Semua Panik

1722 Words

Senyum Indira mengembang, rencananya berjalan mulus, rencana yang sebenarnya gegabah dan nekat. Ia berjalan dengan rasa sumringah, menuju pelataran parkir di mana sebuah mobil sedang menunggunya. "Well, Mahisa akan segera mencariku, tunggulah sampai kamu kelabakan baru aku akan muncul," batin Indira yang merasa kemenangannya telah di depan mata. Kemudian ia menekan tombol off pada telepon genggamnya. Mobil yang ditumpanginya meluncur membelah jalan raya, menuju ke arah timur, mengikuti sebuah mobil yang membawa Isabel. Indira mendesah, tidak disangkanya ia begitu mudah menjalankan rencananya dan begitu mudah juga mencari orang yang direkomendasikan oleh salah seorang temannya selama pelicin disepakati. Pengeluarannya yang tidak sedikit, dianggap tidak sebanding dengan hasil yang akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD