Tawanan

1967 Words

Lamat-lamat terdengar suara teriakan yang terpendam. sangat lemah tapi jelas, "Mahisaa, Isabel ... kalian di mana?" ◇◇◇ Mahisa menoleh kepada Isabel yang berada di sampingnya, "Sayang, kamu tahu?" tanya lelaki itu hampir berbisik. Wajah Isabel terlihat kesal, ia pun merengek, "Papi ... Ibel capek," ujarnya dengan sorot mata menghiba. Melihat putrinya seperti itu, hati Mahisa pun jatuh. Ia tidak ingin melanjutkan makannya selain segera berusaha berdiri dan merengkuh kruknya lalu mengangkat Isabel dengan satu tangannya yang kokoh. "Semuanya, kami pamit ya, Ibel harus istirahat." Tanpa menunggu jawaban, Mahisa menggendong Isabel yang langsung melingkarkan tangannya pada leher dan meletakkan kepalanya pada bahu Mahisa. Isabel masih memeluk erat lehernya ketika ia hendak menurunkan p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD