"Berubah itu butuh waktu dan proses, bukan hanya kalau, andai, jika, itu baru rencana Kak,” jawab Khadija enteng. Rasyid hanya menghela nafas, ternyata gadis yang ada disampingnya itu memang benar-benar tahan godaan. Berbeda dengan wanita-wanita lainnya yang selama ini dia dekati. Angin berhembus semakin dingin, malam itu terlihat beberapa awan menggumpal mulai menutupi sinar bulan. Khadija yang sejak tadi menatap langit, segera menghabsikan minuman jahe susu yang tinggal setengah. Namun Rasyid masih anteng saja mengupas kacang rebus satu per satu. Khadija menghela nafas, bagaiamanapun itu porsi kacang rebus masih ada setengahnya. “Kak, ayo nanti keburu ujan, makannya cepetan!” ucap Khadija. “Bentar lagi, tinggal dikit, kamu sih beli kacang sama kulitnya, jadinya lama makannya,” gerut

