Infus telah dilepas, Alexandra mengajak Isabel turun ke ruang makan menyusul yang lainnya. Hanya mereka yang tertinggal karena menunggu perawat melepaskan selang infus dari punggung tangan Isabel. "Nah, akhirnya datang juga nih princess kita!" seru Mahesa dengan senyum jahilnya. Semua menoleh ke arah Alex dan Isabel, tidak terkecuali Mahisa yang menatap kedua wanita itu dengan penuh kasih. "Sayang, sini dekat papi," ujar Mahisa seraya mendorong lengan Mahesa yang sedang duduk di sampingnya. Mahesa berdecak kesal, ia harus memindahkan bokongnya pada kursi disebelahnya. Setelah mendudukan Isabel di samping ayahnya, Alexandra mendorong Mahesa. "What?!" kesalnya kepada Alex. "Sanalah, please," mohon Alex dengan mimik wajah datar. "Ck, udah ada cucu, anak sendiri diusir," gerutu Mahesa

