Selepas maghrib Khadija segera menikmati makan malam alakadarnya, dengan lauk sisa tadi pagi yang dihangatkan. Sangat jauh dari kata layak apalagi mewah, namun gadis itu tidak mengeluh, dia bersyukur masih diberikan rizki untuk makan. Dia sudah bersiap untuk menemui wanita yang tadi siang menjanjikannya pekerjaan. Khadija berjalan menyusuri trotoar, sepanjang jalan dia melantunkan zikir meneguhkan hatinya yang sebetulnya rapuh dan butuh sandaran. Tidak terasa, gerbang perumahan yang dimaksudnya sudah didepan mata. Khadija dimintai mengisi buku tamu dan memastikan mengikuti protokol kesehatan. Setelah selesai, dia masih harus berjalan cukup jauh menyusuri jalanan perumahan yang lebar. Cluster elit yang lingkungannya terasa nyaman dan pastinya aman dengan CCTV, security dan one gate syste

