TIGA PULUH SATU

1045 Words

Sembilan Belas Hari Setelah Kematian Milli. Kedai Bahagia, Jakarta. Derap sol langkah sepatu yang berlarian langsung memecah perhatian sang pelayan yang berdiri di belakang meja kasir. Sang pria berusia tiga puluhan awal lantas menyambutnya dengan senyum ramah yang terlihat tidak benar-benar tulus. Matanya sayu seperti sudah begadang selama berhari-hari ke belakang meski kafe tersebut tampak sepi dengan beberapa pengunjung saja. "Selamat sore," sapa pria dengan name tag bertuliskan Andre pada Cassandra yang kini berdiri di hadapannya. Jarak di antara keduanya pun hanya sebatas terhalang meja beton panjang dengan mesin penghitung uang dan telpon kabel di atasnya. Ia memberengut dan memandangi sang pengunjung dengan heran ketika Cassandra hanya berdiri dan mengedarkan pandangannya ke selu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD