Part 3. Menantang Perasaan

1029 Words
“Dia dingin, seperti malam yang dihiasi hujan namun aku yakin dibalik itu ada rasa yang menghangatkan” Hari minggu ini, Zoya dan Belva sengaja menghabiskan waktu di rumah Aleena, mereka saat ini sudah berada dikamar Aleena. “eh Bel... Saga iu temennya kak Azzam?” tanya Aleena Belva yang sedang melahap pancake buatan mamanya Aleena pun menatap ke arah Aleena dan mengerutkan dahinya. “gue nanya aja kok” kata Aleena memperjelas “oughh jhhasdii tuhh si kaa adzaagam ihtu” kata Belva sembari mengunyah “ish! Telen dulu tuh makanan baru ngomong!” bentak Aleena “oke udah. Nih jadi tuh kak Azzam emang sahabatan sama Saga udah dari SMP dan sekarang mereka satu kampus tapi beda jurusan” jelas Belva “terus, kak Banez sama kak Azzam? Sama tuh cowok genit Kairan?” tanya Aleena lagi “gini yah Al, jadi si Banez itu sama Saga satu jurusan di Teknik Arsitektur mereka berteman dekat dari semester 1 Cuma gue kaya nggak ngeh aja kenal sama Saga habis dia orangnya dieman gitu semacam cowok cool lah, nah kalo kak Azzam satu jurusan sama kak Kairan di jurusan Hukum dan mereka itu berteman karna club fotografi bareng dari semester 1 sampai sekarang jadi yah bisa dibilang mereka sahabatan lah sekarang, paham?” kata Zoya memperjelas “oh jadi si Banez itu temenan sama dia” kata Aleena mengangguk-anggukan kepalanya Aleena, Belva dan Zoya memang masih semester 5 di jurusan Public Relation. Aleena jadi penasaran, dengan lelaki yang bernama Saga tersebut, dia sangat tampan, tinggi dan harum salah satu kriteria lelaki idaman Aleena. Tapi, bukan itu yang membuat Aleena penasaran melainkan debaran jantungnya ketika dia bersalaman dengan Saga. Apakah Aleena akan jatuh cinta kembali? Apakah dengan Saga? “kenapa lo senyum-senyum sendiri?” tanya Belva “gue mau nantang perasaan gue” jawab Aleena “maksud lo?” tanya Zoya Aleena tersenyum “ iya, gue pingin tau aja kalo gue deket sama cowok apa gue bisa baper lagi atau engga? Dan mungkin cowok yang bakal gue deketin adalah kak Saga” “serius? Tapi, bukannya lo takut jatuh cinta lagi?” tanya Belva Aleena menggeleng pelan “sebenernya gue bukan takut untuk jatuh cinta lagi, tapi takut untuk sakit hati lagi” “terus, lo bakal deketin kak Saga? Gue kemarin ngobrol sama Banez, ternyata Saga tuh orangnya rada pendiem gitu dan kayanya nggak terlalu tertarik sama cewek” kata Zoya “wah ganteng-ganteng belok” “ya nggak gitu Bel, intinya dia sama kaya lo sih Al, kalo lo kan jutek sama cowok nah si kak Saga kebalikannya dia yang jutek sama cewek” kata Zoya “Al, lo beneran mau deketin kak Saga?” tanya Belva penasaran “kita lihat aja, siapa yang bakal baper duluan dia... atau gue...” jawab Aleena “lo mau main-main? Please jangan main-main sama perasaan Al” gumam Zoya *** Aleena menatap langit malam yang mendung, tidak terasa rintik air hujan mulai turun. Terlihat beberapa orang berlarian sembari menutupi kepalanya dengan tas atau dengan tangannya sendiri ada juga yang dengan cepat mengeluarkan payung. “ah kenapa lupa bawa payung sih, mana hp low nggak bawa mobil. Lengkap hidup jomblo” gerutu Aleena pada dirinya sendiri Malam ini Aleena berada di salah satu apotek, dia habis membeli obat untuk mamanya. “udah jam segini lagi ah” kata Aleena sembari menatap jam tangan coklat di pergelangan tangannya yang menunjukan pukul 9 malam. Tiba-tiba seseorang berdiri di samping Aleena, Aleena pun menoleh melihat seorang lelaki dengan perawakan tinggi. Aleena tampak tahu siapa dia. “kak Saga” sapa Aleena Saga hanya menoleh dan mengerutkan dahinya mengingat-ngingat siapa perempuan yang ada disebelahnya ini lalu memalingkan kembali wajahnya. “jutek banget” gumam Aleena pelan “lo ngomong apa?” tanya Saga dengan wajah datarnya Aleena langsung menutup mulutnya dan menggeleng. Hujan makin deras tidak ada tanda-tanda akan berhenti, Aleena masih diam di depan apotek dengan tangan yang memeluk dirinya sendiri karena dingin. Tidak ada percakapan diantara mereka berdua. Aleena menyadari bahwa Saga tipe lelaki yang susah untuk didekati. “ayo balik” gumam Saga masih dengan wajah datar “hm?” kata Aleena tampak tidak mengerti “lo mau diem disini aja?” Aleena menggeleng pelan. Saga membuka jaketnya lalu melebarkannya untuk menutupi kepala mereka berdua “gue nggak bawa payung” kata Saga Mereka berdua menerobos hujan dengan berlari kecil ke parkiran mobil. Aleena tampak mencium harumnya tubuh Saga, karena jarak mereka sangat dekat sekali. Ini pertama kalinya Aleena berdua bersama Saga, Aleena tersenyum simpul ketika dia duduk bersebelahan dengan Saga. Entah kenapa dia menyukai hal ini. “rumah lo dimana?” “di perum Himalaya Residence no 45 kak, jadi kalo dari sini kita ke lampu merah aja terus belok kiri deh habis itu ada supermarket nah belok kanan itu jalan Anggrek trus masuk ke perumahan Himalaya Residence nah rumah gue tuh war...” sebelum Aleena menyelesaikan perkatannya Saga sudah menyelanya duluan. “gue tau” Aleena mengangguk pelan. Tidak lama kemudian mereka sampai didepan rumah Aleena “makasih yah kak” “sama-sama hmm siapa” “Aleena kak, nama gue Aleena” “ok Alien” Aleena memasang wajah cemberutnya “Aleena kak bukan Alien!” kata Aleena menjelaskan Saga hanya menyunggingkan senyumnya. Aleena masih duduk di dalam mobil Saga dan menatapnya. “sampai kapan lo mau diem disini?” tanya Saga “eh hm iya, yaudah sekali lagi thanks kak” kata Aleena sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali Aleena pun keluar dari mobil Saga dan menatap mobil Saga melaju meninggalkannya mematung di depan gerbang tiba-tiba Aleena tersenyum geli. “lama amat sih dek?” kata Karina (mama Aleena) “hujan tau mah, aku nggak bawa payung nggak pake mobil hp low” gerutu Aleena “nana mana fd gue yang lo pinjem?” kata seorang lelaki yang menghampirinya Aleena menghentikan langkahnya di anak tangga lalu menoleh nyengir “ilang bang, gue lupa nyimpen hehe” lalu berlari ke kamarnya “eh kebiasaan lo ah ganti nggak!!!” “Aldean berisik, tinggal beli lagi” kata Karina Aldean adalah saudara kembar Aleena, mereka kembar berbeda jenis kelamin, Aldean lahir beberapa menit sebelum Aleena makannya Aleena memanggilnya abang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD