Lelaki itu lebih banyak diam selama diperjalanan, dia tidak banyak bertanya pada gadis yang tengah diboncengnya. Sebelum tiba di kontrakan, Rasyid berbelok arah yang membuahkan complain dari Khadija. “Kak, jalannya salah,” ucap Khadija. “Iya tahu,” jawabnya, suaranya berlomba dengan bising kendaraan. “Terus?” tanya Khadija meminta jawaban. Dia tidak menjawab lagi, namun sepeda motornya berhenti disebuah rumah makan. Lelaki itu memarkirkan motornya. “Turun!” ucapnya. Khadija menuruti permintaannya. “Ayo!” Dia berjalan mendahului, Khadija menarik nafas kasar, lelaki itu terkadang memang menyebalkan. Khadija masih diam ditempat. Rasyid yang sudah berjalan beberapa langkah menoleh kearahnya. “Ayo makan dulu!” ucapnya sambil memperhatikan Khadija yang masih mematung. Gadis itu me

