Sesak Hati

1865 Words

Selimut tebal tersibak, wajah Miranda muncul dengan mata setengah terbuka. Dia merasa kaget mendapati dirinya sedang dalam pelukan seseorang. Waktu telah menunjukkan pukul sebelas lewat empat puluh menit, saat Miranda menghardik orang itu yang tak lain adalah Robert. "Siapa kamu?!". Kencang suara Miranda sambil menepiskan tangan Robert. Setelah masuk ke dalam kesadaran, Miranda menganga melihat Robert tengah tidur nyenyak. Dia menghempaskan diri ke kepala ranjang yang menempel pada tembok, nafasnya terengah-engah dengan rona wajah sangat kebingungan. Dia baru sadar bahwa dia hanya mengenakan pakaian dalam sesaat setelah melihat gaun malamnya teronggok dekat pintu kamar. "Kenapa ada Robert? Apa yang telah terjadi tadi malam?". Batin Miranda. Miranda mencoba mengingat-ingat kejadian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD