Aleena masih saja baper! Aleena terperangkap lagi dengan biusan kata rayuan gombal lelaki bernama Asta dengan segala kata-kata manisnya, mereka menjalani pendekatan, namun sebelum Aleena memiliki dia harus kembali melepaskan. Padahal, Aleena sudah termakan dengan ucapan manisnya, Aleena kembali ditinggalkan, ketika Asta pendekatan dengan Aleena, dia malah berpacaran dengan perempuan lain. Ternyata benar, Aleena bukan satu-satunya perempuan yang didekati Asta melainkan salah satu perempuan korban php nya. Pengkhianatan, itulah yang Aleena alami.
Itulah, sedikit kilas balik masa lalu Aleena, yang mengubah pikiran serta sikapnya terhadap lelaki.
“Aleena, gue tau lo pasti masih trauma kan gara-gara cowok-cowok yang bikin lo sakit hati, tapi lo nggak boleh kaya gini terus” kata Zoya mengusap rambut Aleena dengan lembut
Aleena tersenyum simpul, dibalik keriangannya Aleena benar-benar menyimpan trauma mendalam untuk menjalin hubungan.
“gue cuma lebih berhati-hati aja sekarang sama cowok” kata Aleena
Belva dan Zoya menganggukan kepalanya.
“eh lo kenapa nggak balikan sama Marco sih? Secara kalian kayanya baik-baik aja, terus juga nggak ada alasan yang kuat banget buat kalian putus. Kalian masih bisa perbaiki hubungan kalian” kata Belva
Aleena terdiam lalu menggeleng pelan.
“Bila, kamu ingin mengakhiri pastikanlah takkan pernah mengulang kembali, karena yang ku yakini mereka yang telah memilih pergi takkan pernah ku pilih kembali”
Buat Aleena, memilih apa yang telah pergi seperti membaca satu buku dengan cerita yang sama beberapa kali dan endingnya pasti selalu sama.
“ehh eehh nih di i********: lo banyak cowok yang nge- dm kali aja cocok Al” kata Zoya yang sedang mengotak-atik ponsel Aleena
“gue nggak mau ah kenalan cowok lewat medsos, gue maunya ketemu langsung” jawab Aleena
Belva dan Zoya saling melempar pandangan lalu mengangkat bahunya bingung.