Kinan bersandar di depan pintu kamar Iqbal, mengetuk-ngetuk ujung kakinya di lantai seolah memberi irama walau terdengar lebih seperti peringatan tempur. Sangat lucu! Apalagi mimik wajah yang ditampilkan Kinan, terlalu menggemaskan, mampu membuat siapa saja mengulum senyum manis. “Bal, cepetan dong. Lo dandan udah kayak cewek. Sejam gue nungguin lo di depan pintu ini. Kapan lagi kita nyari Seira kalau lo lambat kayak siput!” Kinan berteriak tanpa mengubah posisinya. Siapa yang tidak kesal menunggu terlalu lama? Bagi Kinan, berdandan itu ada batas waktu. Paling lama sepuluh menit dan paling cepat tiga menit. Kinan tidak terlalu suka mengoles berbagai macam kosmetik yang berbahan kimia di wajahnya. Alami adalah hal yang paling dijunjung tinggi olehnya. Dan, Iqbal? Dia perempuan apa la

