“jantungnya berdebar lebih kencang, sungguh perasaan ini tak pernah dia rasakan untuk satu tahun belakangan ini”
“Hai, Aleena tambah cantik aja” sapa seorang lelaki berwajah bule bernama Rayn
Aleena memutarkan bola matanya “minggir deh, lo ngalangin jalan gue”
“jutek banget sih jadi cewek, nanti tambah cantik loh siapa yang mau tanggungjawab?” kata Rayn sembari mengedipkan sebelah matanya
Aleena yang mendengar hal itu langsung tidak nafsu makan dan bergegas pergi.
“Al, mau kemana ih laper gue” rengek Zoya
“males gue makan disini, cari tempat lain aja” kata Aleena
“lo jadi cewek jangan jutek banget kenapa sih, pantes aja lo jomblo” gumam Belva yang dibalas Aleena dengan menoyor kepalanya
“nggak asik lo ngomonginnya status!”
***
“kenapa harus makan disini?” tanya Aleena
Saat ini dia berada di kantin Fakultas Teknik, karena mereka tidak jadi makan siang akibat keberadaan lelaki pengganggu menurut Aleena. Padahal, Rayn adalah lelaki yang cukup tampan dan populer berkat wajah blasterannya, namun katanya Aleena lebih menyukai produk dalam negeri.
“ya tadi kan lo nggak mau makan dikantin biasa? Makannya gue ajak kesini” kata Belva
“ya tapi, kenapa harus di sini?”
“disini tuh terkenal banyak cowok ganteng, kali aja kita bakal dapet jodoh hihi”
“gue nggak ikutan kan gue udah punya yayang Banez hihi, eh btw dia juga kan di Fakultas Teknik kok gue nggak ngeliat dia yah?” kata Zoya sembari menyapu seluruh ruangan kantin dengan matanya
“lagi selingkuh kali” gumam Aleena
Zoya yang mendengar hal itu langsung menjambak rambut Aleena.
“aw, eh percuma aja sih gue udah nggak akan baper sama cowo susah mau ada yang ganteng sekalipun” kata Aleena sangat yakin
“yakin nggak akan baper?” kata Belva seraya menyenggolkan tubuhnya ke Aleena
Aleena mengangguk yakin.
“eh sumpah-sumpah tuh liat deh cowok yang ada di meja depan sana ganteng-ganteng banget” kata Belva sedikit heboh
“lah itu yayang gue, kayanya temennya dia deh tapi gue nggak terlalu kenal gitu” kata Zoya
“lo nggak kenal sama temen-temen cowok lo? Apa nggak dikenalin? Kan lo pacaran udah hampir setahun wah berarti dia tuh nggak serius ama lo” kata Aleena meledek
“apaan sih lo! Mau gue sumpel mulut lo ?” kata Zoya geram
Aleena hanya nyengir dan mengangkat kedua jarinya “PEACE”
Belva nyengir lalu mengangguk-anggukan kepalanya
“wah pasti ada rencana gila lo lagi yah? nggak ah Bel” kata Aleena
“katanya ada yang nggak akan baper lagi sama cowok?” tanya Belva mendelik ke arah Aleena
“lah emang iya sih” jawab Aleena
“kalo gitu, coba lo deketin cowok yang lagi duduk sendiri di depan kak Banez? Dia ganteng kayanya dari belakang coba lo kenalan sama dia” kata Belva
Aleena yang mendengar hal itu langsung membulatkan matanya, seumur-umur dia belum pernah mengajak kenalan lelaki terlebih dahulu. Aleena menggelengkan kepalanya.
“halah bilang aja takut baper!” kata Belva meremehkan
Mendengar Belva yang begitu menyebalkan akhirnya Aleena memberanikan diri untuk menantang dirinya sendiri dan menghampiri ke arah meja tersebut dengan wajah datarnya.
“Eh Aleena, ada apa?” tanya Banez yang memang sudah kenal Aleena karena, dia pacar Zoya
Aleena tersenyum simpul lalu menarik nafas dan membuangnya. Setelah itu tiba-tiba dia duduk disebelah lelaki yang berada di depan Banez tersebut “Hai gue boleh kenalan nggak sama lo?” kata Aleena dengan senyuman khasnya.
Banez dan satu teman disampingnya hanya melotot melihat tingkah Aleena.
Aleena ingin mengerutuki dirinya sendiri karena sudah membuat hal bodoh di hidupnya sekarang.
Lelaki tersebut hanya menoleh ke arah Aleena lalu menaikan sebelah alisnya heran, kemudian berdiri dan pergi dari meja tersebut begitu saja.
Aleena sudah diabaikan! Rasanya Aleena ingin mengubur dirinya dalam-dalam di bawah tanah dan kalau perlu tidak usah kembali lagi. Ini benar-benar hal memalukan.
Aleena benar-benar malu dan diam seribu bahasa.
“hei, dari pada minta kenalan sama dia mending kenalan sama gue aja gimana? Gue Kairan” kata lelaki yang disebelah Banez tersebut seraya menggerak-gerakan alisnya naik turun.
Aleena hanya menyengir pelan dan saat itu juga segera pergi berlari keluar dari kantin tersebut.
***
“Al! Berenti kenapa!” kata Belva dan Zoya yang sedang mengatur nafasnya karena berlari mengejar Aleena
“sumpah kalian nggak tau seberapa malunya gue tadi hah? Ya ampun gila sih ini sumpah gue harus pake topeng ke kampus wah sumpah gue nggak mau ketemu sama tuh orang lagi” kata Aleena yang mondar-mandir dan berkacak pinggang
“haha sumpah kocak sih!Tapi ganteng kan Al?” tanya Zoya
“hahah nggak ngerti lo pucet banget pas dia tiba-tiba pergi tanpa menggubris lo, asli sih tuh cowok hebat juga bisa nyuekin cewek kaya lo” kata Belva
***
“Al, kan gue udah minta maaf jangan diemin gue gini dong” kata Belva bergelayut di samping Aleena
“apa yang udah lo lakuin ke gue itu JAHAT” kata Aleena
“lagian, lo mau aja gue suruh kenalan salah siapa juga?” kata Belva
Benar juga, apa yang dibicarakan Belva, mengapa Aleena mau saja? Ah, bodoh sekali. Padahal Aleena bisa saja menolak dengan tegas ide gila Belva.
“maafin gue dong, tar gue tlaktir sushi deh?” kata Belva
“oke gue maafin, sushi 2 porsi” kata Aleena. Aleena yang memang sangat menyukai sushi dengan mudahnya disogok hanya dengan 2 porsi sushi.
“yes”
Beberapa cowok menghampiri mereka “Kak Azzam temennya kak Banez juga?” tanya Belva
“iya kalian temenan?” tanya Zoya
Azzam adalah sepupu Belva dan ternyata teman dari Banez juga.
“iya nih, kita temenan karna satu club fotografi” kata Azzam
Belva dan Zoya hanya mengangguk pelan.
“kenalin kek ehem” kata Kairan
“nggak bisa liat cewek cantik dikit lo, nih ini Belva dan Zoya kalo Zoya punya gue awas lo” kata Banez memperkenalkan Belva dan Zoya
“dasar cowok posesiv” kata Kairan yang tampak menyalami mereka berdua
Kairan dan Azzam kuliah di Fakultas Hukum dan Banez kuliah di Fakultas Teknik mereka berteman karena berada di satu club fotografi bersama.
“eh tapi, gue mau kenalannya sama yang itu tuh” kata Kairan menunjuk ke arah Aleena
Aleena tampak bingung lalu berdiri dari duduknya dan menghampiri mereka lalu tersenyum simpul.
“loh ini kan yang kemarin minta kenalan sama Saga yah? Yang ditolak gitu aja?” kata Kairan yang dibalas oleh injakan dikakinya oleh Banez
Aleena tersenyum dengan paksa “oh jadi namanya Saga” gumamnya dalam hati
“heheh becanda kok, gue Kairan lo siapa?” kata Kairan
Aleena sungguh malu dia hanya dapat tersenyum seadanya “Aleena” jawab Aleena sekenanya
Dia memang sudah kenal dengan Azzam dan Banez terlebih dahulu.
“eh itu si Saga, Sagaa!!! Sini” panggil Kairan seraya melambaikan tangannya.
Aleena yang melihat hal itu mendadak pucat wajahnya “mampus tuh cowok” kata Aleena yang saat ini menutupi wajahnya dengan buku
“hmm” kata Saga yang menghampiri mereka
“kenalin nih Zoya pacarnya Banez dan ini Belva sepupu gue” kata Azzam
“Saga” kata Saga
Saga pun berkenalan dengan Belva dan Zoya, Zoya menyenggolkan sikutnya pada sikut Aleena, Aleena hanya menyentuhkan telunjuknya ke bibirnya dibalik buku
“kak Azzam juga kenal Kak Saga?” tanya Belva
“kalo kita udah temenan dari SMP” kata Azzam
Belva pun hanya menganggukan kepalanya.
Tiba-tiba ada seseorang berlari disamping Aleena dan menabrak Aleena membuat bukunya jatuh begitu saja “aisshh” kata Aleena sembari menundukan kepalanya.
“oh iya ini kenalin satu lagi, Aleena” kata Azzam
Aleena hanya diam, dia berharap Saga tidak mengingat hal memalukan yang dia lakukan kemarin siang di kantin.
Saga menjulurkan tangannya, Aleena hanya menatapnya heran dan tidak melakukan apapun sampai sikutnya disenggol oleh Belva “salaman jangan kaya orang bodoh” bisik Belva
Aleena pun tersadar lalu membalas dengan menjabat tangan Saga.
“Saga”
“Aleena”
DEGGG!!!! Entah kenapa ketika tangannya bersentuhan dengan tangan Saga membuat jantungnya berdebar lebih kencang, sungguh perasaan ini tak pernah dia rasakan untuk satu tahun belakangan ini.
Matanya bertemu dengan mata Saga, mereka saling berpandangan cukup lama. Inilah pertama kali mereka berkenalan.